• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Jumat, Agustus 14, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Opini

Menjinakkan Ambisi di Titik Nadir: Menanti Wasit di Papan Catur Global

Reporter lian
17 Januari 2026
Zona Ekonomi Hijau Terbuka
Bagikan ke Whatsapp

Oleh: Ki Edi Susilo
Esais dan Sekretaris Jenderal Himpunan Keluarga Tamansiswa Indonesia (HIMPKA Tamansiswa)


Palembang, LamanQu.Com – ​Dunia seharusnya tak lagi menunda sebuah konsensus besar, mendorong lahirnya traktat baru yang menetapkan wilayah Arktik sebagai “Zona Ekonomi Hijau Terbuka” di bawah pengawasan PBB. Gagasan ini bukan sekadar romantisasi perdamaian, melainkan nilai kebijaksanaan tinggi untuk menjaga jantung bumi. Data ilmiah UNFCCC 2024 menunjukkan bahwa Arktik memanas tiga kali lebih cepat dibanding wilayah lain di planet ini. Menjadikan Greenland sebagai pangkalan militer NATO, yang diperkirakan bakal menyedot belanja pertahanan hingga 2-2,4% PDB negara-negara Nordik pada 2026—hanya akan mempercepat retaknya es dan nalar kemanusiaan. Arktik harus menjadi laboratorium transisi energi, bukan arena pacuan senjata.

​Namun, kenyataannya pahit. Para pemimpin dunia tampak masih keras kepala, memeluk erat pola pikir usang abad ke-20—di mana kedaulatan diukur dari moncong meriam dan penguasaan fisik wilayah—untuk menyelesaikan sengkarut tahun 2026. Laporan Global Risks 2026 dari Forum Ekonomi Dunia (WEF) dengan gamblang menempatkan “konfrontasi geo-ekonomi” sebagai risiko global nomor satu, melampaui perubahan iklim dan polarisasi sosial. Jika logika usang ini terus dipaksakan untuk membedah realitas baru yang makin kompleks, kita sejatinya hanya sedang menghitung mundur hingga papan catur geopolitik ini terbalik. Dan dalam permainan brutal ini, tak akan ada pemenang; semua pemain akan tumbang oleh ambisinya sendiri.

​Lihatlah betapa riuhnya blokade teknologi China yang baru saja melarang penggunaan perangkat lunak keamanan dari belasan perusahaan AS dan Israel per Januari 2026, atau manuver Washington yang mulai mengeruk keuntungan hingga US$ 500 juta dari penjualan minyak Venezuela di minggu-minggu pertama tahun ini. Di tengah kebisingan itu, kita patut bertanya dengan nada getir: di mana posisi Indonesia?

​Sejauh ini, sikap Jakarta masih tampak seperti meniti buih di tengah samudera yang bergejolak. Pemerintah seolah mempraktikkan “diplomasi senyap” yang saking senyapnya, nyaris sulit dibaca arahnya. Indonesia terjepit dalam dilema akut: ketergantungan pada rantai pasok teknologi dan investasi China di satu sisi, dan keterikatan pada sistem finansial serta stabilitas moneter yang didominasi Washington di sisi lain. Sikap mendua atau sekadar “main aman” tak lagi memadai di tahun 2026, ketika fragmentasi perdagangan dunia diprediksi akan menggerus pertumbuhan ekonomi global hingga ke level 2,7%.

​Maka, sudah saatnya Indonesia mengambil peran sebagai “The Great Mediator”. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi kendaraan taktis atau penonton saat terminal internet dikirim sebagai senjata diplomasi ke Iran. Indonesia harus berani menyuarakan bahwa keamanan global bukan soal siapa yang paling banyak menumpuk tentara di kutub, melainkan siapa yang paling gigih menjaga keadilan distribusi sumber daya.

​Kita harus menyarankan agar pemerintah tidak lagi hanya duduk manis dalam kerangka non-blok yang pasif. Indonesia harus mempelopori gerakan negara-negara menengah (middle powers) untuk menolak militerisasi area vital seperti Arktik dan ruang siber. Inilah saatnya diplomasi kita tampil mencerdaskan, mengingatkan dunia, melalui semangat kebangsaan yang inklusif. Bahwa di atas kepentingan nasional setiap negara, ada kepentingan planet yang jauh lebih mendesak untuk diselamatkan.

​Jangan sampai sejarah mencatat bahwa saat dunia sedang menuju kehancuran di tahun 2026, kita hanya sibuk menghitung investasi sambil berharap badai tak mampir ke halaman rumah sendiri.

Tags: Data Ilmiah UNFCCCThe Great MediatorZona Ekonomi Hijau Terbuka
ADVERTISEMENT
Previous Post

Festival Tring Pegadaian Ramaikan Palembang Icon, Investasi Emas Kini Bisa Mulai Rp 10 Ribu

Next Post

Dimulai dari Hal Sederhana, Kilang Pertamina Plaju Perkuat Budaya Operasi Aman

lian

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Jaga Gajah Sumatera, Kilang Plaju Rawat Warisan Alam Sumsel

NGINAP NYAMAN DI FAVE+ HOTEL PALEMBANG MULAI RP 450.000 PER MALAM

Dari Infrastruktur ke Kultur: Transformasi Mobilitas Kota Palembang

Dengan Iuran Hanya Rp16.800 per Bulan, Pemkab Muba Dorong Kolaborasi Luas Demi Wujudkan Universal Coverage Jamsostek

Dansatgas Kolonel Arh Erik Novianto Sangat Senang Progaram TMMD ke-129 Kodim 0418 Palembang tepat Waktu

TMMD Ke -129 Kodim 0418/Palembang Berakhir, Warga Mewarisi Jalan, Rumah Layak Huni Hingga Air Bersih Sebagai Sumber Kehidupan

Jalan 750 Meter Rampung 100 Persen, Kini Kendaraan Roda Empat Bisa Melintas

Penutupan TMMD ke-129 Kodim 048/18 Palembang Diwarnai Bakti Sosial untuk Masyarakat

Drumband SMA Negeri 21 Palembang Turut Sukseskan Penutupan TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang

Berita Populer

Nahkodai Golkar Sumsel, Andie Dinialdie Bidik Penguatan Kader dan Penambahan Kursi Legislatif

Nahkodai Golkar Sumsel, Andie Dinialdie Bidik Penguatan Kader dan Penambahan Kursi Legislatif
Reporter YN
3 Agustus 2026

Palembang,LamanQu.Com-Andie Dinialdie resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD...

Read more

Wakil Dansatgas TMMD Kodim 0418/Palembang Pastikan Rehab RTLH TMMD Rampung Sesuai Standar

Wakil Dansatgas TMMD Kodim 0418/Palembang Pastikan Rehab RTLH TMMD Rampung Sesuai Standar
Reporter YN
2 Agustus 2026

Palembang,LamanQu.Com – Kasdim sekaligus Wakil Dansatgas TMMD 0418/Palembang, Letkol Inf. Dery Septriandi, S.T., M.M., M.Han., meninjau langsung progres rehabilitasi Rumah...

Read more

Bahlil Buka Musda XI Golkar Sumsel, Targetkan Kenaikan Kursi dan Perkuat Konsolidasi Kader

Bahlil Buka Musda XI Golkar Sumsel, Targetkan Kenaikan Kursi dan Perkuat Konsolidasi Kader
Reporter YN
2 Agustus 2026

Palembang,LamanQu.Com – Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara resmi membuka Musyawarah...

Read more

Dari Lahan yang Terlupakan, Satgas TMMD Menanam Harapan Swasembada Pangan di Talang Jambe

Dari Lahan yang Terlupakan, Satgas TMMD Menanam Harapan Swasembada Pangan di Talang Jambe
Reporter YN
31 Juli 2026

Palembang,LamanQu.Com— Matahari siang perlahan meninggi ketika beberapa prajurit TNI bersama warga membungkuk di atas hamparan tanah di Kelurahan Talang Jambe,...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In