• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Sabtu, Oktober 3, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News Nasional

Hari Tani Nasional: 65 Tahun UUPA, Wujudkan Kedaulatan Pangan Tanpa Sinisme

Reporter YN
25 September 2025
Hari Tani Nasional: 65 Tahun UUPA, Wujudkan Kedaulatan Pangan Tanpa Sinisme

Ahmad Rifai (Ketum Pimpinan Pusat Serikat Tani Nelayan)

Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Peringatan 65 tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) menjadi momen penting untuk merenungkan tantangan agraria di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto secara sederhana menyebut musuh utama rakyat Indonesia saat ini sebagai “kaum serakahnomics” yang dapat diterjemahkan menjadi : pihak asing yang menggerogoti bangsa, kelompok oligarki, dan pejabat korup. Kaum ini menjadi akar konflik agraria, kemiskinan, dan gejolak sosial yang terus menghantui negeri ini.

Konflik agraria, seperti sengketa tanah akibat pengadaan lahan untuk kepentingan tertentu, kerap melibatkan penguasa dan pengusaha. Akibatnya, rakyat kecil sering menjadi korban. Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN) per 5 Februari 2025, berdasarkan Inpres Nomor 04 Tahun 2025, mencatat 24 juta orang miskin, termasuk 3,17 juta dalam kemiskinan ekstrem. Presiden Prabowo bertekad menekan kemiskinan ekstrem menjadi nol persen pada 2026 dan menurunkan angka kemiskinan dari 9% menjadi 5% pada 2029. Langkah ini menunjukkan komitmen nyata untuk memperbaiki nasib rakyat, khususnya petani.

Struktur ekonomi Indonesia yang masih agraris menempatkan sektor pertanian sebagai tulang punggung, diikuti sektor industri, jasa, dan perdagangan. Peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) menjadi indikator positif. Pada September 2024, NTP mencapai 120,30, dan naik menjadi 123,57 pada Agustus 2025, meningkat 0,76% dari bulan sebelumnya.

Kenaikan ini menunjukkan daya beli petani mulai membaik, didorong oleh harga hasil pertanian yang naik 0,84% dibandingkan biaya produksi yang hanya naik 0,08%. Hasilnya, angka kemiskinan per Maret 2025 turun menjadi 8,47% atau 23,85 juta orang—terendah dalam dua dekade, menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Program seperti sekolah rakyat, layanan kesehatan gratis, dan koperasi desa kelurahan merah putih menjadi bukti langkah nyata pemerintah, meskipun program makan bergizi gratis (MBG) masih perlu perbaikan dalam pelaksanaannya.

Untuk mengatasi “kaum serakahnomics,” Presiden Prabowo mengeluarkan Perpres Nomor 05 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan. Kebijakan ini menargetkan pengembalian jutaan hektare lahan hutan, termasuk perkebunan sawit ilegal, kepada negara melalui denda administratif, penguasaan kembali lahan, dan pemulihan aset. Langkah ini selaras dengan Pasal 33 UUD 1945, UUPA, dan Perpres Nomor 62 Tahun 2023 tentang Percepatan Reformasi Agraria, yang mendorong legalisasi aset, redistribusi tanah, pemberdayaan petani, dan kelembagaan agraria berbasis partisipasi masyarakat. Kemitraan strategis antara Kementerian ATR/BPN dengan organisasi tani mulai terlihat, meski belum menyeluruh.

 

Namun, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) masih menghadapi tantangan. Tindakan represif, kurang selektif, dan pengabaian hak masyarakat adat serta petani kecil masih terjadi. Untuk itu, diperlukan persatuan rakyat yang terorganisir dan terpimpin sebagai garda terdepan dalam mengawal pemerintahan nasionalis progresif di bawah Presiden Prabowo. Tanpa dukungan ini, kita berisiko terjebak dalam sikap sinis yang tidak melihat kebaikan dan meragukan niat tulus pemerintah.

Peringatan Hari Tani Nasional ke-65 menggarisbawahi dua langkah penting ke depan. Pertama, penguatan petani melalui organisasi tani dengan pendidikan ideologis dan pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah. Kedua, pengembangan infrastruktur, seperti sarana pascapanen, untuk menjaga stabilitas harga, serta konsolidasi kemitraan petani dengan permodalan dari bank negara dan swasta nasional yang kredibel. Langkah ini akan memperkuat kedaulatan pangan, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung hilirisasi pertanian.

Mari bersama mendukung langkah nyata menuju kemakmuran petani dan keadilan agraria. Hidup kaum tani!

Tanah, Modal,Teknologi Modern, Murah, Massal untuk Pertanian Kolektif dibawah Kontrol Dewan Tani.

 

Ahmad Rifai (Ketum Pimpinan Pusat Serikat Tani Nelayan)

Tags: Hari Tani NasionalKedaulatan Pangan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Anjing, Hadir Sebagai Serigala Liar yang Berjalan di Sisi Manusia

Next Post

Dirut PD Pasar Palembang Jaya Diduga Intimidasi Wartawan saat Konfirmasi Kasus Pungli

YN

Info Terkait

tolak ruu, serikat pekerja indonesia

DPW PKS Sumsel, RUU Cipta Kerja Ancaman Bagi Pekerja Indonesia

5 Oktober 2020

Berita Terbaru

Organda Kota Palembang Mengeluarkan Surat Sesuai Dengan Peraturan Berlaku, Berikut Beberapa Disampaikan

Kilang Plaju Satukan Doa dan Ikhtiar Lahir Batin melalui Sholat Istisqa di Tengah Kemarau

Rutan Kelas I Palembang Perkuat Sinergi dengan Insan Media melalui Coffee Morning

Afrizal Hady, Ketua Majelis Hakim PN Palembang Tolak Tunda Sidang dan Tolak Agenda Eksepsi, Advokat Irza Prasetya WO Lagi

Asap Karhutla Mencekik, Aliansi Rakyat Sumsel Menggugat Ajukan Tujuh Tuntutan

Dewan Pers Jadi Saksi Integritas, PWI Sumsel Pasang Badan Bela Jurnalis Senior dari Tudingan “Abal-Abal”

Klarifikasi Tak Temukan Titik Temu, Srikandi Pemuda Pancasila Sumsel Siapkan Langkah Hukum

Kuasa Hukum Irza Prasetya Walk Out, Persoalkan Dakwaan hingga Independensi Majelis Hakim

Capacity Building KDEKS Sumsel, Langkah Perkuat Sinergi Ekonomi Syariah di Daerah

Berita Populer

Kodam III Siliwangi Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gratis di Cimahi

Bakti Sosial Kesehatan Gratis
Reporter UMR
20 September 2026

Cimahi, LamanQu.Com - Dalam rangka HUT TNI ke-81, Kodam III/Siliwangi menggelar bakti sosial kesehatan bertempat di Rumah Sakit TK II...

Read more

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla
Reporter YN
19 September 2026

Muba,LamanQu.Com – Menjaga ketersediaan air menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di...

Read more

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas
Reporter YN
20 September 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com-Sekitar 300 anak dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD) se-Kota Palembang mengikuti...

Read more

Sempat Jadi Dugaan Pelanggaran Berlapis, Kepemilikan Kios Karya Tani Angkat Suara Ke Beberapa Awak Media

Kios Karya Tani
Reporter TNS
27 Agustus 2026

Oku Selatan, LamanQu.Com - Sempat viral di media sosial dan menjadi dugaan pelanggaran berlapis, kios Karya Tani yang berlokasi di...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In