• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Rabu, Mei 27, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News Nasional

Hari Tani Nasional: 65 Tahun UUPA, Wujudkan Kedaulatan Pangan Tanpa Sinisme

Reporter YN
25 September 2025
Hari Tani Nasional: 65 Tahun UUPA, Wujudkan Kedaulatan Pangan Tanpa Sinisme

Ahmad Rifai (Ketum Pimpinan Pusat Serikat Tani Nelayan)

Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Peringatan 65 tahun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) menjadi momen penting untuk merenungkan tantangan agraria di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto secara sederhana menyebut musuh utama rakyat Indonesia saat ini sebagai “kaum serakahnomics” yang dapat diterjemahkan menjadi : pihak asing yang menggerogoti bangsa, kelompok oligarki, dan pejabat korup. Kaum ini menjadi akar konflik agraria, kemiskinan, dan gejolak sosial yang terus menghantui negeri ini.

Konflik agraria, seperti sengketa tanah akibat pengadaan lahan untuk kepentingan tertentu, kerap melibatkan penguasa dan pengusaha. Akibatnya, rakyat kecil sering menjadi korban. Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN) per 5 Februari 2025, berdasarkan Inpres Nomor 04 Tahun 2025, mencatat 24 juta orang miskin, termasuk 3,17 juta dalam kemiskinan ekstrem. Presiden Prabowo bertekad menekan kemiskinan ekstrem menjadi nol persen pada 2026 dan menurunkan angka kemiskinan dari 9% menjadi 5% pada 2029. Langkah ini menunjukkan komitmen nyata untuk memperbaiki nasib rakyat, khususnya petani.

Struktur ekonomi Indonesia yang masih agraris menempatkan sektor pertanian sebagai tulang punggung, diikuti sektor industri, jasa, dan perdagangan. Peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) menjadi indikator positif. Pada September 2024, NTP mencapai 120,30, dan naik menjadi 123,57 pada Agustus 2025, meningkat 0,76% dari bulan sebelumnya.

Kenaikan ini menunjukkan daya beli petani mulai membaik, didorong oleh harga hasil pertanian yang naik 0,84% dibandingkan biaya produksi yang hanya naik 0,08%. Hasilnya, angka kemiskinan per Maret 2025 turun menjadi 8,47% atau 23,85 juta orang—terendah dalam dua dekade, menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Program seperti sekolah rakyat, layanan kesehatan gratis, dan koperasi desa kelurahan merah putih menjadi bukti langkah nyata pemerintah, meskipun program makan bergizi gratis (MBG) masih perlu perbaikan dalam pelaksanaannya.

Untuk mengatasi “kaum serakahnomics,” Presiden Prabowo mengeluarkan Perpres Nomor 05 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan. Kebijakan ini menargetkan pengembalian jutaan hektare lahan hutan, termasuk perkebunan sawit ilegal, kepada negara melalui denda administratif, penguasaan kembali lahan, dan pemulihan aset. Langkah ini selaras dengan Pasal 33 UUD 1945, UUPA, dan Perpres Nomor 62 Tahun 2023 tentang Percepatan Reformasi Agraria, yang mendorong legalisasi aset, redistribusi tanah, pemberdayaan petani, dan kelembagaan agraria berbasis partisipasi masyarakat. Kemitraan strategis antara Kementerian ATR/BPN dengan organisasi tani mulai terlihat, meski belum menyeluruh.

 

Namun, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) masih menghadapi tantangan. Tindakan represif, kurang selektif, dan pengabaian hak masyarakat adat serta petani kecil masih terjadi. Untuk itu, diperlukan persatuan rakyat yang terorganisir dan terpimpin sebagai garda terdepan dalam mengawal pemerintahan nasionalis progresif di bawah Presiden Prabowo. Tanpa dukungan ini, kita berisiko terjebak dalam sikap sinis yang tidak melihat kebaikan dan meragukan niat tulus pemerintah.

Peringatan Hari Tani Nasional ke-65 menggarisbawahi dua langkah penting ke depan. Pertama, penguatan petani melalui organisasi tani dengan pendidikan ideologis dan pelatihan keterampilan berbasis potensi lokal untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah. Kedua, pengembangan infrastruktur, seperti sarana pascapanen, untuk menjaga stabilitas harga, serta konsolidasi kemitraan petani dengan permodalan dari bank negara dan swasta nasional yang kredibel. Langkah ini akan memperkuat kedaulatan pangan, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung hilirisasi pertanian.

Mari bersama mendukung langkah nyata menuju kemakmuran petani dan keadilan agraria. Hidup kaum tani!

Tanah, Modal,Teknologi Modern, Murah, Massal untuk Pertanian Kolektif dibawah Kontrol Dewan Tani.

 

Ahmad Rifai (Ketum Pimpinan Pusat Serikat Tani Nelayan)

Tags: Hari Tani NasionalKedaulatan Pangan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Anjing, Hadir Sebagai Serigala Liar yang Berjalan di Sisi Manusia

Next Post

Dirut PD Pasar Palembang Jaya Diduga Intimidasi Wartawan saat Konfirmasi Kasus Pungli

YN

Info Terkait

tolak ruu, serikat pekerja indonesia

DPW PKS Sumsel, RUU Cipta Kerja Ancaman Bagi Pekerja Indonesia

5 Oktober 2020

Berita Terbaru

Prof Sri Rahayu: Jambore Sumsel Harus Berlanjut dan Masuk Agenda Wisata Tahunan Sumsel

Sering Salah Sasaran, Chairul S Matdiah Jelaskan Mengapa Gubernur Tak Bisa Perbaiki Semua Jalan Rusak

PWNU Sumsel dan DPW PKB Gelar Mancing Bersama, Perkuat Sinergi untuk Umat

Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie Titip Pesan Persatuan untuk AMKI Sumsel

PLN Sampaikan Progres Pemulihan Kelistrikan di Sumatra, Pulih bertahap, Lebih dari 8,3 juta Pelanggan Telah Menikmati Kembali Pasokan Listrik

Fakar Indonesia Dorong Pembentukan Akademik Khusus Cetak Guru Profesional

Targetkan Generasi Muda, Acara LIKE IT 2026 Resmi Diluncurkan di Yogyakarta

Laga Persib vs Persijap, KAI Bandung Imbau Penumpang Tak Pakai Atribut Bola

Program MBG Lindungi ASI Eksklusif, Kepala BGN Luruskan Aturan Makan Bergizi Gratis

Berita Populer

Program MBG Lindungi ASI Eksklusif, Kepala BGN Luruskan Aturan Makan Bergizi Gratis

Program MBG, ASI Eksklusif
Reporter lian
23 Mei 2026

LamanQu.Com - Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana meluruskan kabar miring soal Program Makan Bergizi Gratis. Oleh karena itu, pihaknya...

Read more

SPMB Ramah 2026 Sumsel Diluncurkan, Penerimaan Siswa Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan dan Tanpa Diskriminasi

SPMB Ramah 2026 Sumsel Diluncurkan, Penerimaan Siswa Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan dan Tanpa Diskriminasi
Reporter YN
23 Mei 2026

Palembang,LamanQu. Com-Peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah Tahun 2026 Provinsi Sumatera Selatan resmi digelar di Aula SMA Negeri 1...

Read more

Wakil Ketua DPRD Sumsel Nopianto Hadiri Peluncuran SPMB 2026 Sumsel, Siap Awasi SPMP Secara Menyeluruh

Wakil Ketua DPRD Sumsel Nopianto Hadiri Peluncuran SPMB 2026 Sumsel, Siap Awasi SPMP Secara Menyeluruh
Reporter YN
23 Mei 2026

Palembang, LamanQu.Com - Peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah Tahun 2026 Provinsi Sumatera Selatan resmi digelar di Aula SMA...

Read more

Gandeng Green Diplomacy Network, Wapres Gibran Pacu Kualitas SDM Muda di Kancah Global

Green Diplomacy Network
Reporter lian
21 Mei 2026

LamanQu.Com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima kunjungan kehormatan dari perwakilan Green Diplomacy Network (GDN) di Istana Wakil Presiden,...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In