• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Kamis, April 9, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Pihak Pengelola Minta Aturan Lebih Fleksibel, Berikut Beberapa Hal Disampaikan

Reporter YN
18 Juli 2025
Taman Wisata Alam Punti Kayu
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, LamanQu.Com – Tim Kunjungan Kerja Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dengan didampingi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Provinsi Sumsel dan lainnya melaksanakan peninjauan fasilitas perizinan berusaha sarana wisata alam bertempat di Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Jumat (18/7/2025).

Turut hadir didalam kegiatan ini yakni Wakil Ketua DPR RI Fraksi PDIP Alex Indra Lukman, Fraksi PDIP Drh I Ketut Suwendra, M.M, Fraksi PDIP Paolus Hadi, Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Firman Subagyo, S.E., M.H, Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Hj Kartika Sandra Desi, Fraksi PKS Drh Slamet, Fraksi PKS H Slamet Saleh, S.Farm, Fraksi Partai Demokrat Drs H Guntur Sasono, M.Si.

Turut hadir didalam kegiatan ini Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Drs H Koimudin, S.H., M.M, Sekretaris DLHP Provinsi Sumsel Dr Aries Syafrizal, S.T., M.Si, Wakil Walikota Palembang Prima Salam, S.H., M.M, Pengelola Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang Raden Azka, dan unsur lainnya yang mendampingi kegiatan tersebut.

Dikatakan Wakil Ketua DPR RI Fraksi PDIP Alex Indra Lukman, ini merupakan kegiatan dari kunjungan pengawasan sebagai kami dari Komisi IV yang merupakan mitra dari Kementerian Kehutanan, ini adalah aset daripada Kementerian Kehutanan. Dan kami meninjau kondisi tentu saja pengelolaannya seperti apa.

Setelah ini kami akan rapat, merumuskan sebuah catatan-catatan untuk dibawa kedalam rapat ke Komisi IV DPR RI nantinya untuk bisa menjadi kesimpulan yang menjadi rekomendasi bagi pemerintah dalam hal ini Kementerian Kehutanan

“Catatannya bukan dari saya sendiri, tapi kita sudah sama-sama melihat, bahwa kondisinya memang sangat memperihatinkan sekali. Untuk itu tentu kita meminta pemerintah untuk bisa merumuskan dengan masukan nanti dari kawan-kawan Komisi IV yang berkunjung kesini,” ujarnya.

Kemudian, langkah-langkah apa yang strategis untuk depannya seperti apa, kami khawatir juga kondisi Taman Wisata Alam yang kondisinya seperti ini, yang memprihatinkan seperti ini, bukan hanya didaerah ini saja mungkin didaerah lain juga ada.

Nanti kita akan data lagi, dan kita klarifikasi dan kita tinjau semuanya. Mengenai pendapatan ke negara, ya Itu kan sebenarnya out put, pertanyaan saya tentang output itu kan artinya menjawab kondisi real keadaan disini.

“Kalau outputnya sangat tidak mencapai target, ya karena kondisi ya seperti ini, ya sama seperti kita lihat saat ini, dan kesimpulannya akan kita beri tahukan setelah diadakan rapat nantinya,” ungkapnya.

Menurut Pengelola Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang Raden Azka, saya sebagai pengelola Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang mewakili dari Direktur Utama kita sangat menyambut baik sekali dengan kehadiran anggota DPR RI komisi IV, jadi kita bisa mendapatkan masukan-masukan dari beliau itu semua.

Jadi menurunnya itu banyak sekali faktor dari PNPB tersebut, salah satunya itu adalah covid-19, dan memang kita ada aturan yang sangat mengikat di Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang.

“Kita tidak boleh menebang pohon, tidak ada boleh ada satwa yang dilindungi disini, padahal tadinya satwa yang dilindungi itulah yang menjadi daya tarik, justru itu yang dilarang,” katanya.

Dilanjutkannya, kita juga banyak sekali aturan yang tidak boleh membangun bangunan yang permanen seperti itu, untuk investor sendiri yang mau bekerjasama dengan kita banyak sekali. Jadi begitu tahu ada aturan yang seperti itu mereka kebanyakan tidak jadi, sehingga mereka mundur karena terlalu banyak aturan-aturan seperti itu.

Kalau kita sangat antusias sekali, kalau memang kita ada solusi yang terbaik untuk Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, kita sangat mendukung. Apa yang terbaik menurut dari Kementerian, karena kita dibawah Kementerian Kehutanan, jadi kita harus taat dengan aturan tersebut.

“Langkah-langkah kita tersebut, misalnya kita ada spot-spot foto disini yang tentunya diizinkan, kita buat replika land mark, kita ada sarana out bond yang bisa buat out bond disini, kita sarana wedding, misalnya mau menikah disini silahkan, kita sudah berapa kali orang menikah disini,” ucapnya.

Masih dilanjutkannya, PNPB yang besar itu kita di tahun 2012, karena kita pada waktu itu masih ada gajah, atau satwanya disini, karena itu menjadi daya tarik bagi pengunjung disana. Di mana ekonomi pada saat itu masih membaik, karena faktor ekonomi itu sangat mempengaruhi sekali di masyarakat.

Saya juga banyak teman-teman yang punya wisata juga seperti ini, sama mereka menurun juga, di mana-mana pada menurun semua, bahkan mereka juga ingin menawarkan ke kita tempat wisata mereka yang ingin di jual.

“Memang orang Palembang sendiri liburannya sendiri bukan ke kota sendiri, tetapi justru liburan keluar kota, karena kota Palembang ini bukan kota wisata, tetapi lebih kepada kota dagang, mungkin itu pengaruhnya, mungkin seperti itu,” imbuhnya.

Tags: Punti Kayu PalembangTaman Wisata Alam
ADVERTISEMENT
Previous Post

RSUD Sungai Lilin Luncurkan Inovasi Digital SAKTI MONEV untuk Perkuat Akuntabilitas Kinerja ASN

Next Post

Pengadilan Diminta Jatuhkan Vonis Mati untuk SN, Suami yang Diduga Bunuh Istri Sendiri

YN

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Polrestabes Palembang Bersihkan Lorong Kenari dari Peredaran Sabu, Tersangka Positif Narkotika

Gerak Cepat Ditreskrimum Polda Sumsel Selidiki Kasus Mutilasi Perempuan di Desa Karang Dalam

Muba Maju Lebih Cepat! Pemkab Muba & PPSDM Migas Siapkan Tenaga Kerja Migas Ber Sertifikasi Nasional

Berlindung di Balik Profesi, Oknum Guru PNS di Palembang Dilaporkan Tipu Korban Rp90,6 Juta

KEJATI Sumsel Tahan Lima Tersangka Dugaan Tipikor Pemberian Fasilitas Pinjaman Dari Salah Satu Bank Pemerintah Kepada PT.BSS dan PT.SAL

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Tegaskan Komitmen Kesehatan Pekerja Sebagai Pilar Keandalan Operasional

Gubernur Sumsel Herman Deru Luncurkan SIGUNTANG, Inovasi Digital Penagihan Pajak Kendaraan di Sumsel

SMK Sumsel Tingkatkan Daya Saing Lulusan Lewat Kolaborasi Industri

Wujudkan Hubungan Industrial Harmonis, Disnakertrans Muba Pertegas Prosedur Pembentukan Unit Kerja SPSI di Perusahaan

Berita Populer

Rutan Kelas I Palembang Gelar Bantuan Sosial, Wujud Kepedulian untuk Keluarga Warga Binaan dan Warga Sekitar

Rutan Kelas I Palembang Gelar Bantuan Sosial, Wujud Kepedulian untuk Keluarga Warga Binaan dan Warga Sekitar
Reporter YN
27 Maret 2026

Palembang. Lamanqu. Com Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial serta mempererat hubungan kekeluargaan, Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang menggelar kegiatan...

Read more

Dua Hari Hilang, Tersangka Narkoba di Palembang Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Propam Turun Tangan

Dua Hari Hilang, Tersangka Narkoba di Palembang Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Propam Turun Tangan
Reporter YN
27 Maret 2026

Palembang, LamanQu.Com - Dugaan brutalitas aparat kembali mencoreng wajah penegakan hukum. Seorang tersangka kasus narkoba di Sumatera Selatan diduga mengalami kekerasan...

Read more

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Lakukan Aksi Nyata Hemat Energi Melalui Earth Hour 2026

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Lakukan Aksi Nyata Hemat Energi Melalui Earth Hour 2026
Reporter YN
29 Maret 2026

Plaju. Lamanqu. Com Kilang Plaju berpartisipasi dalam gerakan global Earth Hour 2026 sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Aksi ini...

Read more

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Berdayakan Warga Olah Eceng Gondok Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Berdayakan Warga Olah Eceng Gondok Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Reporter YN
27 Maret 2026

  Plaju. Berita Suara Rakyat. Com Pertamina Patra Niaga Refinery Unit III Plaju terus mendorong penguatan inovasi berbasis lingkungan secara...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In