• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Rabu, Agustus 19, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Miris, RS Pelabuhan Palembang Tolak Pasien Menggunakan Kartu Indonesia Sehat, Tapi Pasien Diminta Jadi Pasien Umum Serta Diminta Uang Jaminan Jutaan Rupiah

Reporter YN
6 Januari 2024
RS Pelabuhan Palembang Tolak Pasien
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com – Nasib malang dialami anak balita bernama Muhammad Raka Hendriansyah di Palembang. Pasalnya Muhammad Raka Hendriansyah yang merupakan pasien yang menggunakan BPJS Kartu Indonesia Sehat (KIS) ditolak oleh pihak Rumah Sakit Pelabuhan Palembang dengan alasan ruang rawat inap kelas 3 penuh, tetapi diminta menjadi pasien rawat inap di kelas 2 dengan menjadi pasien umum dan diminta uang jaminan untuk dilayani perawatannya.

Muhammad Yamin Rasyid mengatakan, kronologisnya cucunya bernama Muhammad Raka Hendrianyah ini kena demam panas, mencret dan muntahnya dari pagi sampai Isya pada Jumat malam sampai 20 kali.

“Jadi saya bawa ke RS Ar Rasyid. Saat tiba di RS Ar Rasyid kondisinya di ruangan IGD sudah sangat penuh dan antriannya panjang. Jadi perawat RS Ar Rasyid mengatakan, saat kondisi antrian sangat panjang. Perawat Ar Rasyid meminta maaf dan berkata kalau mau menunggu silakan tapi kalau mau dirawat sekarang ini di emergency ini full. Saya memang benar melihat akhirnya saya bilang izin untuk bawa pulang saja jadi akhirnya saya bawa ke Rumah Sakit Az Zahra. Ternyata di RS AZ Zahra ternyata juga sudah full, dan tidak ada ruangan maka cucu saya dirujuk ke RS Pelabuhan Palembang karena rumah sakitnya besar dan banyak ruangan. Jadi saya bawa cucu saya ke RS Pelabuhan Palembang,” ujarnya saat diwawancara, Sabtu (6/1/2024).

Setiba di RS Pelabuhan Palembang, sambung dia, cucunya dicek dan kata dokternya harus dirawat.

“Kata dokter, harus dirawat jadi kami disuruh cari kamar. Begitu cari kamar, kata perawat di RS Pelabuhan Palembang tidak ada kamar kosong untuk kelas 3 BPJS yang menggunakan KIS. Terus kami ajak musyawarah tolong dirawat dulu kami bilang sepengalaman kami waktu berpengalaman di Siti Khodijah kami pernah bawa orang tua kami dalam keadaan sakit kritis tapi di Siti Khodijah dirawat dulu dan dititipkan sementara di kelas 1, ketika ruang rawat inap di kelas 3 ada yang kosong pasien langsung pindahkan ke kelas 3. Saya sudah sampaikan itu di rumah sakit pelabuhan itu, bahwa di rumah sakit Siti Khadijah pasien KIS bisa dirawat dengan menggunakan kartu KIS walaupun kamar kelas 3 penuh, tapi dititipkan sementara diruang rawat inap kelas 1 untuk sementara. Saya minta tolong agar cucu saya diberi perawatan, akhirnya perawat Rumah Sakit Pelabuhan Palembang bicara kalau mau solusi bisa memberikan rawat inap tapi dengan status pasien umum. Karena ruang rawat inap kelas 3 penuh maka dialihkan ke ruangan rawat inap kelas 2 dengan status pasien umum, karena ruang rawat inap kelas 2 penuh maka dipindahkan ke ruang rawat inap kelas 1. Tapi dihitung pasien rawat inap kelas2. Mereka bilang ada ruangan rawat inap tapi untuk kelas 2 dengan status pasien umum. Jadi aku kesal kenapa bisa dirawat inap kalau untuk umum. Bukan karena saya ada uang, intinya kalau memang ingin rawat tolonglah dirawatlah dulu cucu saya. Tapi pakailah dulu rasa kemanusiaan itu rumah sakit pelabuhan sangat berat,” bebernya.

“Begitu kami sudah daftar umum baru diberi perawatan cucu kami. Kami juga tidak banyak uang untuk jaminan tiba-tiba saat di kasir itu kita dipinta jaminan uang jaminan Rp 1,5 juta untuk uang jaminan. Saya baru bawa uang cuma Rp700.000 untuk Pampers, untuk makan karena memang anak saya susah kerjanya hanya penjual bensin eceran dalam sebotol itu hanya untung Rp 2.000. itu dalam sehari hanya laki beberapa botol saja menjual bensin. Jadi kami kecewa dengan pelayanan di rumah sakit Pelabuhan Palembang. Saya kakeknya sangat khawatir kalau dipindah-pindahkan lagi ke rumah sakit lain, maka bisa meninggal di jalan cucu saya. Jadi kami ributkan di rumah sakit Pelabuhan Palembang, tapi petugas RS Pelabuhan Palembang masih nak memaksakan kehendak mereka, memaksakan kami tetap bayar uang jaminan. Akhirnya kami berusaha mencarikan uang untuk uang jaminan Rp 1,5 juta jadi kami rasa kekecewaan,” katanya.

Yamin berharap, depan jangan sampai terjadi lagi kejadian seperti cucunga.

“Kalau peraturan seperti ini diterapkan orang miskin Indonesia ini berobat di rumah sakit bisa mati di jalan, karena tidak dilayani ini jangan sampai terjadi lagi cukuplah kami saja. Ini akan berusaha mencari uang perawatan itu karena prediksi dari rumah sakit itu kalau 3 malam kami bisa membayar hingga Rp 4 juta. Kami akan mencari uang pinjaman, yang penting cucu kami dirawat. Tapi kalau masyarakat lain yang benar benar tidak memiliki uang, seperti apa bisa mati di jalan. Jadi dengan adanya kejadian yang kami alami, harapan kami itulah kepada pemerintah juga tolong ditinjau ditindaklanjuti rumah sakit seperti Rumah Sakit Pelabuhan Palembang ini.
Dari awal masuk, karena rumah rawat inap kelas 3 penuh. Kami diminta jadi pasien umum, dan langsung diminta uang jaminan sebesar Rp 1,5 juta,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi dengan pihak RS Pelabuhan Palembang. Awak media bertemu dengan Pegawai rekam medis berma Hamid.

Hamid mengatakan, saat pasien datang kondisi ruang rawat inap kelas 3 sudah penuh. Dan ruang rawat inap kelas 2 juga penuh.

“Jadi kami sarankan untuk masuk diruang rawat inap kelas 2, tapi diberikan ruang rawat inap kelas 1 dengan status pasien umum. Jadi memang harus bayar kalau pasien umum,” katanya.

“Bukan kita tidak menerima kisah Karena posisinya kelas 3 penuh. Satu kamar anak anak-anak itu orang enam. Kapasitas ruang itu hanya untuk orang enam. Kalau di IGD menaruhkan anak-anak rawan. Mana di ruangan kelas 3 belum ada rencana yang pulang jadi tidak bisa kita rawat di ruang rawat inap kelas 3.Kita terima untuk rawat inap tapi dengan cara bayar,” ucapnya.

Hamid menuturkan, kalau pasien dirujuk terus makin bahaya pasiennya karena sudah dari rumah sakit lain dirujuk terus.

“Jadi pertimbangan kemarin itu ditawari untuk jadi pasien kelas 2 tapi diletakkan kelas 1 karena kelas 3 sudah penuh.Pasien dirawat dengan status di ruang kelas 2 tapi ditempatkan di kelas 1,” katanya.

Dia menjelaskan, BPJS ini aturannya kalau ada kamar sesuai kamarnya itu masuk kamar sesuai kelasnya. Tapi kalau tidak ada itu bisa turun atau bisa naik satu tingkat turun atau satu tingkat naik. Posisinya di kelas 2-nya juga penuh jadi tidak bisa naik ke kelas 1.

“Status pasien ini di kelas 2, tetapi dititipkan di kelas 1 karena kelas 2-nya tidak ada untuk update pasien umum kami naikkan satu tingkat di atasnya,” ucapnya.

“Kalau di oper lagi dengan rumah sakit lain kasihan pasiennya.Kami bisa menolong tapi untuk perawatan lebih lanjut kota Palembang ada rumah sakit sendiri dan punya komitmen untuk melayani semua masyarakatnya di rumah sakit bari. Kami menolak pasien KIS karena ruang rawat inap kelas 3 penuh, kami tawarkan ruang inap kelas 2 tapi bayar dengan umum. Kalau pasien ngomong tidak ada dana untuk jadi pasien umum, maka kami rujuk ke rumah sakit BARI atau RSMH.

“Kami memberikan solusi kalau mereka tidak ada uang kami ke si solusi akan berikan rujukan ke rumah sakit Muhammadiyah atau rumah sakit Bari. Kasih solusi kalau tetap dirawat di sini karena kelas 3 penuh dan kelas 2 penuh kami kasih solusi dia dirawat di sini dengan posisi pembiayaan di kelas 2 tapi kami letakkan di ruangan kelas 1 karena kelas 1 memang ada yang kosong.Intinya kami bukan menolak KIS-nya. Karena posisinya kelas 3 penuh dan kelas 2 penuh jadi kami tawarkan jadi pasien umum kelas 2 tapi diletakkan di kelas 1. Kami tidak bisa menitipkan sementara pasien di ruangan kelas 1 sementara, karena itu aturan kebijakan itu ada di rumah sakit masing masing. Disini tidak bisa,” pungkasnya.

Tags: Kartu Indonesia SehatRumah Sakit Pelabuhan Palembang
ADVERTISEMENT
Previous Post

Humas Polda Sumsel Mengadakan Rapat Konsolidasi Guna Meningkatakan Kemampuan Profesi di Era Keterbukaan Informasi

Next Post

Persiapan Kawal Surat Suara, Kabag Ops Polres Berikan Arahan Terhadap Personel Yang Melaksanakan Pengawalan

YN

Info Terkait

korban kecelakaan kerja,Pengobatan di Rumah Sakit Bari

Wakil Walikota Palembang Bantu Korban Kecelakaan Kerja yang Ditelantarkan oleh Perusahaanya

8 Oktober 2021
kartu indonesi sehat

Wawako Palembang Jemput Siti Balita Penderita Tumor Mata

19 November 2020
Fitri : Tahun 2021 Dana Untuk KIS Kota Palembang Capai Rp 8 M

Fitri : Tahun 2021 Dana Untuk KIS Kota Palembang Capai Rp 8 M

1 Oktober 2020
Penyakit Hidrosefalus, Kartu Indonesia Sehat, Program KIS

Intan Rawat Sendiri Anaknya yang berusia 8 Bulan Menderita Hidrosefalus

22 September 2020
Penyakit Stroke, Kartu Indonesia Sehat, Biaya Pengobatan, Pemerintah kota Palembang, Wakil Walikota Palembang

Wawako Palembang Besuk Effendi, Kondisinya Memprihatinkan

17 September 2020

Berita Terbaru

Semarak HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Kodim 0418 Palembang Gelar Berbagai Lomba

Semangat Kemerdekaan Dari Bumi Sriwijaya, Perwira Kilang Plaju Gelorakan Upacara HUT ke-81 RI

Drum Band Juara Umum dan LKS Nasional Sabet Emas-Perak, SMKN 6 Palembang Banjir Prestasi

Pengurus Baru BAZNAS Palembang Bidik Masyarakat Pinggiran, Targetkan Pengelolaan Zakat Rp14 Miliar

Di Balik Semarak Kemerdekaan RI, Petugas PLN UID S2JB Siaga Jaga Listrik Tetap Andal

Dandim 0418/Palembang Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Jakabaring Sport City

Kodam III Siliwangi Gelar Semarak Kemerdekaan 2026 di Stadion Siliwangi

Afriansyah, SE: Semarak HUT ke-81 RI di Zafirland 2 Jadi Momentum Perkuat Kebersamaan Warga

Remisi Kemerdekaan RI Ke-81, Sebanyak 254 Warga Binaan Sumsel Pulang ke Keluarga

Berita Populer

Nahkodai Golkar Sumsel, Andie Dinialdie Bidik Penguatan Kader dan Penambahan Kursi Legislatif

Nahkodai Golkar Sumsel, Andie Dinialdie Bidik Penguatan Kader dan Penambahan Kursi Legislatif
Reporter YN
3 Agustus 2026

Palembang,LamanQu.Com-Andie Dinialdie resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD...

Read more

Wakil Dansatgas TMMD Kodim 0418/Palembang Pastikan Rehab RTLH TMMD Rampung Sesuai Standar

Wakil Dansatgas TMMD Kodim 0418/Palembang Pastikan Rehab RTLH TMMD Rampung Sesuai Standar
Reporter YN
2 Agustus 2026

Palembang,LamanQu.Com – Kasdim sekaligus Wakil Dansatgas TMMD 0418/Palembang, Letkol Inf. Dery Septriandi, S.T., M.M., M.Han., meninjau langsung progres rehabilitasi Rumah...

Read more

Bahlil Buka Musda XI Golkar Sumsel, Targetkan Kenaikan Kursi dan Perkuat Konsolidasi Kader

Bahlil Buka Musda XI Golkar Sumsel, Targetkan Kenaikan Kursi dan Perkuat Konsolidasi Kader
Reporter YN
2 Agustus 2026

Palembang,LamanQu.Com – Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara resmi membuka Musyawarah...

Read more

Dari Lahan yang Terlupakan, Satgas TMMD Menanam Harapan Swasembada Pangan di Talang Jambe

Dari Lahan yang Terlupakan, Satgas TMMD Menanam Harapan Swasembada Pangan di Talang Jambe
Reporter YN
31 Juli 2026

Palembang,LamanQu.Com— Matahari siang perlahan meninggi ketika beberapa prajurit TNI bersama warga membungkuk di atas hamparan tanah di Kelurahan Talang Jambe,...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In