• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Rabu, Juni 24, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News Hukum

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penculik Anak Palembang, Berikut Fakta-Fakta Dibalik Peculikan

Reporter Editor Sumsel
21 Februari 2021
Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penculik Anak Palembang, Berikut Fakta-Fakta Dibalik Peculikan
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com – Pelaku penculikan anak yang terjadi pada Jumat (18/2/2021) lalu, berhasil ditangkap oleh Tim Gabungan Satreskrim Polrestabes Palembang, pelaku yakni Suharto dan Sutriyono, warga Taman Murni, Alang-Alang Lebar, Palembang, Sabtu (19/2/2021) malam.

Tiim gabungan anggota Opsnal Pidum dan Tekab 134 Satreskrim Polrestabes Palembang juga mengamankan Joko (37) pemilik motor Scoopy BG 3204 IP, yang digunakan pelaku Sutriyono untuk membawa korban.

Berikut fakta-fakta yang terkait peristiwa penculikan anak di Palembang:

1. Kedua pelaku ditangkap di dua tempat berbeda

Tim gabungan anggota Opsnal Pidum dan Tekab 134 Satreskrim Polrestabes Palembang, melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku di dua tempat berbeda. Penangkapan pertama dilakukan terhadap pelaku Sutriyono di rumahnya sekira pukul 14.00 WIB.

Kemudian dilakukan pengembangan dan ditangkap pelaku kedua yakni dengan Suhartono yang berperan sebagai otak penculikan ini. Suhartono ditangkap di Simpang Patal sekira pukul 16.45 WIB, saat pelaku sedang nongkrong. Karena mencoba melawan, Suhartono terpaksa ditembak.

2. Penculikan dilakukan secara acak

Pelaku Sutriyono mengaku dirinya dan Suhartono memilih korban secara acak untuk diculik. Dengan catatan saat berkasi situasi aman dan terkendali, sehingga eksekusi dapat dilakukan dengan cepat.

“Kita sudah rencanakan aksinya, melakukan pencarian korban secara acak. Setelah korban didapat langsung dibawa kabur pakai motor dan dibawa kerumah kosong di kawasan Tanjung Api-Api,” ucap Sutriyono, Sabtu (21/2/2021).

3. Pelaku Gunakan kode kembang untuk korban

Untuk memuluskan aksi penculikan, selama berkomunikasi, kedua pelaku menggunakan kode kembang untuk untuk istilah pada korban.

“Supaya tidak ketahuan saat menelpon, kami menggunakan kode kami pak dengan Suhartono, saat dia telepon mengatakan bahwa “kembang sudah dapat” berarti korban sudah berhasil diculik. Lalu saya pun mendatangi TKP rumah kosong, dengan meminjam motor saksi JK, teman saya,” beber Sutriyono.

4. Pelaku Minta tebusan Rp 100 juta

Sutriyono mengatakan, aksi penculikan dilatar belakangi kesulitan ekonomi dan keinginan untuk memperoleh uang dengan cepat. Dimana dirinya berencana meminta uang tebusan kepada keluarga korban sebesar Rp 100 juta.

“Kita sudah rencanakan mau minta tebusan Rp 100 juta dengan keluarga korban. Namun, belum sempat menghubungi kita sudah lepaskan. Karena aksi kita sudah viral duluan di media sosial,” tambahnya.

5. Aksi Pelaku Viral di media sosial dan takut tertangkap

Lantaran aksi penculikan viral di media sosial, membuat kedua pelaku ketakutan ditangkap. Akibatnya, keduanya pun memutuskan untuk melepaskab korban di pinggir jalan sekitar wilayah Km 11 dengan harapan aksi penculikan dapat berhenti.

“Berita penculikan ini sudah viral di Medsos, makanya kita ketakutan, Saya jemput korban di TKP rumah kosong, karena takut sudah di viralkan makanya membuat saya pura pura menjadi warga dan bercerita dengan warga saya menemukan anak itu di KM 11, ke kebun sayur. Lalu setelah warga ramai berdatangan saya langsung menghilang,” tutupnya.

6. Penculikan direncanakan selama 1 bulan

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra melalui Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Edi Rahmat Mulyana mengatakan untuk motif sendiri pelaku mengaku karena faktor Ekonomi. “Mereka sudah merencanakan sejak satu bulan dan untuk korban mereka memilih secara acak, setelah mendapat korban merencanakan minta uang tebusan Rp 100 juta,” tukasnya.

Tags: Pelaku penculikan anakPenculikan dilakukan secara acak
ADVERTISEMENT
Previous Post

KH Dr Nadjamudin Ramly Wafat, Muhammadiyah Berduka

Next Post

Markus Rashford Tumpuan MU untuk Kalahkan Newcastle

Editor Sumsel

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Bupati OKU Selatan Pimpin Rapat Tindak Lanjut LHP dan Penguatan SPIP

Jenderal Kosasih Beri Kuliah Umum kepada Ratusan Mahasiswa UNINUS Bandung

Tidak Hanya Dirasa oleh Para Murid, Program MBG juga Dongkrak Perekonomian Warga Sekitar Dapur MBG

Kedepankan Semangat Kolaborasi, Disnakertrans Muba Jamin Investasi Aman dan Hak Masyarakat Transmigrasi Air Balui SP 2 Terjaga

Petani Harus Mempunyai Sifat Enterprenuer Untuk Produknya, Berikut Penjelasannya

Disdik Sumsel Optimistis Cetak Juara Nasional dari O2SN 2026

DPD Horas Bangso Batak (HBB) Sumsel Audiensi dan Silaturahmi dengan Dirintelkam Polda Sumsel

Silaturrahim Gagasan di Sumatera, Arief Rosyid: Kader Golkar Harus Menjadi Penggerak Kedaulatan Energi dan Politik Orang Muda

Ketua KOPRI PC PMII Kota Palembang Desak PB PMII Terkait Pelantikan Pengurus Cabang PMII Kota Palembang

Berita Populer

Kolaborasi Strategis Disnakertrans Muba dan PT AMS: Buka Lowongan Kerja 22 Posisi, Bupati Tegaskan Prioritas Warga Ber-KTP Muba Sesuai Perda No. 2 Tahun 2020

Kolaborasi Strategis Disnakertrans Muba dan PT AMS: Buka Lowongan Kerja 22 Posisi, Bupati Tegaskan Prioritas Warga Ber-KTP Muba Sesuai Perda No. 2 Tahun 2020
Reporter YN
9 Juni 2026

SEKAYU, MUBA, LamanQu. Com-Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus bergerak cepat dalam memperluas penyerapan...

Read more

Ekonomi Tumbuh 5,76 Persen, Wali Kota Bandung Dorong Koperasi jadi Penggerak Pemerataan

Koperasi
Reporter UMR
10 Juni 2026

Bandung, LamanQu.Com - Laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandung mencapai 5,76 persen pada triwulan pertama tahun 2026, melampaui capaian tahun sebelumnya...

Read more

DPRD Sumsel Tetapkan 7 Komisioner KPID Periode 2026–2029, Tinggal Menunggu Pelantikan

DPRD Sumsel Tetapkan 7 Komisioner KPID Periode 2026–2029, Tinggal Menunggu Pelantikan
Reporter YN
9 Juni 2026

PALEMBANG,LamanQu. Com- Proses seleksi calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sumatera Selatan periode 2026–2029 akhirnya tuntas. Komisi I...

Read more

Maraknya Begal Resahkan Warga, Polda Sumsel Gelar FGD dan Sosialisasi Pencegahan Kriminalitas Jalanan

Maraknya Begal Resahkan Warga, Polda Sumsel Gelar FGD dan Sosialisasi Pencegahan Kriminalitas Jalanan
Reporter YN
20 Juni 2026

Palembang,LamanQu.Com-Untuk merespon maraknya kejahatan jalanan, Polda Sumatera Selatan bersama dengan Forum Kepala Desa (FKD) di Kecamatan Indralaya Utara menggelar Focus...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In