Bandung, lamanqu.com – Ribuan buruh yang tergabung dalam gabungan buruh se-Jawa Barat bersama mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja di depan Gedung Sate Kota Bandung, Jalan Diponegori Kota Bandung, Senin (16/3/2020).
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat Roy Jinto Ferianto mengatakan kita menggelar aksi ini di tingkat Provinsi, dan nanti pada Tanggal 23 nanti tingkat Nasional karena pada Tgl 23 itu inpormasi yang kami terima akan malakukan Paripurna untuk pembahasan mengenai RUU ini, ” ucapnya disela aksi.
“Dengan aksi hari ini kita mendorong agar Tgl 23 itu tidak ada pembahasan dan DPR menolak pembahasan RUU Omni bus law, tidak jadi dibahas, karena isi dari Omni bus law ini sangat menyengsarakan kaum buruh dan membuat buruh itu miskin secara terstruktur, karena dengan hilangnya pesangon, hubungan kerja menjadi sistim kontrak dan outsoursing selamanya, terhadap semua jenis semua pekerjaan, upah minimun dihapus, cuti kandungan cuti hamil dihapus dan ini membuat daripada kita melakukan penolakan dan melakukan mempersiapan kalau Pemerintah tetap meaksakan akan membahas maka kita akan melakukan mogok Nasional, ” kata Roy.
Lanjut Roy ini kita hanya perwakilan saja hari ini , ini dari 21Serikat Pekerja Serikat Buruh. Jadi kita kegiatan hari ini dan teman- teman yang masih diperjalanan, kita ingin hari ini untuk mengingatkan bahwa betul virus Corona sedang dihimbau untuk kita tidak berkumpul, tetapi kita ada hal yang lebih penting bahwa jangan sampai gara – gara kita Rakyat khususnya Buruh terkonsen terhadap Virus Corona UU ini disahkan, ” ujarnya.
Menurut Roy nanti ada Demo lanjutan ditiap Kabupaten dan puncaknya nanti pada tanggal 23 secara Nasional, ” pungkasnya. (Wnz/Sam)










