• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Rabu, Oktober 28, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Ekobis

Industri Kelapa Sawit Menghadapi Isu Perang Dagang

Reporter Editor Sumsel
6 Desember 2019
Industri Kelapa Sawit Menghadapi Isu Perang Dagang
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com – Jaringan Serikat Pekerja-Serikat Buruh Sawit Indonesia (JAPBUSI) bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKIFC) menggelar Regional Workshop Promoting Decent Work In Palm Oil Plantation, Sawit Berkelanjutan Dialog Sosial untuk Pekerjaan yang Layak di Hotel Batiqa Kamis (05/12/2019).

Acara Workshop dibuka oleh Drs H Koimudin SH MM Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Selatan. Hadir Ketua Umum GAPKI Immanuel Manurung Pengurus Bidang Ketenagakerjaan, Ketua GAPKI Sumsel Alex Sugiarto, Steering Committe JAPBUSI Drs Al Mansur Ketua Umum FSPPP KSPSI, Ketua Umum FSB Nikeuba Carlos Rajagukguk, Project Coordinator ILO Yunirwan Gah.

Ketua GAPKI Sumsel Alex Sugiarto dalam sambutannya mengatakan, bahwa usaha bidang industri kelapa sawit sedang menghadapi isu perang dagang terutama kampanye negatif seperti deforestasi, pekerja anak, kebakaran hutan dan lahan

“Kita harus sama-sama berjuang karena yang kita hadapi bukan persoalan didalam negeri, kita menghadapi persoalan diluar negeri, kampanye-kampanye negatif. Kalau kita didalam negeri tidak ada sinergi, bagaimana kita menghadapi perang dagang dalam hal komoditi. Bukan rahasia lagi perang dagang ini dimanipulasi dengan kampanye-kampanye negatif, seperti masalah deforestasi, pekerja anak, kebakaran hutan, kebakaran lahan,” ungkap Alex.

Koimudin SH MM selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumsel dalam pidatonya mengatakan, bahwa di Provinsi Sumsel ini mempunyai 5746 perusahaan yang wajib lapor kemudian mempunyai jumlah tenaga kerja 337.265 orang yang wajib lapor.
“Kita mempunyai jumlah pegawai pengawas 58 orang dan mempunyai 17 orang mediator, mediator ini dari 17 kabupaten/kota karena dikabupaten sudah tidak ada lagi mediator,”ucap Koimudin.

” ini merupakan tantangan tersendiri bagi kami, sehingga kami harus melahirkan mediator baru guna membangun industrial antara pekerja dan perusahaan. Kondisi yang Harmonis dan berkeadilan hanya bisa dicapai dengan pengusaha dan pekerja saling bahu membahu, mengerakan roda perusahaan dengan baik untuk mencapai industrial yang ideal harus ada pengaturan kerja yang baik jadi acuan yang utama untuk Kerja,”ungkap Koumudin

“Melalui kegiatan ini saya berharap, dalam upaya bersama dalam meningkatkan produktifitas perusahaan dan pekerja juga kesejahteraan pekerja sektor Perkebunan kelapa sawit, kita Provinsi Sumsel menetapkan UMP untuk Tahun 2020 sebesar Rp 3.43, 111. Tetapi ini masih kita tunggu sampai 21 Desember untuk bagi perusahaan mengajukan penangguhan dan apabila keberatan kepada upah yang ditetapkan UMP maupun UMK yang telah ditetapkan oleh Bupati maupun Walikota,” tutup Koimudin.

Drs. Al Mansur selaku Ketua Umum FSPPP KSPSI menuturkan,acara ini pihaknya bekerja sama dengan GAPKI. Ini sudah yang ke 4 kalinya pelaksanaan didaerah, kegiatan ini di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah juga Medan Sumatera Utara selain kita dengan GAPKIN AILOG dan CEMP, CEMP ini adalah serikat pekerja internasional.

Ini merupakan sejenis Konfigurasi, tujuan acara ini sendiri untuk menangkap pelan-pelan serikat pekerja untuk terjadinya hubungan Harmonis dengan Pengusaha dalam hal ini diwakilkan, yang hadir juga ada anggota Gapkin sebanyak 52 anggota dari jumlah ini ada 20 dari Gakmusi dan sisanya dari Gapkin.

” Supaya keduanya bisa besinergi bisa Harmonis dalam melaksanakan himpunan induastrial ini. Pesertanya sendiri yang ada di Sumatera Selatan, ada yang dari pertanian dan Perkebunan, ada PT nya, ada PC nya tercover bergerak diperkebunan sawit, mengenai menangkal kampanye negatif karena isu-isu negatif seperti masalah pekerja Anak kemudian wanita,” tandasnya. (Yanti)

Tags: Industri Kelapa Sawit
ADVERTISEMENT
Previous Post

Wawako Palembang : Tahun Ini Pemkot Palembang Dapatkan 17 Ribu Jaringan Gas Bantuan Kementrian ESDM

Next Post

Maknyusnya Mie Ayam dan Es Kacang One-KO….!

Editor Sumsel

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Ombudsman RI Lakukan Monitoring dan Pengawasan Layanan Pemasyarakatan di Rutan Kelas I Palembang

AMKI Musi Rawas Resmi Dilantik, Kolaborasi dengan Pemerintah Tak Boleh Menggerus Independensi Pers

Begini Cara Menghitung Tagihan Rekening Air, Pelanggan Perlu Pahami Pemakaian dan Tarif per Meter Kubik

Sudah Berjualan Sejak 2005, UMKM 2 Ulu Minta Kepastian di Tengah Ancaman Relokasi

Terancam Kehilangan Tempat Usaha, Pedagang UMKM 2 Ulu Minta Perlindungan HAM

Bantu Penuhi Kebutuhan Air Bersih, Relawan Pertamina Peduli RU Plaju Hadir untuk Masyarakat di Tiga Wilayah

Tiga Bis Rombongan Peserta Mengunjungi Destinasi Wisata, Berikut Disampaikan Ketua DPD Astindo Sumsel

Kreativitas Siswa SMKN 4 OKU, Mengolah Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar

Disdik Sumsel Buka Ruang Inovasi bagi Pelajar SMK, Karya Siswa Didorong Jadi Solusi

Berita Populer

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap
Reporter YN
14 Oktober 2026

Palembang,LamanQu.Com-Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Sumatera Selatan terlihat melakukan kegiatan sosial membagikan seribu bingkisan berupa vitamin, madu,...

Read more

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan
Reporter YN
17 Oktober 2026

Banyuasin,LamanQu.Com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin (Pemkab) dalam ini Bupati Banyuasin...

Read more

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan
Reporter YN
14 Oktober 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com— Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penindakan terhadap aksi premanisme di seluruh wilayah...

Read more

Lebri Oktora Desak Kapolda Sumsel Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung dan Insan Pers

Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung
Reporter Editor Sumsel
14 Oktober 2026

Palembang, LamanQu.Com — Konsultan Hukum dan Aktivis Sumatera Selatan dari Yayasan Bantuan Hukum Sumsel Berkeadilan, Lebri Oktora, S.H., mendesak Kapolda...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In