• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Senin, Juni 22, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Agama

Kisah Kelahiran Muhammad, Wafat Abdullah Hingga Imporium Romawi dan Parsia Tak Banyak Diungkap

Reporter Editor Sumsel
21 November 2018
Kisah Kelahiran Muhammad, Wafat Abdullah Hingga Imporium Romawi dan Parsia Tak Banyak Diungkap
Bagikan ke Whatsapp

lamanqu.com – Sang Rosul pembawa safaat umat pembimbing guru tauladan dicintai umat disayangi sahabat dihormati musuh disegani lawan, Dia sang Prophet umat Islam. Berselawat semua umat dan para malaikat kebaikan selalu menghampiri kita semua, Aamiin.

Nabi Muhammad lahir di wilayah yang terimpit dua imperium besar: Romawi dan Persia. Tapi ia berhasil menyebarkan ajarannya hingga pelosok yang jauh.

Maulid Nabi diperingati oleh mayoritas umat Islam di Indonesia. Kelahiran Nabi Muhammad ini dianggap sebagai peristiwa yang sakral dan memiliki tempat tersendiri dalam sejarah Islam. Bahkan, dalam lintasan sejarah dunia, lahirnya Muhammad dan kemudian menyebarnya agama Islam adalah titik balik penting yang menandai sebuah era baru.

Agama yang diajarkan Muhammad ini berkembang di luar perkiraan siapa pun. Ia menjelma sebagai kekuatan politik, bertransformasi menjadi imperium, serta menyebar ke hampir seluruh Asia barat dan Afrika utara. Pada saat bersamaan, Islam juga muncul sebagai penantang dua kekaisaran tua yang tengah berada dalam masa senjakala: Romawi dan Persia.

Kisah Muhammad bermula dari Makkah, sebuah kota kuno yang berada di tengah-tengah gersangnya padang gurun jazirah Arab. Ia lahir dari keluarga yang bersahaja.(sumber: tirto)

Pernikahan Abdullah dan Aminah

Umur Abdullah telah dua puluh empat tahun. Ia sudah hendak menikah. Ayahnya, Abdul Muthalib, memilih Aminah binti Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhra sebagai calon istri anaknya. Perempuan ini berasal dari keluarga terhormat dan usianya tidak jauh beda dengan Abdullah.

Ayah dan anak ini kemudian pergi menemui Wahab untuk melamar Aminah. Muhammad Husain Haekal dalam Sejarah Hidup Muhammad (1980) menerangkan bahwa sebagian penulis sejarah berpendapat Abdullah dan ayahnya menemui Uhyab, paman Aminah, karena waktu itu Wahab telah meninggal dunia sehingga Aminah diasuh pamannya.

Tak lama kemudian mereka menikah. Mula-mula, sesuai kebiasaan adat masyarakat Arab zaman itu, yang mengharuskan pengantin baru tinggal di rumah keluarga pengantin putri selama tiga hari, maka pengantin baru ini tinggal di rumah orang tua Aminah. Setelah itu, mereka pindah ke rumah keluarga Abdul Muthalib.

Kebersamaan Aminah dan Abdullah yang belum lama, terpaksa harus berakhir karena Abdullah bersama kafilah dagang pergi meninggalkan Makkah untuk berniaga ke Syam. Perjalanan niaga ini menghabiskan waktu yang lama karena singgah di pelbagai kota yang dilewatinya.

“Aminah merasa takut dan khawatir. Abdullah pun berusaha menenangkan sambil melepaskan diri dari kedua tangan Aminah. Sementara itu, kegelisahan dan kekhawatiran masih mencekam dalam kesadaran Aminah,” tulis Bassam Muhammad Hamami dalam 39 Tokoh Wanita Pengukir Sejarah Islam (2015) mengisahkan saat-saat perpisahan itu.

Satu bulan setelah kepergian sang suami, Aminah merasakan dirinya tengah mengandung dan ingin segera mengabarkannya kepada Abdullah. Namun, jarak begitu berkhianat. Akhirnya Aminah hanya bisa menunggu dan menunggu.

Lahir sebagai Yatim

Setelah menempuh perjalanan jauh, Abdullah dan rombongannya kembali ke Makkah. Namun sebelum sampai di Makkah, karena letih, Abdullah singgah ke tempat saudara-saudara ibunya di Yatsrib. Lelah yang mendera membuatnya jatuh sakit, sehingga kafilahnya pulang lebih dulu ke Makkah.

Kabar Abdullah yang terbaring sakit di Yatsrib disampaikan rombongan ini kepada Abdul Muthalib. Ia pun segera mengutus anak sulungnya, Harith, untuk melihat kondisi Abdullah dan membawanya pulang ke Makkah jika telah sembuh.

Malang, saat Harith sampai di Madinah, ternyata Abdullah telah meninggal dunia dan dimakamkan di kota tersebut. Ia lalu kembali ke Makkah dan menyampaikan berita duka kepada keluarganya.

“Rasa duka dan sedih menimpa hati Abdul Muthalib, menimpa hati Aminah, karena ia kehilangan seorang suami yang selama ini menjadi harapan kebahagiaan hidupnya,” tulis Husain Haekal.

Waktu terus berjalan, kandungan Aminah semakin besar dan tiba saatnya untuk bersalin. Tanpa kehadiran sang suami, Aminah melahirkan seorang anak laki-laki. Abdul Muthalib segera menerima kabar ini. Ia yang amat bergembira lalu menemui menantunya dan membawa bayi yang baru dilahirkan itu ke Kakbah dan diberi nama Muhammad.

Tujuh hari setelah kelahiran sang bayi, Abdul Muthalib mengadakan kenduri dengan menyembelih unta. Ia mengundang makan masyarakat Quraisy yang kemudian bertanya-tanya kenapa nama bayi tersebut tidak memakai nama seperti nama-nama nenek moyang mereka.

“Kuinginkan dia akan menjadi orang yang terpuji bagi Tuhan di langit dan bagi makhluk-Nya di bumi,” jawab Abdul Muthalib.

Perbedaan soal Kelahiran

Tahun Hijriyah mulai dihitung saat Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Yatsrib atau Madinah. Namun, penamaan bulan dalam tahun tersebut telah ada di masyarakat Arab pra-Islam.

“Walaupun nama tahunnya belum mereka tetapkan, tetapi nama-nama bulannya telah mereka berikan sesuai dengan keadaan-keadaan yang terjadi di sekitar mereka,” tulis Watni Marpaung dalam Pengantar Ilmu Falak (2015).

Secara umum Muhammad diyakini lahir pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah (570 Masehi). Namun dalam catatan Muhammad Husain Haekal, ada juga pendapat-pendapat lain yang menyatakan bahwa Nabi lahir lima belas tahun sebelum peristiwa gajah.

“Ada juga yang mengatakan ia dilahirkan beberapa hari atau beberapa bulan atau juga beberapa tahun sesudah Tahun Gajah. Ada yang menaksir tiga puluh tahun, dan ada juga yang menaksir sampai tujuh puluh tahun,” imbuh Husain Haekal.

Bulan kelahiran Nabi Muhammad pun menimbulkan perbedaan pendapat. Selain Rabiul Awal yang paling luas diyakini kaum Muslimin, sebagian lain berpendapat Nabi dilahirkan pada bulan Muharam, Safar, Rajab, atau Ramadan.

Kaum Muslimin yang meyakini Nabi dilahirkan pada bulan Rabiul Awal juga berbeda pendapat ihwal tanggalnya. Jika hari ini di Indonesia kelahiran Muhammad diperingati secara nasional pada tanggal 12, maka ada juga yang berpendapat Nabi dilahirkan pada tanggal 2, 8, dan 9 Rabiul Awal. Waktu kelahiran pun tak luput dari perbedaan, yakni siang atau malam.

Menyeru dari Tengah

Di Jazirah Arab, masa sebelum Islam didakwahkan nabi Muhammad sering disebut sebagai zaman Jahiliyah atau masa ketidaktahuan, sesat, atau, bodoh. Menurut M. Quraish Shihab dalam Lentera Hati (1996), kondisi ini kerap dilekatkan dengan keputusan Allah yang menurunkan Rasul terakhirnya di tanah tersebut.

Masyarakat Arab berada di tengah impitan imperium Romawi dan Persia. Kedua kekuatan ini memperebutkan wilayah Hijaz di Timur Tengah yang waktu itu belum terkuasai.

Letak Hijaz atau Jazirah Arab yang berada di tengah itulah yang dijadikan patokan para mufasir dan sejarawan Islam untuk menafsirkan “teka-teki ketuhanan” mengapa Muhammad lahir di daerah ini. Menurut Quraish Shihab, jika pesan hendak disampaikan ke seluruh penjuru, maka si penyampai pesan mesti berdiri di tengah agar pesan mudah tersebar dan menghindari kekuatan yang dapat menghalangi tersebarnya pesan tersebut.

“Timur Tengah adalah jalur penghubung Timur dan Barat, maka wajarlah jika ia menjadi tempat menyampaikan pesan Ilahi yang terakhir,” tulisnya.

Infografik Kelahiran Nabi Muhammad

Lebih lanjut ia menerangkan, Makkah sebagai tempat kelahiran Nabi merupakan pusat Hijaz yang menjadi simpul pertemuan para pedagang dan seniman dari pelbagai penjuru. Muhammad berasal dari suku Quraisy yang berpengaruh di Makkah. Suku ini mempunyai dua keluarga besar yakni Hasyim dan Umayyah.

Al-Aqqad dalam Mathla’ Al-Nur, seperti dikutip Quraish Shihab, menyatakan bahwa keluarga Hasyim terkenal gagah, budiman, dan religius. Sementara keluarga Umayyah adalah politikus yang pandai melakukan tipu daya, pekerja yang ambisius, dan tidak gagah. Menurut Al-Aqqad, hal ini disepakati para sejarawan dan tidak dibantah oleh Umayyah bahkan setelah mereka berkuasa.

“Nah, dari keluarga siapakah di Mekah ini yang wajar dipilih untuk tugas kenabian? Tentu saja dari keluarga Hasyim. Dari keluarga ini terpilih Nabi Muhammad, yang bukan saja karena gagah, simpatik, dan berwibawa, tapi juga karena budi pekertinya yang luhur,” imbuh Quraish Shihab. (tirto)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Di Duga SMP N 52 Pungut Uang Perpisahan

Next Post

Deklarasi SIRA Sumsel, Titiek Soeharto Ingatkan Kita Pernah Swasembada Pangan

Editor Sumsel

Info Terkait

Ukir Senyum Yatim & Dhuafa di Wilayah Operasi, Wujud Syukur Kilang Plaju Untuk Pertamina Berkah

Ukir Senyum Yatim & Dhuafa di Wilayah Operasi, Wujud Syukur Kilang Plaju Untuk Pertamina Berkah

21 Juni 2026
Segel Rektorat dan Ancaman Mosi Tidak Percaya, Krisis Dialog di Universitas PGRI Palembang?

Segel Rektorat dan Ancaman Mosi Tidak Percaya, Krisis Dialog di Universitas PGRI Palembang?

21 Juni 2026
Perkuat Sinergitas, Danlanud Smh Audiensi ke Sejumlah Forkopimda Provinsi Sumsel Sekaligus Perkenalan Sebagai Danlanud Yang Baru

Perkuat Sinergitas, Danlanud Smh Audiensi ke Sejumlah Forkopimda Provinsi Sumsel Sekaligus Perkenalan Sebagai Danlanud Yang Baru

21 Juni 2026
Kejam! ART di Palembang Terekam CCTV Menganiaya Anak Majikan, Polisi Lakukan Pengejaran

Kejam! ART di Palembang Terekam CCTV Menganiaya Anak Majikan, Polisi Lakukan Pengejaran

21 Juni 2026
Maraknya Begal Resahkan Warga, Polda Sumsel Gelar FGD dan Sosialisasi Pencegahan Kriminalitas Jalanan

Maraknya Begal Resahkan Warga, Polda Sumsel Gelar FGD dan Sosialisasi Pencegahan Kriminalitas Jalanan

20 Juni 2026
Kapolsek Sungai Lilin Bantah Anak Buahnya Terlibat Main Musik Remix di R Cafe

Kapolsek Sungai Lilin Bantah Anak Buahnya Terlibat Main Musik Remix di R Cafe

20 Juni 2026

Berita Terbaru

Perangkat Desa Cihanjuang Bermain Agresif Masuk 4 Tim Terbaik Semi Final Futsal Kapolsek Cisarua Cup

Fire Fun Learning with Fire Brigade Kilang Plaju, Tanamkan Kesadaran Keselamatan Sedari Dini

Kepala Rutan Kelas I Palembang Tinjau Pelatihan Barista, Bekali Warga Binaan dengan Keterampilan Produktif

Wagub Cik Ujang Hadiri Wisuda ke-80 dan Milad ke-47 UMP, Dorong Perguruan Tinggi Cetak SDM Unggul dan Berdaya Saing

Wagub Cik Ujang Ajak Masyarakat Jadikan Hijrah Momentum Perubahan di Gebyar Muharam 1448 H dan Harlah Muslimat NU ke-80

Wagub Cik Ujang Dukung Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Sumsel Berpartisipasi Aktif

Wagub Cik Ujang Buka JAMDA IX Pramuka Sumsel 2026, Dorong Lahirnya Generasi Mandiri, Berkarakter, dan Siap Hadapi Era Digital

Terima Audiensi Polsri, Herman Deru Dorong Sinkronisasi Pendidikan Vokasi dengan Potensi Sumsel

Dibawah Komando Bambang Ismawan ,Vian Ketua CS 08 Sumsel Yakin PT Bukit Asam Akan Jauh Lebih Baik

Berita Populer

Kolaborasi Strategis Disnakertrans Muba dan PT AMS: Buka Lowongan Kerja 22 Posisi, Bupati Tegaskan Prioritas Warga Ber-KTP Muba Sesuai Perda No. 2 Tahun 2020

Kolaborasi Strategis Disnakertrans Muba dan PT AMS: Buka Lowongan Kerja 22 Posisi, Bupati Tegaskan Prioritas Warga Ber-KTP Muba Sesuai Perda No. 2 Tahun 2020
Reporter YN
9 Juni 2026

SEKAYU, MUBA, LamanQu. Com-Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus bergerak cepat dalam memperluas penyerapan...

Read more

Ekonomi Tumbuh 5,76 Persen, Wali Kota Bandung Dorong Koperasi jadi Penggerak Pemerataan

Koperasi
Reporter UMR
10 Juni 2026

Bandung, LamanQu.Com - Laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandung mencapai 5,76 persen pada triwulan pertama tahun 2026, melampaui capaian tahun sebelumnya...

Read more

DPRD Sumsel Tetapkan 7 Komisioner KPID Periode 2026–2029, Tinggal Menunggu Pelantikan

DPRD Sumsel Tetapkan 7 Komisioner KPID Periode 2026–2029, Tinggal Menunggu Pelantikan
Reporter YN
9 Juni 2026

PALEMBANG,LamanQu. Com- Proses seleksi calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sumatera Selatan periode 2026–2029 akhirnya tuntas. Komisi I...

Read more

Kesederhanaan Wagub Cik Ujang Bikin Salfok, Ikut Masak di Dapur Warga

Kesederhanaan Wagub Cik Ujang Bikin Salfok, Ikut Masak di Dapur Warga
Reporter YN
31 Mei 2026

LAHAT,LamanQu.Com-Di balik gagah pakaian dinas Wakil Gubernur Sumatera Selatan, sosok Cik Ujang kembali menampakkan kesederhanaannya saat pulang ke kampung halaman....

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In