• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Kamis, Mei 7, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Agama

Kisah Kelahiran Muhammad, Wafat Abdullah Hingga Imporium Romawi dan Parsia Tak Banyak Diungkap

Reporter Editor Sumsel
21 November 2018
Kisah Kelahiran Muhammad, Wafat Abdullah Hingga Imporium Romawi dan Parsia Tak Banyak Diungkap
Bagikan ke Whatsapp

lamanqu.com – Sang Rosul pembawa safaat umat pembimbing guru tauladan dicintai umat disayangi sahabat dihormati musuh disegani lawan, Dia sang Prophet umat Islam. Berselawat semua umat dan para malaikat kebaikan selalu menghampiri kita semua, Aamiin.

Nabi Muhammad lahir di wilayah yang terimpit dua imperium besar: Romawi dan Persia. Tapi ia berhasil menyebarkan ajarannya hingga pelosok yang jauh.

Maulid Nabi diperingati oleh mayoritas umat Islam di Indonesia. Kelahiran Nabi Muhammad ini dianggap sebagai peristiwa yang sakral dan memiliki tempat tersendiri dalam sejarah Islam. Bahkan, dalam lintasan sejarah dunia, lahirnya Muhammad dan kemudian menyebarnya agama Islam adalah titik balik penting yang menandai sebuah era baru.

Agama yang diajarkan Muhammad ini berkembang di luar perkiraan siapa pun. Ia menjelma sebagai kekuatan politik, bertransformasi menjadi imperium, serta menyebar ke hampir seluruh Asia barat dan Afrika utara. Pada saat bersamaan, Islam juga muncul sebagai penantang dua kekaisaran tua yang tengah berada dalam masa senjakala: Romawi dan Persia.

Kisah Muhammad bermula dari Makkah, sebuah kota kuno yang berada di tengah-tengah gersangnya padang gurun jazirah Arab. Ia lahir dari keluarga yang bersahaja.(sumber: tirto)

Pernikahan Abdullah dan Aminah

Umur Abdullah telah dua puluh empat tahun. Ia sudah hendak menikah. Ayahnya, Abdul Muthalib, memilih Aminah binti Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhra sebagai calon istri anaknya. Perempuan ini berasal dari keluarga terhormat dan usianya tidak jauh beda dengan Abdullah.

Ayah dan anak ini kemudian pergi menemui Wahab untuk melamar Aminah. Muhammad Husain Haekal dalam Sejarah Hidup Muhammad (1980) menerangkan bahwa sebagian penulis sejarah berpendapat Abdullah dan ayahnya menemui Uhyab, paman Aminah, karena waktu itu Wahab telah meninggal dunia sehingga Aminah diasuh pamannya.

Tak lama kemudian mereka menikah. Mula-mula, sesuai kebiasaan adat masyarakat Arab zaman itu, yang mengharuskan pengantin baru tinggal di rumah keluarga pengantin putri selama tiga hari, maka pengantin baru ini tinggal di rumah orang tua Aminah. Setelah itu, mereka pindah ke rumah keluarga Abdul Muthalib.

Kebersamaan Aminah dan Abdullah yang belum lama, terpaksa harus berakhir karena Abdullah bersama kafilah dagang pergi meninggalkan Makkah untuk berniaga ke Syam. Perjalanan niaga ini menghabiskan waktu yang lama karena singgah di pelbagai kota yang dilewatinya.

“Aminah merasa takut dan khawatir. Abdullah pun berusaha menenangkan sambil melepaskan diri dari kedua tangan Aminah. Sementara itu, kegelisahan dan kekhawatiran masih mencekam dalam kesadaran Aminah,” tulis Bassam Muhammad Hamami dalam 39 Tokoh Wanita Pengukir Sejarah Islam (2015) mengisahkan saat-saat perpisahan itu.

Satu bulan setelah kepergian sang suami, Aminah merasakan dirinya tengah mengandung dan ingin segera mengabarkannya kepada Abdullah. Namun, jarak begitu berkhianat. Akhirnya Aminah hanya bisa menunggu dan menunggu.

Lahir sebagai Yatim

Setelah menempuh perjalanan jauh, Abdullah dan rombongannya kembali ke Makkah. Namun sebelum sampai di Makkah, karena letih, Abdullah singgah ke tempat saudara-saudara ibunya di Yatsrib. Lelah yang mendera membuatnya jatuh sakit, sehingga kafilahnya pulang lebih dulu ke Makkah.

Kabar Abdullah yang terbaring sakit di Yatsrib disampaikan rombongan ini kepada Abdul Muthalib. Ia pun segera mengutus anak sulungnya, Harith, untuk melihat kondisi Abdullah dan membawanya pulang ke Makkah jika telah sembuh.

Malang, saat Harith sampai di Madinah, ternyata Abdullah telah meninggal dunia dan dimakamkan di kota tersebut. Ia lalu kembali ke Makkah dan menyampaikan berita duka kepada keluarganya.

“Rasa duka dan sedih menimpa hati Abdul Muthalib, menimpa hati Aminah, karena ia kehilangan seorang suami yang selama ini menjadi harapan kebahagiaan hidupnya,” tulis Husain Haekal.

Waktu terus berjalan, kandungan Aminah semakin besar dan tiba saatnya untuk bersalin. Tanpa kehadiran sang suami, Aminah melahirkan seorang anak laki-laki. Abdul Muthalib segera menerima kabar ini. Ia yang amat bergembira lalu menemui menantunya dan membawa bayi yang baru dilahirkan itu ke Kakbah dan diberi nama Muhammad.

Tujuh hari setelah kelahiran sang bayi, Abdul Muthalib mengadakan kenduri dengan menyembelih unta. Ia mengundang makan masyarakat Quraisy yang kemudian bertanya-tanya kenapa nama bayi tersebut tidak memakai nama seperti nama-nama nenek moyang mereka.

“Kuinginkan dia akan menjadi orang yang terpuji bagi Tuhan di langit dan bagi makhluk-Nya di bumi,” jawab Abdul Muthalib.

Perbedaan soal Kelahiran

Tahun Hijriyah mulai dihitung saat Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Yatsrib atau Madinah. Namun, penamaan bulan dalam tahun tersebut telah ada di masyarakat Arab pra-Islam.

“Walaupun nama tahunnya belum mereka tetapkan, tetapi nama-nama bulannya telah mereka berikan sesuai dengan keadaan-keadaan yang terjadi di sekitar mereka,” tulis Watni Marpaung dalam Pengantar Ilmu Falak (2015).

Secara umum Muhammad diyakini lahir pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah (570 Masehi). Namun dalam catatan Muhammad Husain Haekal, ada juga pendapat-pendapat lain yang menyatakan bahwa Nabi lahir lima belas tahun sebelum peristiwa gajah.

“Ada juga yang mengatakan ia dilahirkan beberapa hari atau beberapa bulan atau juga beberapa tahun sesudah Tahun Gajah. Ada yang menaksir tiga puluh tahun, dan ada juga yang menaksir sampai tujuh puluh tahun,” imbuh Husain Haekal.

Bulan kelahiran Nabi Muhammad pun menimbulkan perbedaan pendapat. Selain Rabiul Awal yang paling luas diyakini kaum Muslimin, sebagian lain berpendapat Nabi dilahirkan pada bulan Muharam, Safar, Rajab, atau Ramadan.

Kaum Muslimin yang meyakini Nabi dilahirkan pada bulan Rabiul Awal juga berbeda pendapat ihwal tanggalnya. Jika hari ini di Indonesia kelahiran Muhammad diperingati secara nasional pada tanggal 12, maka ada juga yang berpendapat Nabi dilahirkan pada tanggal 2, 8, dan 9 Rabiul Awal. Waktu kelahiran pun tak luput dari perbedaan, yakni siang atau malam.

Menyeru dari Tengah

Di Jazirah Arab, masa sebelum Islam didakwahkan nabi Muhammad sering disebut sebagai zaman Jahiliyah atau masa ketidaktahuan, sesat, atau, bodoh. Menurut M. Quraish Shihab dalam Lentera Hati (1996), kondisi ini kerap dilekatkan dengan keputusan Allah yang menurunkan Rasul terakhirnya di tanah tersebut.

Masyarakat Arab berada di tengah impitan imperium Romawi dan Persia. Kedua kekuatan ini memperebutkan wilayah Hijaz di Timur Tengah yang waktu itu belum terkuasai.

Letak Hijaz atau Jazirah Arab yang berada di tengah itulah yang dijadikan patokan para mufasir dan sejarawan Islam untuk menafsirkan “teka-teki ketuhanan” mengapa Muhammad lahir di daerah ini. Menurut Quraish Shihab, jika pesan hendak disampaikan ke seluruh penjuru, maka si penyampai pesan mesti berdiri di tengah agar pesan mudah tersebar dan menghindari kekuatan yang dapat menghalangi tersebarnya pesan tersebut.

“Timur Tengah adalah jalur penghubung Timur dan Barat, maka wajarlah jika ia menjadi tempat menyampaikan pesan Ilahi yang terakhir,” tulisnya.

Infografik Kelahiran Nabi Muhammad

Lebih lanjut ia menerangkan, Makkah sebagai tempat kelahiran Nabi merupakan pusat Hijaz yang menjadi simpul pertemuan para pedagang dan seniman dari pelbagai penjuru. Muhammad berasal dari suku Quraisy yang berpengaruh di Makkah. Suku ini mempunyai dua keluarga besar yakni Hasyim dan Umayyah.

Al-Aqqad dalam Mathla’ Al-Nur, seperti dikutip Quraish Shihab, menyatakan bahwa keluarga Hasyim terkenal gagah, budiman, dan religius. Sementara keluarga Umayyah adalah politikus yang pandai melakukan tipu daya, pekerja yang ambisius, dan tidak gagah. Menurut Al-Aqqad, hal ini disepakati para sejarawan dan tidak dibantah oleh Umayyah bahkan setelah mereka berkuasa.

“Nah, dari keluarga siapakah di Mekah ini yang wajar dipilih untuk tugas kenabian? Tentu saja dari keluarga Hasyim. Dari keluarga ini terpilih Nabi Muhammad, yang bukan saja karena gagah, simpatik, dan berwibawa, tapi juga karena budi pekertinya yang luhur,” imbuh Quraish Shihab. (tirto)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Di Duga SMP N 52 Pungut Uang Perpisahan

Next Post

Deklarasi SIRA Sumsel, Titiek Soeharto Ingatkan Kita Pernah Swasembada Pangan

Editor Sumsel

Info Terkait

Bupati Muara Enim Edison Apresiasi Prestasi Atlet Disabilitas, NPCI Muara Enim Pasang Target Tinggi

Bupati Muara Enim Edison Apresiasi Prestasi Atlet Disabilitas, NPCI Muara Enim Pasang Target Tinggi

7 Mei 2026
Sinergi Perlindungan Jaminan Sosial, Kanwil Kemenag Sumsel dan BPJS Ketenagakerjaan Teken MoU

Sinergi Perlindungan Jaminan Sosial, Kanwil Kemenag Sumsel dan BPJS Ketenagakerjaan Teken MoU

7 Mei 2026
Disnakertrans Muba Umumkan Lowongan Kerja Dokter Perusahaan di PT Salim Ivomas Pratama Tbk untuk Wilayah Bayung Lencir

Disnakertrans Muba Umumkan Lowongan Kerja Dokter Perusahaan di PT Salim Ivomas Pratama Tbk untuk Wilayah Bayung Lencir

7 Mei 2026
Forum Lintas Asosiasi Jasa Konstruksi Sumatera Selatan Siap Kawal Regulasi dan Kualitas Pembangunan di Sumsel

Forum Lintas Asosiasi Jasa Konstruksi Sumatera Selatan Siap Kawal Regulasi dan Kualitas Pembangunan di Sumsel

7 Mei 2026
Wujudkan Muba Maju Lebih Cepat, PT. MBI Gandeng Disnakertrans Muba Buka Lowongan Security untuk Putra Daerah

Wujudkan Muba Maju Lebih Cepat, PT. MBI Gandeng Disnakertrans Muba Buka Lowongan Security untuk Putra Daerah

7 Mei 2026
Ratu Dewa Terima Masukan Strategis LKPSS, Penanganan Banjir Jadi Prioritas

Ratu Dewa Terima Masukan Strategis LKPSS, Penanganan Banjir Jadi Prioritas

7 Mei 2026

Berita Terbaru

Wujudkan Muba Maju Lebih Cepat, PT. MBI Gandeng Disnakertrans Muba Buka Lowongan Security untuk Putra Daerah

Ratu Dewa Terima Masukan Strategis LKPSS, Penanganan Banjir Jadi Prioritas

Setengah Target Tercapai, Pembangunan Jamban TMMD Terus Berlanjut

Menjaga Martabat Pekerja di Rumah Kita: Komitmen Kemanusiaan dari Musi Banyuasin

Makan Sederhana, Kebersamaan Luar Biasa di Lokasi TMMD

Dinding Kayu Diganti Hebel, Rumah Ibu Parti Kini Lebih Hangat dan Nyaman

Bantuan Keramik Pangdam IV/Diponegoro Tiba di Koramil Karangmalang

AMKI Sumsel Audiensi dengan Ketua DPRD, Perkuat Kolaborasi Media dan Literasi Digital

Sinergi Muba Maju Lebih Cepat, Duet Toha Tohet dan Kiai Abdur Rohman Husen Pastikan Perusahaan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Berita Populer

Pasca-Kecelakaan di Bekasi, Kemenhub Prioritaskan 10 Titik Perlintasan Sebidang

penertiban perlintasan sebidang
Reporter lian
1 Mei 2026

LamanQu.Com - Kemenhub bersama PT KAI mempercepat penertiban perlintasan sebidang di seluruh wilayah. Selain itu, langkah ini bertujuan meningkatkan keselamatan...

Read more

Erick Thohir Ajak Menteri Olahraga Se-Asia Tenggara Reformasi Tata Kelola SEA Games

Tata Kelola SEA Games
Reporter lian
5 Mei 2026

LamanQu.Com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendorong transformasi besar-besaran dalam penyelenggaraan SEA Games. Selain itu, ia menegaskan...

Read more

Percepat Reforma Agraria, DPR RI Segera Bentuk Command Center Penanganan Konflik

Reforma Agraria
Reporter lian
2 Mei 2026

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa DPR RI akan membentuk pusat komando atau command center khusus. Selain...

Read more

Ringankan Beban Pekerja, Bulog Salurkan 350 Ribu Paket Sembako di May Day 2026

Paket Sembako di May Day
Reporter lian
2 Mei 2026

LamanQu.Com - Perum Bulog menyalurkan 350 ribu paket sembako kepada seluruh buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In