Palembang,LamanQu.Com- Sore itu, suasana di Mushola Baitul Magfurin terasa lebih hangat dari biasanya. Ketua Mushola Baitul Magfurin Marpensi tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya saat mendapat kunjungan Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Katim Wasev) TMMD, Kolonel Inf Andi M. Ali, bersama Wakil Komandan Satuan Tugas (Wadan Satgas) TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Letkol Inf Dery Septriandi, S.T., M.M., M.Han., yang datang meninjau langsung progres rehabilitasi mushola di RT 26 RW 05, Komplek Griya Sinar Rose Abadi, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Kamis (6/8/2026).
Di mata Marpensi, kunjungan tersebut bukan sekadar rangkaian agenda pengawasan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129. Lebih dari itu, kehadiran para petinggi TNI menjadi simbol bahwa jerih payah masyarakat bersama Satgas TMMD mendapat perhatian hingga tingkat pusat.
Kunjungan Tim Wasev sendiri merupakan bagian dari evaluasi pelaksanaan TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang. Tim memastikan seluruh sasaran fisik maupun nonfisik berjalan sesuai perencanaan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Namun bagi warga Talang Jambe, hari itu memiliki makna yang jauh lebih dalam.
Dengan mata yang berkaca-kaca, Marpensi mengaku tak pernah membayangkan mushola kecil yang selama bertahun-tahun menjadi tempat ibadah warga akan dikunjungi langsung oleh pejabat TNI dari Jakarta.
“Awalnya kami tidak menyangka TNI begitu peduli kepada masyarakat Talang Jambe, khususnya Mushola Baitul Magfurin. Kami benar-benar terharu. Kehadiran mereka menjadi inspirasi bahwa tentara memang menyatu dengan rakyat. Mereka bukan hanya datang membangun, tetapi juga ikut merasakan kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Marpensi, selama hampir tiga pekan pelaksanaan TMMD, para prajurit dari Kodim 0418/Palwmbang tidak hanya bekerja memperbaiki bangunan mushola. Mereka ikut bergotong royong bersama warga, bercengkerama tanpa sekat, bahkan menjalin hubungan kekeluargaan yang membuat masyarakat merasa memiliki saudara baru.
Setiap hari, warga menyaksikan anggota Satgas mengangkat material bangunan, mengecat dinding, memasang granit, hingga membersihkan lingkungan. Semua dilakukan bersama masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan.

“Yang membuat kami terharu bukan hanya hasil bangunannya. Kami melihat sendiri bagaimana bapak-bapak TNI bekerja dengan tulus. Mereka makan bersama kami, bercanda dengan anak-anak, dan ikut bergotong royong tanpa mengenal lelah. Kami benar-benar merasakan bahwa TNI adalah bagian dari masyarakat,” katanya.
Rasa bangga itu semakin bertambah ketika mengetahui Ketua Tim Wasev rela datang dari Jakarta hanya untuk memastikan program TMMD berjalan sesuai harapan masyarakat.
“Bagi kami ini sebuah penghormatan yang luar biasa. Beliau datang dari Jakarta di tengah kesibukannya hanya untuk melihat langsung perkembangan pembangunan di Talang Jambe. Kami merasa sangat diperhatikan,” tutur Marpensi.
Kini, rehabilitasi Mushola Baitul Magfurin telah memasuki tahap akhir. Pemasangan granit dan plamir telah selesai 100 persen. Pengecatan bagian atas bangunan juga telah rampung, sementara bagian bawah tinggal tahap penyelesaian. Secara keseluruhan, progres pembangunan telah mencapai sekitar 90 persen.
Marpensi mengatakan, setelah selesai direhabilitasi, mushola tidak hanya menjadi tempat melaksanakan salat berjamaah, tetapi juga akan kembali menjadi pusat pembinaan keagamaan dan kebersamaan masyarakat.
“Selama ini masyarakat sangat antusias beribadah di mushola ini. Setelah rehabilitasi selesai, pengajian ibu-ibu akan kembali aktif. Anak-anak yang selama ini mengaji di rumah nantinya bisa belajar bersama di mushola. Kami juga siap membentuk remaja mushola agar semakin banyak kegiatan positif bagi generasi muda,” katanya.
Menurutnya, manfaat TMMD jauh melampaui pembangunan fisik semata.
Selain rehabilitasi mushola, masyarakat juga merasakan manfaat pembangunan jalan, gorong-gorong, rumah tidak layak huni (RTLH), pos kamling, hingga sumur bor yang kini membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga.
“Semua program itu sangat membantu masyarakat. Tetapi yang paling berharga adalah kebersamaannya. Saya sampaikan kepada Pak Wasev bahwa TNI bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun kehidupan sosial masyarakat. Nilai gotong royong yang dulu mulai berkurang kini hidup kembali. Kemanunggalan TNI dengan rakyat benar-benar kami rasakan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Tim Wasev TMMD, Kolonel Inf Andi M. Ali, menyampaikan apresiasi atas capaian rehabilitasi Mushola Baitul Magfurin yang dinilai berjalan sesuai target.
“Kami datang untuk melihat langsung sejauh mana progres rehabilitasi mushola ini. Alhamdulillah hasilnya sangat baik dan hampir rampung. Kami berharap setelah selesai nanti masyarakat dapat beribadah dengan lebih nyaman, sekaligus menjadikan mushola ini sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wadan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Letkol Inf Dery Septriandi, mengatakan seluruh sasaran TMMD terus dikebut agar selesai tepat waktu.
“Progres rehabilitasi Mushola Baitul Magfurin sudah mencapai sekitar 90 persen. Alhamdulillah seluruh pekerjaan hingga memasuki minggu ketiga berjalan sesuai target. Insya Allah lima hari ke depan rehabilitasi mushola ini selesai seratus persen sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Bagi masyarakat Talang Jambe, TMMD telah meninggalkan cerita yang akan dikenang dalam waktu lama. Bangunan mushola yang semakin indah memang menjadi hasil yang tampak oleh mata.
Namun, ada warisan lain yang jauh lebih bernilai, yakni tumbuhnya kembali semangat gotong royong, rasa saling peduli, dan kedekatan antara TNI dengan masyarakat.
Kelak, ketika azan berkumandang dari Mushola Baitul Magfurin yang telah selesai direhabilitasi, warga tidak hanya melihat dinding yang baru dicat atau lantai granit yang berkilau. Mereka akan mengingat setiap tetes keringat para prajurit yang bekerja tanpa pamrih, setiap senyum yang terukir saat bergotong royong, serta keyakinan bahwa negara benar-benar hadir melalui pengabdian TNI di tengah masyarakat.
Di Talang Jambe, TMMD telah membuktikan bahwa membangun rumah ibadah bukan sekadar memperbaiki bangunan. Lebih dari itu, TMMD menumbuhkan harapan, mempererat persaudaraan, dan menghadirkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terasa nyata dalam kehidupan sehari-hari.
(Yanti)










