Sumbagsel,LamanQu.Com-PT Pegadaian (Persero) Kantor Cabang Lemabang, yang merupakan bagian dari PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah III Sumbagsel, menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menggelar Pelatihan Pengolahan Sampah bagi Kader Program Kampung Iklim (ProKlim) di Kawasan Agrowisata Edukasi Sungai Jawi, RW 007 Kelurahan Sungaiselincah, Kecamatan Kalidoni, Palembang.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi PT Pegadaian (Persero) dengan Komunitas Sedolor ProKlim Kota Sumbagsel dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah berbasis lingkungan. Pelatihan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri atas kader ProKlim, perwakilan RT/RW dan kelurahan, serta pelajar. Peserta memperoleh materi mengenai konsep ProKlim, teknik pemilahan sampah, pengomposan menggunakan maggot BSF, pengelolaan bank sampah, pembuatan ecobrick, hingga penyusunan rencana aksi pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Program ini merupakan program bantuan TJSL dari PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah III Sumbagsel berupa pelaksanaan pelatihan senilai Rp20.000.000 sebagai bagian dari Program Bina Lingkungan perusahaan. Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus memperkuat implementasi Program Kampung Iklim (ProKlim) di Kota Sumbagsel.
Pemimpin Cabang PT Pegadaian (Persero) Cabang Lemabang, Rizky Putra Perdana, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap isu lingkungan sekaligus upaya mendorong pemberdayaan masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan.
“Pengelolaan sampah tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Melalui pelatihan ini, PT Pegadaian (Persero) ingin menghadirkan manfaat yang nyata dengan membekali masyarakat keterampilan dalam mengelola sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Kami berharap kader-kader ProKlim dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing.”
Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah III Sumbagsel, Novryandi, menyampaikan bahwa pelaksanaan program tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
“PT Pegadaian (Persero) berkomitmen untuk terus menghadirkan program TJSL yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pelatihan pengolahan sampah ini merupakan salah satu bentuk dukungan kami dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Kami berharap kolaborasi bersama Komunitas Sedolor ProKlim dapat melahirkan inovasi-inovasi lingkungan yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.”
Pelatihan ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader lingkungan yang aktif menggerakkan budaya pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. Selain meningkatkan kapasitas peserta, program ini juga ditargetkan membentuk bank sampah percontohan, mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), serta memperkuat praktik ekonomi sirkular di lingkungan masyarakat. Target tersebut sejalan dengan luaran program berupa terbentuknya bank sampah percontohan dan meningkatnya kapasitas kader ProKlim dalam mengelola sampah secara mandiri.
Melalui kegiatan ini, PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah III Sumbagsel terus memperkuat perannya sebagai perusahaan yang tidak hanya menyediakan solusi finansial, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, PT Pegadaian (Persero) akan terus menghadirkan program-program TJSL yang berdampak positif, memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta mendukung terciptanya masyarakat yang lebih mandiri, peduli lingkungan, dan berkelanjutan.
###
Tentang Pegadaian
PT Pegadaian (Persero) didirikan di Kota Sukabumi, Jawa Barat pada 1 April 1901. Tak hanya bergerak di Industri Gadai, Pegadaian kini bertransformasi menjadi lembaga keuangan inklusif yang menyediakan beragam produk dan layanan finansial. Sejak tahun 2021, Pegadaian tergabung dalam Holding Ultra Mikro (UMi) bersama BRI dan PNM, berkomitmen penuh dalam mendukung UMKM naik kelas.
Pegadaian kini mengukuhkan posisinya sebagai pelopor Layanan Bank Emas di Indonesia dengan produk terlengkap, sejak resmi mengantongi izin yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2024. Melalui surat tersebut, Pegadaian dapat melakukan kegiatan usaha Bulion yang meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi maupun Perdagangan Emas.
Selain Layanan Bank Emas, Pegadaian juga memiliki ragam produk investasi emas yang mudah diakses masyarakat, seperti Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Arisan Emas, serta produk pembiayaan yang lengkap (Haji & Umroh, Kredit Mikro, Kredit Kendaraan, hingga KUR Syariah).
Seluruh produk dan layanan Pegadaian dapat diakses melalui Outlet, Agen Pegadaian, serta aplikasi Tring! by Pegadaian yang dirancang dengan fokus pada pengembangan ekosistem emas dan transformasi digital, untuk memberikan kemudahan, kecepatan dan kenyamanan dalam bertransaksi finansial bagi masyarakat.
Sebagai lembaga pembiayaan sosial, Pegadaian juga berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat melalui layanan keuangan yang inklusif, menciptakan dampak positif bagi komunitas, dan meningkatkan kesejahteraan secara luas. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.pegadaian.co.id.
(Yanti)










