Palembang, LamanQu.com – Di sudut Kampung Kreatif Pelangi, Kelurahan Talang Betutu, dentingan cangkul dan suara adukan semen memecah keheningan pagi.
Beberapa prajurit TNI tampak membungkuk mengukur titik-titik pondasi, sementara tukang dan warga bergotong royong menyiapkan adukan. Pekerjaan itu mungkin terlihat sederhana, namun di atas pondasi yang mulai dibangun itulah harapan baru masyarakat akan akses air bersih perlahan mulai ditegakkan.
Pembangunan sumur bor yang menjadi Sasaran 13 Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang kini memasuki tahap pembuatan pondasi menara (tower) sumur bor. Tahapan ini menjadi salah satu pekerjaan paling menentukan karena akan menjadi penyangga utama seluruh konstruksi fasilitas air bersih tersebut.
Bagi Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., setiap tahapan pembangunan bukan sekadar mengejar target fisik. Di balik setiap pondasi yang dicor, tersimpan harapan agar masyarakat dapat menikmati kehidupan yang lebih layak.
“Yang kami bangun bukan hanya sumur bor, tetapi juga harapan masyarakat untuk mendapatkan akses air bersih yang lebih baik. Pondasi yang dikerjakan hari ini menjadi simbol awal dari manfaat jangka panjang yang nantinya akan dirasakan warga,” ujar Kolonel Erik Novianto.
Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang menentukan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, pembangunan sumur bor menjadi salah satu sasaran prioritas dalam pelaksanaan TMMD Ke-129.
Ia menegaskan, setiap pekerjaan dilakukan secara bertahap dan penuh ketelitian. Mulai dari pengukuran titik, pembuatan pondasi, hingga nantinya pembangunan menara dan pemasangan jaringan air, seluruhnya harus memenuhi standar teknis agar fasilitas tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang.
Kolonel Erik juga menilai, semangat TMMD tidak hanya tercermin dari hasil pembangunan, tetapi juga dari proses yang melibatkan kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat.
“Pemandangan anggota Satgas yang bekerja berdampingan dengan warga merupakan ruh dari TMMD. Di situlah kemanunggalan TNI dengan rakyat benar-benar hidup. Kami ingin masyarakat merasa memiliki setiap pembangunan yang dikerjakan sehingga nantinya juga ikut menjaga dan merawatnya,” katanya.
Baginya, keberhasilan TMMD tidak diukur semata dari jumlah sasaran fisik yang selesai dibangun, melainkan dari manfaat nyata yang terus dirasakan masyarakat setelah program berakhir.
Di Kampung Kreatif Pelangi, sumur bor ini nantinya diharapkan menjadi sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kehadirannya juga akan mendukung berbagai aktivitas sosial dan lingkungan, sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan kehidupan mereka.
Kolonel Erik memastikan seluruh sasaran fisik TMMD Ke-129 terus dikerjakan sesuai jadwal. Ia optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“TMMD adalah wujud nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Kami berkomitmen menyelesaikan seluruh sasaran tepat waktu dan dengan kualitas terbaik, sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang,” tegasnya.
Di atas pondasi yang hari ini mulai mengeras, bukan hanya menara sumur bor yang kelak berdiri. Di sana juga tumbuh keyakinan bahwa pembangunan selalu dimulai dari kerja bersama, kepedulian, dan harapan yang dibangun sedikit demi sedikit untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik.
(Yanti)