Palembang, LamanQu.Com-Deretan batang kayu gelam berdiri tegak di atas hamparan tanah rawa di Jalan Rawa Jaya, RT 10 RW 03, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang. Satu per satu batang kayu itu ditancapkan ke dalam tanah oleh tangan-tangan prajurit TNI yang sejak pagi telah bergelut dengan lumpur.
Bagi sebagian orang, pekerjaan itu mungkin terlihat seperti rutinitas pembangunan biasa. Namun bagi masyarakat Talang Jambe, setiap batang gelam yang tertancap menjadi simbol dimulainya perubahan yang telah mereka tunggu selama bertahun-tahun.
Memasuki hari kedelapan pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang, pembangunan Jalan Rawa Jaya terus menunjukkan progres.
Jalan sepanjang sekitar 750 meter tersebut merupakan salah satu sasaran utama program TMMD karena menjadi akses vital yang menghubungkan RT 10 dengan RT 04, RT 03, RT 23, hingga memudahkan mobilitas warga menuju Jalan Mataram dan Jalan Sugi Waras.
Di tengah kesibukan para personel Satgas TMMD, Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos, turun langsung meninjau lokasi pembangunan, Rabu (22/7/2026).
Dengan mengenakan seragam loreng dan sepatu lapangan, ia menyusuri medan untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana.
Sesekali ia berhenti memperhatikan proses pemasangan cerucuk gelam yang dilakukan personel Satgas.
Baginya, pekerjaan pada tahap awal ini menjadi fondasi yang menentukan kualitas jalan di masa mendatang.
“Pada sasaran satu pembangunan Jalan Rawa Jaya, saat ini masih dilakukan pemasangan cerucuk gelam. Kami berharap pekerjaan ini segera selesai sehingga tahapan pembangunan berikutnya dapat dipercepat,” ujar Kolonel Arh Erik Novianto.
Pembangunan jalan di kawasan rawa memang memiliki tantangan tersendiri. Karakter tanah yang lunak membuat proses pembangunan tidak bisa dilakukan secara instan. Sebelum badan jalan dibentuk, tanah harus diperkuat terlebih dahulu dengan pemasangan cerucuk gelam agar mampu menopang beban konstruksi di atasnya.
Karena itulah, setiap batang gelam dipasang dengan penuh ketelitian. Tidak sekadar ditancapkan, tetapi juga diatur jaraknya agar memiliki daya dukung yang optimal.
Di lapangan, sebanyak 12 personel TNI bekerja bersama empat warga setempat. Mereka saling berbagi tugas. Ada yang mengangkat batang-batang gelam, ada yang mengarahkan posisi cerucuk, sementara yang lain memastikan kayu tertanam kuat di dalam tanah.
Meski terik matahari mulai menyengat, semangat mereka tidak surut. Lumpur yang melekat di sepatu bahkan hingga lutut seolah tidak menjadi penghalang. Sesekali terdengar canda ringan di sela pekerjaan, mencairkan suasana sekaligus mengusir rasa lelah.
Kolonel Erik mengatakan, pembangunan infrastruktur melalui TMMD bukan hanya mengejar penyelesaian fisik semata, tetapi juga memastikan kualitas hasil pekerjaan agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Menurutnya, jalan yang sedang dibangun ini memiliki nilai strategis karena menjadi jalur penghubung bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.
Selama ini, warga harus melewati jalan tanah yang berubah menjadi licin ketika hujan turun. Kondisi tersebut kerap menyulitkan anak-anak berangkat sekolah, masyarakat menuju tempat kerja, hingga kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas.
Melalui pembangunan jalan ini, akses masyarakat diharapkan menjadi lebih lancar sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup warga sekitar.
Lebih dari sekadar membangun jalan, pelaksanaan TMMD juga memperlihatkan kuatnya semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat. Kebersamaan itu tampak nyata di setiap tahapan pekerjaan.
Tidak ada sekat antara prajurit dan warga. Semua bekerja dengan tujuan yang sama, yakni menghadirkan akses jalan yang lebih baik bagi lingkungan mereka.
Kolonel Erik menilai semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama Program TMMD selama ini. Ketika masyarakat ikut terlibat dalam pembangunan, rasa memiliki terhadap hasil pembangunan akan semakin kuat sehingga fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan bersama.
Pembangunan Jalan Rawa Jaya masih akan berlanjut pada tahapan berikutnya setelah pemasangan cerucuk gelam selesai. Satgas TMMD optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target sehingga jalan tersebut segera dapat digunakan masyarakat.
Di balik batang-batang gelam yang kini tertancap kokoh di tanah rawa, tersimpan harapan besar warga Talang Jambe.
Harapan agar perjalanan menuju sekolah tidak lagi melewati jalan berlumpur, harapan agar aktivitas ekonomi menjadi lebih mudah, dan harapan bahwa pembangunan yang selama ini mereka nantikan akhirnya benar-benar hadir di tengah kehidupan mereka.
Bagi para prajurit Satgas TMMD, setiap tetes keringat yang jatuh di medan berlumpur bukan sekadar bagian dari tugas. Itu adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat. Sementara bagi warga Talang Jambe, jalan yang kini perlahan mulai terbentuk bukan hanya sebatas infrastruktur, melainkan jalan menuju masa depan yang lebih baik.
(Yanti)










