Mesuji, Ogan Komering Ilir, LamanQu.Com – Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada Rabu, 22 April 2026, mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan di beberapa desa yang berada di Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Kerusakan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat yang bergantung pada akses transportasi untuk menunjang kegiatan pendidikan, sosial, pelayanan masyarakat, serta roda perekonomian.
Berdasarkan hasil pendataan dan keterangan dari Camat Mesuji, Kepala Desa terdampak, serta informasi dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB), sejumlah infrastruktur yang mengalami kerusakan berat antara lain:
1. Desa Kali Deras:
Jembatan dengan panjang 20 meter mengalami kerusakan berat.
Ruas Jalan Kali Deras – Kota Baru sepanjang kurang lebih 1.000 meter mengalami kerusakan parah.
2. Desa Surya Adi:
Ruas Jalan Surya Adi Blok H Jaya Bakti – Sukamulya sepanjang kurang lebih 5.737 meter mengalami kerusakan berat.
3. Desa Sido Basuki:
Jembatan dengan panjang 25 meter mengalami kerusakan berat.
4. Desa Mekar Wangi:
Jembatan Box Culvert sepanjang 9 meter mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera.
5. Desa Sumber Deras:
Ruas Jalan Sumber Deras – Pematang Panggang sepanjang kurang lebih 1.000 meter mengalami kerusakan berat.
Kecamatan Mesuji dengan jumlah penduduk sekitar 45.265 jiwa menghadapi risiko terganggunya akses transportasi akibat kerusakan sejumlah infrastruktur vital tersebut. Data jumlah penduduk tersebut mengacu pada publikasi Kabupaten Ogan Komering Ilir Dalam Angka 2025 dengan data penduduk Kecamatan Mesuji tahun 2024.
Kerusakan jalan dan jembatan tersebut mengakibatkan masyarakat mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama akses menuju fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, distribusi hasil pertanian, perdagangan, serta berbagai kegiatan ekonomi lainnya. Apabila tidak segera dilakukan penanganan, kondisi kerusakan dikhawatirkan akan semakin meluas dan berpotensi menyebabkan terputusnya jalur penghubung antar desa di Kecamatan Mesuji.
Hingga saat ini, pasca terjadinya bencana pada 22 April 2026, belum terdapat tindak lanjut penanganan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir terhadap kerusakan infrastruktur tersebut. Mengingat luasnya dampak dan besarnya kebutuhan anggaran perbaikan, masyarakat bersama pemerintah desa berharap Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir dapat memberikan perhatian serius serta memfasilitasi pengusulan bantuan penanganan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan maupun Pemerintah Pusat.
Camat Mesuji menyampaikan bahwa keberadaan jalan dan jembatan tersebut merupakan infrastruktur vital yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan langkah cepat, koordinasi lintas sektor, serta dukungan dari pemerintah tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat agar proses rehabilitasi dan pembangunan kembali infrastruktur yang terdampak bencana dapat segera direalisasikan.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Pusdalops-PB telah menyampaikan keterangan dan laporan mengenai kejadian bencana serta kondisi kerusakan infrastruktur sebagai bahan koordinasi dan tindak lanjut penanganan oleh pihak terkait.
Masyarakat Kecamatan Mesuji berharap adanya perhatian dan langkah nyata dari seluruh pemangku kepentingan agar perbaikan jalan dan jembatan dapat segera dilaksanakan. Dengan demikian, akses pendidikan, pelayanan masyarakat, serta kegiatan perekonomian warga dapat kembali berjalan normal dan tidak mengalami gangguan berkepanjangan ataupun terputus akibat rusaknya infrastruktur yang menjadi akses utama masyarakat.




