LamanQu.Com – PT KAI Daop 2 Bandung melarang penggunaan pernak-pernik klub sepak bola bagi penumpang. Oleh karena itu, aturan ini berlaku di stasiun maupun gerbong kereta.
Selain itu, maklumat ini bertepatan dengan instruksi kedatangan lebih awal pada akhir pekan. Langkah tersebut bertujuan menghindari keterlambatan akibat potensi macet.
Maka dari itu, antisipasi dilakukan menyambut pertandingan Persib di GBLA. Kepadatan jalan diperkirakan bertahan hingga acara konvoi selesai.
Selanjutnya, pihak manajemen mengajak publik menjaga ketertiban. Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo memberikan pernyataan resmi.
“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan selama berada di lingkungan stasiun maupun di dalam perjalanan kereta api. Untuk itu, pelanggan diimbau agar tidak menggunakan atribut sepak bola dari masing-masing klub demi menjaga suasana perjalanan tetap kondusif dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa,” katanya.
Sementara itu, kebijakan pelarangan simbol olahraga ini menjadi tindakan pencegahan. Hal tersebut demi memitigasi bentrokan psikologis antarpenumpang di area publik.
Terlebih lagi, mobilisasi suporter sepak bola diproyeksikan menimbulkan hambatan lalu lintas parah. Arus kendaraan menuju stadion akan mengalami kelumpuhan.
Oleh sebab itu, situasi ini dapat mengganggu perjalanan warga menuju stasiun. Beberapa titik krusial meliputi rute Kiaracondong serta wilayah Cimekar.
Kemudian, Kuswardojo juga meminta masyarakat mengantisipasi waktu keberangkatan kereta. Beliau menyampaikan pesan khusus kepada seluruh calon penumpang.
“KAI Daop 2 Bandung mengimbau dan mengingatkan kepada seluruh pengguna jasa kereta api untuk datang lebih awal ke stasiun, khususnya pada tanggal 23 dan 24 Mei 2026. Adanya pertandingan sepak bola Persib dan Persijap di Stadion GBLA diperkirakan meningkatkan kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan menuju stasiun maupun pusat kota,” ujarnya.
Dengan demikian, operasional armada rute jarak jauh dipastikan tetap berjalan normal. Manajemen berkomitmen menjaga ketepatan waktu perjalanan.
Oleh karena itu, koordinasi internal bersama aparat kewilayahan kini semakin diperketat. Langkah ini untuk mengontrol kepadatan pintu masuk stasiun.
Akhirnya, otoritas berharap manajemen perjalanan publik dapat dipersiapkan secara matang. Kuswardojo memberikan imbauan penutup bagi pelanggan.
“Kami berharap seluruh pelanggan dapat merencanakan perjalanannya dengan baik dan datang lebih awal agar perjalanan tetap lancar serta tidak tertinggal kereta api,” pungkasnya.




