• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Selasa, September 8, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Ekobis

Kemenperin Bantah Isu Deindustrialisasi Manufaktur Indonesia Lewat Data BPS Terbaru

Reporter lian
22 Mei 2026
Isu Deindustrialisasi Manufaktur Indonesia
Bagikan ke Whatsapp

LamanQu.Com – Kementerian Perindustrian menepis kabar miring terkait kemunduran sektor manufaktur Indonesia. Oleh karena itu, otoritas mengeluarkan argumentasi resmi.

Penolakan ini bersandar pada data PDB milik Badan Pusat Statistik. Selain itu, catatan ketenagakerjaan juga memperkuat posisi pemerintah.

Pihak kementerian menegaskan bahwa aktivitas pabrikan tetap menjadi motor penggerak ekonomi. Maka dari itu, pertumbuhan sektor ini dinilai konstan.

Menurut data resmi, andil industri hilir justru menanjak signifikan. Selanjutnya, rasio capaian bergerak dari 17,92 persen menuju 19,20 persen.

Perkembangan positif ini terjadi sepanjang triwulan II-2022 hingga triwulan I-2026. Oleh sebab itu, juru bicara kementerian angkat bicara.

Sementara itu, Febri menyatakan, “Berulang kali kami membantah bahwa tidak terjadi deindustrialisasi dini apalagi deindustrialisasi pada sektor manufaktur Indonesia. Dasarnya adalah data BPS yang menunjukkan bahwa ada tren peningkatan pada kontribusi PDB industri pengolahan terhadap PDB nasional,”

Terlebih lagi, beberapa pengamat dinilai keliru membaca data berkala. Mereka menyimpulkan kemerosotan tanpa meneliti perubahan definisi.

Oleh karena itu, pemahaman konsep lapangan usaha lama perlu diluruskan kembali. BPS sempat mengubah klasifikasi pada tahun 2010.

Sebelumnya, sektor air dan komunikasi digabung menjadi satu bagian pangan. Namun demikian, sekarang sektor tersebut sudah dipisahkan.

Pimisahan ini tentu berdampak langsung pada kalkulasi total nilai ekonomi. Akibatnya, rasio angka manufaktur murni terlihat mengecil.

Selain itu, sistem penghitungan harga juga mengalami transformasi metodologi yang signifikan. Penilaian beralih menggunakan dasar harga produsen.

Formulasi baru tersebut kini melonggarkan variabel subsidi serta beban pajak. Dengan demikian, perbandingan antardekade menjadi tidak setara.

Oleh sebab itu, ketidakakuratan analisis komparasi kerap memicu kesimpulan keliru. Fenomena inilah yang melatarbelakangi klaim deindustrialisasi.

“Kami menduga ada kekeliruan pemahaman atas data PDB industri pengolahan dan kontribusinya periode 2005-2025 yang terjadi pada kalangan yang menilai industri pengolahan Indonesia telah mengalami deindustrialisasi. Sayangnya, hal tersebut membawa mereka pada kesimpulan dan rekomendasi yang salah,”

Selanjutnya, indikator ketenagakerjaan juga menunjukkan stabilitas yang kuat. Sektor manufaktur tidak kehilangan pekerja secara masif.

Sementara itu, fenomena perpindahan buruh ke sektor jasa tidak terbukti. Penyerapan tenaga kerja pascapandemi justru melonjak signifikan.

Tercatat ada kenaikan jumlah pekerja pabrik secara berkala. Terlebih lagi, angka serapan naik dari 18,7 juta menjadi 20,3 juta.

Pertumbuhan ini setara dengan peningkatan sebesar 8,63 persen. Oleh sebab itu, dinamika pasar kerja lokal tetap dinilai produktif.

Meskipun angkatan kerja baru melonjak tajam, industri tetap kokoh. Kemudian, para buruh lama terpantau tidak meninggalkan profesi mereka.

Dengan demikian, jika ada sektor lain yang melesat, itu kontribusi pencari kerja baru. Otoritas pun memberikan kesimpulan akhir.

“Industri pengolahan tetap mampu mempertahankan jumlah tenaga kerjanya sampaikan tahun 2025 dan bahkan tumbuh rata-rata sebesar 2,78 persen per tahunnya. Tidak ada shifting atau pergeseran tenaga kerja industri pengolahan keluar sektor ini.”

“Pekerjaan pada industri pengolahan tetap kompetitif dan berkelanjutan dimata pekerjanya ataupun calon tenaga kerja baru yang akan memasuki sektor tersebut,” pungkas Febri.

Tags: Data BPS TerbaruManufaktur Indonesia
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kemenekraf Dukung Jamu Nusantara Tembus Pasar Global Lewat Ekosistem Digital

Next Post

RM Yusuf Indra Kesuma Dorong Pembenahan Tata Kelola Lalu Lintas untuk Atasi Kemacetan Palembang

lian

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Kasdim 0418/Palembang Hadiri Rakor Penanganan Puncak Karhutla 2026 Secara Vicon

Tim Mabes TNI Sosialisasikan Pencegahan Karhutla di Talang Betutu,Dorong Warga Kesiapsiagaan

Babinsa Talang Betutu Bantu Padamkan Kebakaran Lahan di Purnama Regency di Kelurahan Talang Betutu

Asap Karhutla Kian Mengkhawatirkan, Andri Adam Minta Pemkot Palembang Ambil Langkah Cepat

Tinjau Dapur SPPG Cimahi, Stafsus KSP RI: Ada Perlu Diperbaiki AC Ruangan, Air Panas Untuk Cuci Peralatan

PTBA Melesat, Ketua CS 08 Sumsel Acungi Jempol Kepemimpinan Bambang Ismawan

Alfamart Peduli Dampak Kabut Asap, Bagikan Masker dan Minuman Bervitamin C

Sinergi Lintas Entitas Perkuat Hubungan Industrial, Pertamina Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Alih Daya

PLN UID S2JB Raih Penghargaan Bhakti Adipustaka Sumsel 2026, Tegaskan Komitmen Dukung Penguatan Literasi

Berita Populer

Sempat Jadi Dugaan Pelanggaran Berlapis, Kepemilikan Kios Karya Tani Angkat Suara Ke Beberapa Awak Media

Kios Karya Tani
Reporter TNS
27 Agustus 2026

Oku Selatan, LamanQu.Com - Sempat viral di media sosial dan menjadi dugaan pelanggaran berlapis, kios Karya Tani yang berlokasi di...

Read more

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi
Reporter YN
26 Agustus 2026

Jembrana,LamanQu.Com-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sekaligus melakukan _groundbreaking_...

Read more

PLN SustainAction 2026 Kembali Hadir, Buka Kesempatan bagi Inovasi Berkelanjutan

PLN SustainAction 2026 Kembali Hadir, Buka Kesempatan bagi Inovasi Berkelanjutan
Reporter YN
26 Agustus 2026

Jakarta,LamanQu.Com-PT PLN (Persero) kembali menggelar PLN SustainAction 2026 dan mengajak berbagai elemen masyarakat untuk menghadirkan solusi inovatif bagi tantangan pembangunan...

Read more

Nahkodai Golkar Sumsel, Andie Dinialdie Bidik Penguatan Kader dan Penambahan Kursi Legislatif

Nahkodai Golkar Sumsel, Andie Dinialdie Bidik Penguatan Kader dan Penambahan Kursi Legislatif
Reporter YN
3 Agustus 2026

Palembang,LamanQu.Com-Andie Dinialdie resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In