• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Sabtu, Oktober 24, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Ekobis

Kemenperin Bantah Isu Deindustrialisasi Manufaktur Indonesia Lewat Data BPS Terbaru

Reporter lian
22 Mei 2026
Isu Deindustrialisasi Manufaktur Indonesia
Bagikan ke Whatsapp

LamanQu.Com – Kementerian Perindustrian menepis kabar miring terkait kemunduran sektor manufaktur Indonesia. Oleh karena itu, otoritas mengeluarkan argumentasi resmi.

Penolakan ini bersandar pada data PDB milik Badan Pusat Statistik. Selain itu, catatan ketenagakerjaan juga memperkuat posisi pemerintah.

Pihak kementerian menegaskan bahwa aktivitas pabrikan tetap menjadi motor penggerak ekonomi. Maka dari itu, pertumbuhan sektor ini dinilai konstan.

Menurut data resmi, andil industri hilir justru menanjak signifikan. Selanjutnya, rasio capaian bergerak dari 17,92 persen menuju 19,20 persen.

Perkembangan positif ini terjadi sepanjang triwulan II-2022 hingga triwulan I-2026. Oleh sebab itu, juru bicara kementerian angkat bicara.

Sementara itu, Febri menyatakan, “Berulang kali kami membantah bahwa tidak terjadi deindustrialisasi dini apalagi deindustrialisasi pada sektor manufaktur Indonesia. Dasarnya adalah data BPS yang menunjukkan bahwa ada tren peningkatan pada kontribusi PDB industri pengolahan terhadap PDB nasional,”

Terlebih lagi, beberapa pengamat dinilai keliru membaca data berkala. Mereka menyimpulkan kemerosotan tanpa meneliti perubahan definisi.

Oleh karena itu, pemahaman konsep lapangan usaha lama perlu diluruskan kembali. BPS sempat mengubah klasifikasi pada tahun 2010.

Sebelumnya, sektor air dan komunikasi digabung menjadi satu bagian pangan. Namun demikian, sekarang sektor tersebut sudah dipisahkan.

Pimisahan ini tentu berdampak langsung pada kalkulasi total nilai ekonomi. Akibatnya, rasio angka manufaktur murni terlihat mengecil.

Selain itu, sistem penghitungan harga juga mengalami transformasi metodologi yang signifikan. Penilaian beralih menggunakan dasar harga produsen.

Formulasi baru tersebut kini melonggarkan variabel subsidi serta beban pajak. Dengan demikian, perbandingan antardekade menjadi tidak setara.

Oleh sebab itu, ketidakakuratan analisis komparasi kerap memicu kesimpulan keliru. Fenomena inilah yang melatarbelakangi klaim deindustrialisasi.

“Kami menduga ada kekeliruan pemahaman atas data PDB industri pengolahan dan kontribusinya periode 2005-2025 yang terjadi pada kalangan yang menilai industri pengolahan Indonesia telah mengalami deindustrialisasi. Sayangnya, hal tersebut membawa mereka pada kesimpulan dan rekomendasi yang salah,”

Selanjutnya, indikator ketenagakerjaan juga menunjukkan stabilitas yang kuat. Sektor manufaktur tidak kehilangan pekerja secara masif.

Sementara itu, fenomena perpindahan buruh ke sektor jasa tidak terbukti. Penyerapan tenaga kerja pascapandemi justru melonjak signifikan.

Tercatat ada kenaikan jumlah pekerja pabrik secara berkala. Terlebih lagi, angka serapan naik dari 18,7 juta menjadi 20,3 juta.

Pertumbuhan ini setara dengan peningkatan sebesar 8,63 persen. Oleh sebab itu, dinamika pasar kerja lokal tetap dinilai produktif.

Meskipun angkatan kerja baru melonjak tajam, industri tetap kokoh. Kemudian, para buruh lama terpantau tidak meninggalkan profesi mereka.

Dengan demikian, jika ada sektor lain yang melesat, itu kontribusi pencari kerja baru. Otoritas pun memberikan kesimpulan akhir.

“Industri pengolahan tetap mampu mempertahankan jumlah tenaga kerjanya sampaikan tahun 2025 dan bahkan tumbuh rata-rata sebesar 2,78 persen per tahunnya. Tidak ada shifting atau pergeseran tenaga kerja industri pengolahan keluar sektor ini.”

“Pekerjaan pada industri pengolahan tetap kompetitif dan berkelanjutan dimata pekerjanya ataupun calon tenaga kerja baru yang akan memasuki sektor tersebut,” pungkas Febri.

Tags: Data BPS TerbaruManufaktur Indonesia
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kemenekraf Dukung Jamu Nusantara Tembus Pasar Global Lewat Ekosistem Digital

Next Post

RM Yusuf Indra Kesuma Dorong Pembenahan Tata Kelola Lalu Lintas untuk Atasi Kemacetan Palembang

lian

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

THE 1O1 Palembang Rajawali Gelar CSR “1O1 Cares – Little Lungs, Big Care” untuk Dukung Kesehatan Anak di Kawasan TPA Karya Jaya

Ribuan Masker Dibagikan Kepada Masyarakat, Berikut Disampaikan Ketua Astindo Sumsel

Kematian Jon Daus Dipertanyakan, Keluarga Desak Polda Sumsel Segera Ekshumasi Jenazah

Polda Sumsel Tangani 62 Perkara Karhutla, Kapolda Tegaskan Penegakan Hukum Berbasis Ilmiah

Akselarasi Investasi Sumsel Harus Berkolaborasi Seluruh Pemangku Kepentingan, Ini Beberapa Hal Diungkap Kadis

Chairul Matdiah: Jangan Beri Ampun Korporasi Pembakar Lahan

Jaga Kondusivitas Sumsel, Bagindo Togar Apresiasi Dirintelkam Polda Sumsel Kedepankan Dialog dan Kolaborasi

Herison Bidik Yongmoodo Sumsel Mandiri, Pembinaan Atlet Diperluas ke 17 Kabupaten/Kota

Berita Populer

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap
Reporter YN
14 Oktober 2026

Palembang,LamanQu.Com-Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Sumatera Selatan terlihat melakukan kegiatan sosial membagikan seribu bingkisan berupa vitamin, madu,...

Read more

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan
Reporter YN
17 Oktober 2026

Banyuasin,LamanQu.Com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin (Pemkab) dalam ini Bupati Banyuasin...

Read more

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan
Reporter YN
14 Oktober 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com— Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penindakan terhadap aksi premanisme di seluruh wilayah...

Read more

Lebri Oktora Desak Kapolda Sumsel Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung dan Insan Pers

Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung
Reporter Editor Sumsel
14 Oktober 2026

Palembang, LamanQu.Com — Konsultan Hukum dan Aktivis Sumatera Selatan dari Yayasan Bantuan Hukum Sumsel Berkeadilan, Lebri Oktora, S.H., mendesak Kapolda...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In