• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Jumat, Mei 22, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Ekobis

Kemenperin Bantah Isu Deindustrialisasi Manufaktur Indonesia Lewat Data BPS Terbaru

Reporter lian
22 Mei 2026
Isu Deindustrialisasi Manufaktur Indonesia
Bagikan ke Whatsapp

LamanQu.Com – Kementerian Perindustrian menepis kabar miring terkait kemunduran sektor manufaktur Indonesia. Oleh karena itu, otoritas mengeluarkan argumentasi resmi.

Penolakan ini bersandar pada data PDB milik Badan Pusat Statistik. Selain itu, catatan ketenagakerjaan juga memperkuat posisi pemerintah.

Pihak kementerian menegaskan bahwa aktivitas pabrikan tetap menjadi motor penggerak ekonomi. Maka dari itu, pertumbuhan sektor ini dinilai konstan.

Menurut data resmi, andil industri hilir justru menanjak signifikan. Selanjutnya, rasio capaian bergerak dari 17,92 persen menuju 19,20 persen.

Perkembangan positif ini terjadi sepanjang triwulan II-2022 hingga triwulan I-2026. Oleh sebab itu, juru bicara kementerian angkat bicara.

Sementara itu, Febri menyatakan, “Berulang kali kami membantah bahwa tidak terjadi deindustrialisasi dini apalagi deindustrialisasi pada sektor manufaktur Indonesia. Dasarnya adalah data BPS yang menunjukkan bahwa ada tren peningkatan pada kontribusi PDB industri pengolahan terhadap PDB nasional,”

Terlebih lagi, beberapa pengamat dinilai keliru membaca data berkala. Mereka menyimpulkan kemerosotan tanpa meneliti perubahan definisi.

Oleh karena itu, pemahaman konsep lapangan usaha lama perlu diluruskan kembali. BPS sempat mengubah klasifikasi pada tahun 2010.

Sebelumnya, sektor air dan komunikasi digabung menjadi satu bagian pangan. Namun demikian, sekarang sektor tersebut sudah dipisahkan.

Pimisahan ini tentu berdampak langsung pada kalkulasi total nilai ekonomi. Akibatnya, rasio angka manufaktur murni terlihat mengecil.

Selain itu, sistem penghitungan harga juga mengalami transformasi metodologi yang signifikan. Penilaian beralih menggunakan dasar harga produsen.

Formulasi baru tersebut kini melonggarkan variabel subsidi serta beban pajak. Dengan demikian, perbandingan antardekade menjadi tidak setara.

Oleh sebab itu, ketidakakuratan analisis komparasi kerap memicu kesimpulan keliru. Fenomena inilah yang melatarbelakangi klaim deindustrialisasi.

“Kami menduga ada kekeliruan pemahaman atas data PDB industri pengolahan dan kontribusinya periode 2005-2025 yang terjadi pada kalangan yang menilai industri pengolahan Indonesia telah mengalami deindustrialisasi. Sayangnya, hal tersebut membawa mereka pada kesimpulan dan rekomendasi yang salah,”

Selanjutnya, indikator ketenagakerjaan juga menunjukkan stabilitas yang kuat. Sektor manufaktur tidak kehilangan pekerja secara masif.

Sementara itu, fenomena perpindahan buruh ke sektor jasa tidak terbukti. Penyerapan tenaga kerja pascapandemi justru melonjak signifikan.

Tercatat ada kenaikan jumlah pekerja pabrik secara berkala. Terlebih lagi, angka serapan naik dari 18,7 juta menjadi 20,3 juta.

Pertumbuhan ini setara dengan peningkatan sebesar 8,63 persen. Oleh sebab itu, dinamika pasar kerja lokal tetap dinilai produktif.

Meskipun angkatan kerja baru melonjak tajam, industri tetap kokoh. Kemudian, para buruh lama terpantau tidak meninggalkan profesi mereka.

Dengan demikian, jika ada sektor lain yang melesat, itu kontribusi pencari kerja baru. Otoritas pun memberikan kesimpulan akhir.

“Industri pengolahan tetap mampu mempertahankan jumlah tenaga kerjanya sampaikan tahun 2025 dan bahkan tumbuh rata-rata sebesar 2,78 persen per tahunnya. Tidak ada shifting atau pergeseran tenaga kerja industri pengolahan keluar sektor ini.”

“Pekerjaan pada industri pengolahan tetap kompetitif dan berkelanjutan dimata pekerjanya ataupun calon tenaga kerja baru yang akan memasuki sektor tersebut,” pungkas Febri.

Tags: Data BPS TerbaruManufaktur Indonesia
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kemenekraf Dukung Jamu Nusantara Tembus Pasar Global Lewat Ekosistem Digital

Next Post

RM Yusuf Indra Kesuma Dorong Pembenahan Tata Kelola Lalu Lintas untuk Atasi Kemacetan Palembang

lian

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Kemenperin Bantah Isu Deindustrialisasi Manufaktur Indonesia Lewat Data BPS Terbaru

Kemenekraf Dukung Jamu Nusantara Tembus Pasar Global Lewat Ekosistem Digital

Kawasan Lahan CGC Palembang Akan Dibuat Konsep Bagi UMKM, Berikut Yang Disampaikan

Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Perkuat Harmoni dengan Alam untuk Dukung Keandalan Energi Berkelanjutan

Dukung Operasional Andal, Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Tingkatkan Awareness Safety melalui Diskusi Antarpekerja

SAPA UMKM Resmi Dirilis, Kemendagri Minta Kepala Daerah Aktif Mutakhirkan Data

Mengenal Program SMK (3+1), Strategi Baru Kemendikdasmen Cetak Tenaga Kerja Global Berdaya Saing

Soroti Kecurangan SPMB, Komisi X DPR Buka-bukaan Soal Sengkarut SPMB

Sinergi Pemerintah dan PT PAL, Siap Bawa Ekosistem Maritim RI Bersaing di Kancah Global

Berita Populer

Terima ASITA Bali, Wapres Gibran Tegaskan Pariwisata Sebagai Motor Ekonomi Nasional

Bali and Beyond Travel Fair
Reporter lian
14 Mei 2026

LamanQu.Com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima audiensi jajaran pengurus Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA)...

Read more

Resmi Disepakati, Deklarasi Bali Jadi Tonggak Baru Kolaborasi Olahraga Asia Tenggara

Kolaborasi Olahraga Asia Tenggara
Reporter lian
5 Mei 2026

LamanQu.Com - Pertemuan tingkat tinggi bertajuk SEA Ministerial Meeting On Youth and Sports 2026 di The Meru Hotel, Bali, resmi...

Read more

Gandeng Green Diplomacy Network, Wapres Gibran Pacu Kualitas SDM Muda di Kancah Global

Green Diplomacy Network
Reporter lian
21 Mei 2026

LamanQu.Com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima kunjungan kehormatan dari perwakilan Green Diplomacy Network (GDN) di Istana Wakil Presiden,...

Read more

Erick Thohir Ajak Menteri Olahraga Se-Asia Tenggara Reformasi Tata Kelola SEA Games

Tata Kelola SEA Games
Reporter lian
5 Mei 2026

LamanQu.Com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendorong transformasi besar-besaran dalam penyelenggaraan SEA Games. Selain itu, ia menegaskan...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In