LamanQu.Com – Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran Binokasih Mulang Salaka resmi berakhir di Kota Bandung, Sabtu malam. Oleh karena itu, momen ini menjadi penutup rangkaian acara.
Selain itu, pawai mengarak Mahkota Binokasih ini sudah dimulai dari Sumedang sejak awal Mei. Selanjutnya, rombongan bergerak melintasi berbagai kabupaten.
Maka dari itu, puncak acara berakhir melalui kirab budaya kesenian se-Jawa Barat. Kegiatan kolosal tersebut dimulai dari kawasan Kiara Artapark.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin rombongan dengan menaiki kuda putih. Dedi Mulyadi tampak gagah mengenakan pakaian serba putih.
Terlebih lagi, ribuan warga berdiri sangat rapat di sepanjang rute jalan. Rombongan tersebut menyusuri jalur kirab sejauh 3,5 kilometer.
Oleh sebab itu, suasana malam menjadi sangat meriah dengan antusiasme masyarakat. Warga tampak antusias mengabadikan iring-iringan budaya menggunakan ponsel.
Kemudian, sebuah kereta kencana mewah melaju perlahan tepat di belakang rombongan utama. Parade ini diikuti perwakilan dari 27 daerah.
Bahkan, acara ini juga dimeriahkan oleh delegasi seni dari berbagai provinsi luar Jawa. Di antaranya berasal dari Bali dan Aceh.
Selain itu, sejumlah tokoh penting tampak ikut serta dalam rombongan. Tokoh tersebut meliputi Raja Sumedang Larang serta Wali Kota Bandung.
Terkait hal tersebut, rombongan akhirnya tiba di halaman Gedung Sate malam hari. Dengan demikian, kedatangan mereka langsung disambut meriah.
Selanjutnya, setiap perwakilan daerah diberikan kesempatan tampil menunjukkan seni tradisional. Atraksi memukau seperti tari Jaipong ditampilkan bergantian.
Akhirnya, kegiatan Milangkala Tatar Sunda ini sukses menjadi panggung keberagaman budaya. Penampilan luar biasa tersebut berhasil menyatukan seluruh masyarakat.









