• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Jumat, Juni 26, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News Sumsel

Lebaran di Bawah Bayang-Bayang Serakahnomics

Reporter YN
20 Maret 2026
Lebaran di Bawah Bayang-Bayang Serakahnomics
Bagikan ke Whatsapp

Palembang. Lamanqu. Com

​Di atas meja kayu yang mulai kusam, uap tipis mengepul dari secangkir kopi hitam. Takarannya tetap: pahit yang dominan dengan sesisip gula yang samar—sebuah metafora kecil tentang hidup di negeri ini. Pahitnya nyata, manisnya hanya sekadar janji kampanye atau pemanis kebijakan yang seringkali hambar saat sampai di lidah rakyat jelata.

 

​Lebaran tahun ini, 1447 Hijriah, datang dengan ritus yang sama. Di sela-sela kunyahan ketupat dan aroma opor yang gurih, muncul pertanyaan-pertanyaan “template” yang menghunjam jantung privasi: “Kapan nikah?”, “Sudah kerja di mana?”, atau “Kapan menyusul punya rumah?” Bagi banyak orang, ini adalah momen penghakiman personal. Seolah-olah, keterlambatan dalam menapaki tangga sosial adalah murni dosa individu, akibat kurang kerja keras atau kurang lincah menjemput takdir.

 

​Namun, mari kita letakkan cangkir kopi sejenak dan melihat lebih jernih. Di balik pertanyaan-pertanyaan klise itu, ada realitas sosiopolitik yang jauh lebih kelam. Kita tidak sedang malas; kita sedang dikurung dalam sebuah sangkar besar bernama Serakahnomics. Sebuah tatanan ekonomi yang dibangun bukan untuk kemakmuran bersama, melainkan untuk melayani syahwat akumulasi kapital segelintir elit yang tak pernah merasa cukup.

 

*​Mesin Pemiskin Struktural*

​Dalam tradisi kritis, kita harus berani menunjuk hidung pelakunya. Stagnasi hidup generasi hari ini bukanlah fenomena alam, melainkan desain kebijakan. Mengapa sulit mencari kerja? Jawabannya bukan semata karena “kurang skill”, melainkan akibat deindustrialisasi dan kebijakan pasar kerja fleksibel yang memuja efisiensi di atas martabat manusia.

 

​Teori ketergantungan yang digagas oleh Andre Gunder Frank dalam The Development of Underdevelopment mengingatkan kita bahwa kemiskinan seringkali adalah produk sampingan dari kemajuan semu. Di Indonesia, kita melihat bagaimana sumber daya alam “paru-paru kehidupan rakyat” dikapling-kapling menjadi konsesi besar. Ketika tanah dirampas atas nama investasi, maka kedaulatan agraria runtuh. Petani kehilangan lahan, pemuda desa kehilangan harapan, dan kota-kota besar dipenuhi oleh tentara cadangan tenaga kerja yang bersaing memperebutkan upah murah.

 

​Inilah wujud nyata dari kemiskinan struktural. Sebuah kondisi di mana seseorang tidak berdaya bukan karena cacat karakter, melainkan karena akses terhadap alat produksi dan distribusi kekayaan telah diblokade oleh tembok raksasa bernama oligarki.

 

*​Pernikahan: Antara Sakralitas dan Spekulasi*

​Lalu, bagaimana dengan pertanyaan “Kapan nikah?” yang selalu menghantui? Dalam sistem Serakahnomics, pernikahan bukan lagi sekadar urusan cinta atau ibadah, melainkan kalkulasi finansial yang mencekik. Harga tanah dan properti tidak lagi ditentukan oleh kebutuhan manusia, melainkan oleh nafsu spekulan.

 

​Negara, yang seharusnya menjadi wasit bagi keadilan hunian, seringkali justru menjadi fasilitator bagi para pengembang raksasa. Akibatnya, rumah tangga menjadi barang mewah yang tak terjangkau oleh kelas pekerja. Anak muda dipaksa memilih: menunda pernikahan atau hidup dalam jeratan utang seumur hidup demi sepetak tanah yang harganya melampaui logika upah tahunan.

 

​Kesalahan ini bukan pada niat sang pemuda, tapi pada sistem yang membiarkan tanah menjadi komoditas judi bagi kaum kapitalis. Padahal, peringatan langit sudah sangat terang. Dalam Surat Al-Hasyr ayat 7, Tuhan memerintahkan agar harta tidak hanya beredar di kalangan orang kaya saja. Sebuah perintah untuk distribusi keadilan yang hari ini justru dilanggar secara berjamaah oleh sistem ekonomi kita.

 

*​Menuju Fajar yang Adil*

​Maka, Lebaran kali ini seharusnya menjadi momentum untuk melakukan refleksi kolektif sebuah “Ijtihad Sosial”. Kita butuh sistem baru yang lebih adil. Sistem yang menempatkan manusia sebagai pusat, bukan profit. Kita butuh Reforma Agraria yang sejati, di mana tanah kembali ke tangan mereka yang mengolahnya, dan kebijakan ekonomi yang memprioritaskan kedaulatan rakyat di atas kepentingan korporasi transnasional.

 

​Hidup yang adil, makmur, dan bahagia hanya bisa dicapai jika kita berani memutus rantai Serakahnomics. Kebahagiaan tidak boleh menjadi hak eksklusif mereka yang berada di puncak piramida kekuasaan. Ia harus menjadi milik abang ojek, petani gurem, buruh pabrik, dan para sarjana yang masih mencari jalan di tengah belantara ketidakpastian.

 

​Selesaikan kopimu. Biarkan ampasnya mengendap sebagai pengingat bahwa realitas memang pahit, namun kesadaran adalah awal dari perlawanan. Jangan biarkan pertanyaan-pertanyaan Lebaran itu meruntuhkan harga dirimu. Katakan pada mereka: “Saya sedang berjuang di tengah sistem yang zalim, dan perjuangan ini adalah bagian dari ibadah saya untuk mencari keadilan.”

 

​Di ujung Syawal yang fitri, saat gema takbir masih menyisakan getar di sanubari, izinkan jemari yang berlumur debu perjuangan ini bersimpuh dalam kata. Di antara harum cengkih dan uap pekat kopi hitam, ada rindu yang ingin ditunaikan, ada khilaf yang mohon dimaafkan.

 

*​Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.*

​Biarkan jiwa kita kembali suci, seputih kapas yang tak terjamah noda keserakahan. Semoga kemenangan ini bukan sekadar tentang baju baru, melainkan tentang lahirnya keberanian baru untuk berdiri tegak di atas kebenaran.

 

​Salam takzim dari tepian cangkir,

*​Ki Edi Susilo*
Penikmat Kopi Hitam dengan Sedikit Gula

ADVERTISEMENT
Previous Post

NPCI Sumsel–Polrestabes Palembang Berbagi di Bulan Ramadhan, Menebar Kebaikan, Meraih Keberkahan

Next Post

Kakanwil Ditjenpas Sumsel Ikuti Sholat Idul Fitri 1447 H, Penyerahan Remisi, dan Penguatan Pengamanan Kunjungan Lebaran di Rutan Palembang

YN

Info Terkait

LBH HBB Nusantara Dorong Penyelesaian Berbasis Perlindungan Anak dalam Kasus Perundungan Viral

LBH HBB Nusantara Dorong Penyelesaian Berbasis Perlindungan Anak dalam Kasus Perundungan Viral

25 Juni 2026
Alfamart dan Nestlé Indonesia Perluas Jangkauan Program Sahabat Posyandu untuk Ribuan Ibu dan Anak

Alfamart dan Nestlé Indonesia Perluas Jangkauan Program Sahabat Posyandu untuk Ribuan Ibu dan Anak

25 Juni 2026
Pengusaha Muda Diminta Jadi Agen Perubahan, HIPMI Palembang Fokus pada Ekonomi Kerakyatan

Pengusaha Muda Diminta Jadi Agen Perubahan, HIPMI Palembang Fokus pada Ekonomi Kerakyatan

25 Juni 2026
Menjaga Asa Tumbuh Kembang Anak, Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Hadirkan Dukungan Nutrisi bagi Keluarga Berisiko Stunting

Menjaga Asa Tumbuh Kembang Anak, Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Hadirkan Dukungan Nutrisi bagi Keluarga Berisiko Stunting

25 Juni 2026
Sukses Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Operator Scaffolding, Project Sumatra R&P, Kilang Plaju, dan Disnakertrans Sumsel Dorong Kesiapan Tenaga Kerja Lokal

Sukses Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Operator Scaffolding, Project Sumatra R&P, Kilang Plaju, dan Disnakertrans Sumsel Dorong Kesiapan Tenaga Kerja Lokal

24 Juni 2026
Raih PROPER Emas Empat Kali Berturut-turut, Kilang Plaju Jadi Contoh Sukses Praktik Keberlanjutan Lingkungan di Sumsel

Raih PROPER Emas Empat Kali Berturut-turut, Kilang Plaju Jadi Contoh Sukses Praktik Keberlanjutan Lingkungan di Sumsel

24 Juni 2026

Berita Terbaru

Kolaborasi Disnakertrans Muba dengan PT Baturona Adimulya Buka Loker Driver Dump Truck (DT) Harian

BERSATU MELAWAN NARKOBA: Tanggung Jawab Moral, Agama, dan Sosial dalam Menolak Kejahatan Jalanan di Sumatera Selatan

Bupati OKU Selatan Pimpin Rapat Tindak Lanjut LHP dan Penguatan SPIP

Jenderal Kosasih Beri Kuliah Umum kepada Ratusan Mahasiswa UNINUS Bandung

Tidak Hanya Dirasa oleh Para Murid, Program MBG juga Dongkrak Perekonomian Warga Sekitar Dapur MBG

Kedepankan Semangat Kolaborasi, Disnakertrans Muba Jamin Investasi Aman dan Hak Masyarakat Transmigrasi Air Balui SP 2 Terjaga

Petani Harus Mempunyai Sifat Enterprenuer Untuk Produknya, Berikut Penjelasannya

Disdik Sumsel Optimistis Cetak Juara Nasional dari O2SN 2026

DPD Horas Bangso Batak (HBB) Sumsel Audiensi dan Silaturahmi dengan Dirintelkam Polda Sumsel

Berita Populer

Kolaborasi Strategis Disnakertrans Muba dan PT AMS: Buka Lowongan Kerja 22 Posisi, Bupati Tegaskan Prioritas Warga Ber-KTP Muba Sesuai Perda No. 2 Tahun 2020

Kolaborasi Strategis Disnakertrans Muba dan PT AMS: Buka Lowongan Kerja 22 Posisi, Bupati Tegaskan Prioritas Warga Ber-KTP Muba Sesuai Perda No. 2 Tahun 2020
Reporter YN
9 Juni 2026

SEKAYU, MUBA, LamanQu. Com-Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus bergerak cepat dalam memperluas penyerapan...

Read more

Ekonomi Tumbuh 5,76 Persen, Wali Kota Bandung Dorong Koperasi jadi Penggerak Pemerataan

Koperasi
Reporter UMR
10 Juni 2026

Bandung, LamanQu.Com - Laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandung mencapai 5,76 persen pada triwulan pertama tahun 2026, melampaui capaian tahun sebelumnya...

Read more

DPRD Sumsel Tetapkan 7 Komisioner KPID Periode 2026–2029, Tinggal Menunggu Pelantikan

DPRD Sumsel Tetapkan 7 Komisioner KPID Periode 2026–2029, Tinggal Menunggu Pelantikan
Reporter YN
9 Juni 2026

PALEMBANG,LamanQu. Com- Proses seleksi calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sumatera Selatan periode 2026–2029 akhirnya tuntas. Komisi I...

Read more

Maraknya Begal Resahkan Warga, Polda Sumsel Gelar FGD dan Sosialisasi Pencegahan Kriminalitas Jalanan

Maraknya Begal Resahkan Warga, Polda Sumsel Gelar FGD dan Sosialisasi Pencegahan Kriminalitas Jalanan
Reporter YN
20 Juni 2026

Palembang,LamanQu.Com-Untuk merespon maraknya kejahatan jalanan, Polda Sumatera Selatan bersama dengan Forum Kepala Desa (FKD) di Kecamatan Indralaya Utara menggelar Focus...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In