• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Minggu, Mei 10, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News Sumsel

Lebaran di Bawah Bayang-Bayang Serakahnomics

Reporter YN
20 Maret 2026
Lebaran di Bawah Bayang-Bayang Serakahnomics
Bagikan ke Whatsapp

Palembang. Lamanqu. Com

​Di atas meja kayu yang mulai kusam, uap tipis mengepul dari secangkir kopi hitam. Takarannya tetap: pahit yang dominan dengan sesisip gula yang samar—sebuah metafora kecil tentang hidup di negeri ini. Pahitnya nyata, manisnya hanya sekadar janji kampanye atau pemanis kebijakan yang seringkali hambar saat sampai di lidah rakyat jelata.

 

​Lebaran tahun ini, 1447 Hijriah, datang dengan ritus yang sama. Di sela-sela kunyahan ketupat dan aroma opor yang gurih, muncul pertanyaan-pertanyaan “template” yang menghunjam jantung privasi: “Kapan nikah?”, “Sudah kerja di mana?”, atau “Kapan menyusul punya rumah?” Bagi banyak orang, ini adalah momen penghakiman personal. Seolah-olah, keterlambatan dalam menapaki tangga sosial adalah murni dosa individu, akibat kurang kerja keras atau kurang lincah menjemput takdir.

 

​Namun, mari kita letakkan cangkir kopi sejenak dan melihat lebih jernih. Di balik pertanyaan-pertanyaan klise itu, ada realitas sosiopolitik yang jauh lebih kelam. Kita tidak sedang malas; kita sedang dikurung dalam sebuah sangkar besar bernama Serakahnomics. Sebuah tatanan ekonomi yang dibangun bukan untuk kemakmuran bersama, melainkan untuk melayani syahwat akumulasi kapital segelintir elit yang tak pernah merasa cukup.

 

*​Mesin Pemiskin Struktural*

​Dalam tradisi kritis, kita harus berani menunjuk hidung pelakunya. Stagnasi hidup generasi hari ini bukanlah fenomena alam, melainkan desain kebijakan. Mengapa sulit mencari kerja? Jawabannya bukan semata karena “kurang skill”, melainkan akibat deindustrialisasi dan kebijakan pasar kerja fleksibel yang memuja efisiensi di atas martabat manusia.

 

​Teori ketergantungan yang digagas oleh Andre Gunder Frank dalam The Development of Underdevelopment mengingatkan kita bahwa kemiskinan seringkali adalah produk sampingan dari kemajuan semu. Di Indonesia, kita melihat bagaimana sumber daya alam “paru-paru kehidupan rakyat” dikapling-kapling menjadi konsesi besar. Ketika tanah dirampas atas nama investasi, maka kedaulatan agraria runtuh. Petani kehilangan lahan, pemuda desa kehilangan harapan, dan kota-kota besar dipenuhi oleh tentara cadangan tenaga kerja yang bersaing memperebutkan upah murah.

 

​Inilah wujud nyata dari kemiskinan struktural. Sebuah kondisi di mana seseorang tidak berdaya bukan karena cacat karakter, melainkan karena akses terhadap alat produksi dan distribusi kekayaan telah diblokade oleh tembok raksasa bernama oligarki.

 

*​Pernikahan: Antara Sakralitas dan Spekulasi*

​Lalu, bagaimana dengan pertanyaan “Kapan nikah?” yang selalu menghantui? Dalam sistem Serakahnomics, pernikahan bukan lagi sekadar urusan cinta atau ibadah, melainkan kalkulasi finansial yang mencekik. Harga tanah dan properti tidak lagi ditentukan oleh kebutuhan manusia, melainkan oleh nafsu spekulan.

 

​Negara, yang seharusnya menjadi wasit bagi keadilan hunian, seringkali justru menjadi fasilitator bagi para pengembang raksasa. Akibatnya, rumah tangga menjadi barang mewah yang tak terjangkau oleh kelas pekerja. Anak muda dipaksa memilih: menunda pernikahan atau hidup dalam jeratan utang seumur hidup demi sepetak tanah yang harganya melampaui logika upah tahunan.

 

​Kesalahan ini bukan pada niat sang pemuda, tapi pada sistem yang membiarkan tanah menjadi komoditas judi bagi kaum kapitalis. Padahal, peringatan langit sudah sangat terang. Dalam Surat Al-Hasyr ayat 7, Tuhan memerintahkan agar harta tidak hanya beredar di kalangan orang kaya saja. Sebuah perintah untuk distribusi keadilan yang hari ini justru dilanggar secara berjamaah oleh sistem ekonomi kita.

 

*​Menuju Fajar yang Adil*

​Maka, Lebaran kali ini seharusnya menjadi momentum untuk melakukan refleksi kolektif sebuah “Ijtihad Sosial”. Kita butuh sistem baru yang lebih adil. Sistem yang menempatkan manusia sebagai pusat, bukan profit. Kita butuh Reforma Agraria yang sejati, di mana tanah kembali ke tangan mereka yang mengolahnya, dan kebijakan ekonomi yang memprioritaskan kedaulatan rakyat di atas kepentingan korporasi transnasional.

 

​Hidup yang adil, makmur, dan bahagia hanya bisa dicapai jika kita berani memutus rantai Serakahnomics. Kebahagiaan tidak boleh menjadi hak eksklusif mereka yang berada di puncak piramida kekuasaan. Ia harus menjadi milik abang ojek, petani gurem, buruh pabrik, dan para sarjana yang masih mencari jalan di tengah belantara ketidakpastian.

 

​Selesaikan kopimu. Biarkan ampasnya mengendap sebagai pengingat bahwa realitas memang pahit, namun kesadaran adalah awal dari perlawanan. Jangan biarkan pertanyaan-pertanyaan Lebaran itu meruntuhkan harga dirimu. Katakan pada mereka: “Saya sedang berjuang di tengah sistem yang zalim, dan perjuangan ini adalah bagian dari ibadah saya untuk mencari keadilan.”

 

​Di ujung Syawal yang fitri, saat gema takbir masih menyisakan getar di sanubari, izinkan jemari yang berlumur debu perjuangan ini bersimpuh dalam kata. Di antara harum cengkih dan uap pekat kopi hitam, ada rindu yang ingin ditunaikan, ada khilaf yang mohon dimaafkan.

 

*​Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.*

​Biarkan jiwa kita kembali suci, seputih kapas yang tak terjamah noda keserakahan. Semoga kemenangan ini bukan sekadar tentang baju baru, melainkan tentang lahirnya keberanian baru untuk berdiri tegak di atas kebenaran.

 

​Salam takzim dari tepian cangkir,

*​Ki Edi Susilo*
Penikmat Kopi Hitam dengan Sedikit Gula

ADVERTISEMENT
Previous Post

NPCI Sumsel–Polrestabes Palembang Berbagi di Bulan Ramadhan, Menebar Kebaikan, Meraih Keberkahan

Next Post

Kakanwil Ditjenpas Sumsel Ikuti Sholat Idul Fitri 1447 H, Penyerahan Remisi, dan Penguatan Pengamanan Kunjungan Lebaran di Rutan Palembang

YN

Info Terkait

Wujudkan SDM dan Pekerja Unggul, Bupati Muba Instruksikan Perusahaan Perkebunan, Tambang, dan Migas Percepat Sertifikasi Pekerja

Wujudkan SDM dan Pekerja Unggul, Bupati Muba Instruksikan Perusahaan Perkebunan, Tambang, dan Migas Percepat Sertifikasi Pekerja

10 Mei 2026

Dari Tanah ke Keramik, RTLH TMMD Reg 128 Kodim 0725/Sragen Ubah Rumah Warga Jadi Lebih Nyaman

10 Mei 2026
SDN 133 Palembang Gelar Persami, Latih Disiplin dan Tanggung Jawab Siswa

SDN 133 Palembang Gelar Persami, Latih Disiplin dan Tanggung Jawab Siswa

10 Mei 2026

Kebersamaan di Balik Pengecoran Jalan, Satgas TMMD dan Warga Sarapan Bersama di Tengah Sawah

10 Mei 2026

Kabut Asap Tebal Menyelimuti Lokasi TMMD Reg ke-128 Kodim 0725/Sragen

10 Mei 2026

Kepala Staff Kodim Sragen Jajal Jalan Baru Hasil TMMD

10 Mei 2026

Berita Terbaru

SDN 133 Palembang Gelar Persami, Latih Disiplin dan Tanggung Jawab Siswa

Kebersamaan di Balik Pengecoran Jalan, Satgas TMMD dan Warga Sarapan Bersama di Tengah Sawah

Kabut Asap Tebal Menyelimuti Lokasi TMMD Reg ke-128 Kodim 0725/Sragen

Kepala Staff Kodim Sragen Jajal Jalan Baru Hasil TMMD

Sambut Kepulangan Satgas Yonif 301/Prabu Kian Santang, Pangdam III Siliwangi: Apresiasi dan Penghargaan Setinggi Tingginya

REVOLUSI SEPAKBOLA MINI: KSMI GANDENG BPJS, BAZNAS, BANK SYARIAH, DAN PEGADAIAN

Muba Memanggil: Forum HRD Siap Menjadi Jembatan Emas Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Masyarakat

Aksi Cepat Tim Kesehatan Klinik Pratama Kartika 25 Sragen Tangani Peserta Ketarunaan TMMD Reguler ke-128

Melalui Program SENYUM, Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Terus Tebar Kepedulian untuk Masyarakat

Berita Populer

Erick Thohir Ajak Menteri Olahraga Se-Asia Tenggara Reformasi Tata Kelola SEA Games

Tata Kelola SEA Games
Reporter lian
5 Mei 2026

LamanQu.Com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendorong transformasi besar-besaran dalam penyelenggaraan SEA Games. Selain itu, ia menegaskan...

Read more

Dari Senam hingga Komedi, Disdik Sumsel Peringati Hardiknas dengan Nuansa Kebersamaan

Dari Senam hingga Komedi, Disdik Sumsel Peringati Hardiknas dengan Nuansa Kebersamaan
Reporter YN
5 Mei 2026

Palembang. Lamanqu. Com Suasana Aula Handayani Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan pada Senin, 4 Mei 2026, tampak berbeda dari biasanya....

Read more

Resmi Disepakati, Deklarasi Bali Jadi Tonggak Baru Kolaborasi Olahraga Asia Tenggara

Kolaborasi Olahraga Asia Tenggara
Reporter lian
5 Mei 2026

LamanQu.Com - Pertemuan tingkat tinggi bertajuk SEA Ministerial Meeting On Youth and Sports 2026 di The Meru Hotel, Bali, resmi...

Read more

Ambang Batas Parlemen Jadi Instrumen Efektivitas Demokrasi, Hasto Tekankan Pilihan Rakyat

Ambang Batas Parlemen
Reporter lian
4 Mei 2026

LamanQu.Com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyatakan bahwa penentuan angka ideal ambang batas parlemen (parliamentary threshold) memerlukan mekanisme...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In