Palembang,LamanQu.com-Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sudah membuat Surat Edaran ke per sekolahan menyikapi dengan kabut asap di provinsi Sumsel.
Setiap hari kan kita mengupdate data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di beberapa kota di Sumsel yang benar-benar terdampak. Jadi disana sudah tergambar, bahwa setiap daerah itu tingkat ISPU nya berapa, ada dikategori apa, berbahaya, atau sangat berbahaya.
Bagi sekolah-sekolah di Sumsel, baik Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) maupun Sekolah Luar Biasa (SLB) diberikan kebijakan sesuai dengan tingkat ISPU nya didaerah masing-masing, demikian diutarakan Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (Kabid PKLK) Disdik Provinsi Sumsel Dr Utui Tatang Suntani, S.T., M.M.
Dikatakan Kabid PKLK Disdik Provinsi Sumsel Dr Utui Tatang Suntani, S.T., M.M, kalau memang itu sudah taraf membahayakan boleh dilaksanakan Belajar Jarak Jauh (BJJ). Ada sebagian sekolah sudah memberlakukan jam-jam khusus, misalnya masuk jam 08.30 WIB dan pulangnya jam 12.30 WIB.
Mungkin sampai saat ini belum ada yang diliburkan sekolah, karena tingkat ISPU itu juga dinamis setiap harinya berubah-rubah. Hari ini merah, besok sudah hijau, hari ini hijau, besok merah, besoknya lagi sudah biru, artinya setiap hari itu dinamis.
“Untuk updatenya setiap hari ada updatenya, itu kan ada linknya yang bisa dipantau oleh setiap sekolah. Jadi setiap sekolah bisa membuka link itu yakni di ISPU.KemenLH.go.id itu bisa dilihat per hari ini misalnya seperti ini, baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat, dan berbahaya, tinggal kita lihat,” ujarnya.
Kemudian, misalkan kita ambil contoh hari ini di salah satu kota yakni Palembang, di mana hari ini merah yakni 122 besok bisa jadi hijau. Di Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kemarin merah sekarang sudah hijau yakni 193, dimana 193 itu dia sudah dikategori sedang, kalau hijau dia baik.
Dibawah 101 itu tidak sehat untuk ISPU, kalau dia 51 sampai 100 itu ISPU nya sedang. Bahwa sekolah bisa mengupdate data-data ini dan menyesuaikan untuk jam belajar tatap muka di persekolahan.
“Artinya apakah dia memberlakukan BJJ, apa dia akan memberlakukan jam tatap terbatas seperti itu. Kalau memang dia sudah sampai ditingkat sangat tidak sehat mungkin BJJ yang diambil,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, seperti ini kan kota Palembang sangat tidak sehat untuk hari ini, tapi besok bisa jadi sudah menjadi sehat. Kita sudah memberikan edaran ke per sekolahan menyikapi hal ini sekolahan silahkan mau mengurangi jam tatap muka, mau BJJ menyesuaikan ISPU kabupaten/kota dimana sekolah itu berada.
Kalau BJJ itu online, daring, virtual, kalau sekarang kan banyak medianya bisa dengan zoom, bisa dengan Grup Whats App (WA) dulu sementara. Karena ini kan sifatnya sementara, lain dengan seperti covid-19 kan mungkin waktunya lama tidak bisa diprediksi.
“Kalau ini kan kota berharap tidak terlalu lama, begitu musim hujan selesai. Kalau SLB bisa jadi kita dengan pemberian tugas kalau SLB, ya kalau SLB mungkin tidak memungkinkan untuk mereka daring,” katanya.
Masih dilanjutkannya, mungkin bisa memberikan tugas atau di grup-grup WA orang tuanya, jadi mereka akan dibimbing di grup WA, grup sekolah melalui perantara ortunya masing-masing. Kalau dalam pembelajaran sampai dengan saat ini, masih berjalan normal-normal saja.
Cuma itu tadi, ada beberapa sekolah yang sudah memberlakukan penyesuaian jam tatap muka. Seharusnya karena kabut asap ini tebal pagi hari, baru diberlakukan jam pertama itu di 08.30 WIB termasuk pagi itu di jam 08.30.
“Sedangkan untuk pulangnya sendiri masih seperti biasa yakni jam 13.00 WIB. Sampai sekarang kalau untuk kota Palembang belum ada yang memberlakukan BJJ, belum ada yang memberlakukan penyesuaian tatap muka terkait dengan jam pulang untuk kota Palembang,” ucapnya.
Masih disampaikannya, himbauan kita diantaranya pertama kita menyarankan siswa dan guru untuk memakai masker, mengurangi aktifitas diluar, misalnya dengan meniadakan senam pagi, upacara, kegiatan ekstra yang dilaksanakan di outdoor itu salah satu yang kita sarankan ke sekolah-sekolah.
Kalau di setiap sekolah, rata-rata memang sudah punya UKS, tentu dalam kesempatan ini kami dari Disdik Sumsel juga me warning sekolah-sekolah juga untuk menghadapi kabut asap ini dengan ISPU yang sudah lumayan tinggi untuk kota Palembang.
“Dengan menggunakan masker, memberdayakan anak-anak di UKS jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terkait dengan penyakit yang bisa ditimbulkan dengan kabut asap ini. Dan tapi sejauh ini alhamdulillah aman-aman saja,” imbuhnya.
(Anton)










