Palembang,LamanQu.Com-Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Selatan menggelar rapat optimalisasi pengelolaan hasil kekayaan daerah dan retribusi daerah Provinsi Sumsel Semester I Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Bapenda Sumsel, Kamis (27/8/2026).
Rapat tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama semester pertama sekaligus merumuskan langkah optimalisasi untuk mengejar target hingga akhir tahun.
Kepala Bapenda Provinsi Sumatera Selatan, Dr. H. Achmad Rizwan, S.STP., M.M., mengatakan evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana realisasi pendapatan dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan dalam APBD Tahun Anggaran 2026.
“Rapat ini membahas capaian realisasi dari target yang sudah ditetapkan tahun 2026, baik dari sektor retribusi, BUMD maupun BLUD. Capaian yang belum tercapai kita evaluasi, apa kekurangannya untuk persiapan semester kedua,” ujar Rizwan.
Menurutnya, evaluasi sejak semester pertama penting dilakukan agar berbagai kekurangan maupun hambatan dapat segera diantisipasi. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat tetap berada pada jalur yang sesuai dengan target pendapatan yang telah ditetapkan.
Selain mengevaluasi kinerja semester pertama, rapat tersebut juga menjadi momentum untuk mempersiapkan rencana target pendapatan tahun 2027.
Achmad menjelaskan, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola retribusi, BUMD maupun BLUD diminta menginventarisasi berbagai persoalan yang dihadapi selama semester pertama. Persoalan tersebut kemudian dibahas bersama untuk mendapatkan solusi yang dapat diterapkan pada semester kedua.
“Langkah optimalisasi ini kita lakukan dengan meminta masing-masing stakeholder, baik OPD retribusi, OPD BUMD maupun OPD BLUD, menginventarisasi masalah yang dihadapi pada semester pertama. Setelah itu kita cari solusi bersama untuk mengatasinya,” katanya.
Rizwan mengungkapkan, secara umum pengelolaan retribusi daerah sudah berjalan. Namun, masih terdapat sejumlah objek retribusi yang pemanfaatannya oleh masyarakat belum optimal.

Salah satunya sektor pariwisata dan kunjungan ke museum. Menurutnya, rendahnya kunjungan masyarakat dapat berdampak terhadap penerimaan retribusi dari objek tersebut.
Karena itu, Bapenda mendorong OPD pengelola retribusi untuk lebih aktif melakukan sosialisasi terhadap berbagai objek retribusi yang dimiliki Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
“Kita minta OPD retribusi menggalakkan sosialisasi terhadap objek-objek retribusi yang ada di Sumsel. Misalnya museum, kalau kunjungan masyarakat kurang tentu akan berpengaruh terhadap penerimaan,” jelasnya.
Sementara pada sektor BLUD, optimalisasi diarahkan pada berbagai layanan yang diberikan kepada masyarakat, termasuk layanan rumah sakit serta pemanfaatan dan penyewaan aset daerah.
Bapenda juga terus mendorong agar setiap potensi pendapatan dari pemanfaatan aset dapat dikelola secara optimal dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Dari sisi capaian, Rizwan menyebut realisasi PAD Sumsel hingga 30 Juni 2026 masih dalam proses rekonsiliasi pada Juli. Namun, secara keseluruhan capaian sementara telah berada di kisaran 58 persen dari target PAD.
“Kita optimistis target bisa tercapai. Evaluasi ini dilakukan agar kita tetap on the track sesuai target. Kekurangan dan hambatan yang ada kita selesaikan secara bersama-sama,” ujarnya.
Ia menegaskan, capaian semester pertama menjadi indikator penting untuk menentukan strategi pada semester kedua. Dengan evaluasi yang dilakukan lebih awal, pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah korektif terhadap sektor-sektor yang realisasinya masih berada di bawah target.
BUMD Diminta Tingkatkan Kinerja
Selain retribusi dan BLUD, optimalisasi pendapatan juga menyasar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Rizwan mengatakan, Bapenda berperan sebagai koordinator dalam pengelolaan PAD, sementara pembinaan terhadap BUMD dilakukan oleh Biro Perekonomian. Karena itu, setiap kendala yang ditemukan terkait kinerja BUMD akan dikoordinasikan dengan Biro Perekonomian untuk dilakukan evaluasi.
“Untuk BUMD, kita sebagai koordinator PAD. Sedangkan Biro Ekonomi sebagai pembina BUMD. Kita sampaikan kendala yang ada, kemudian Biro Ekonomi mengevaluasi rencana bisnis dan kinerjanya,” katanya.
Ia menambahkan, BUMD mendapat perhatian khusus dari Gubernur Sumatera Selatan dan Wakil Gubernur Sumsel. Keberadaan BUMD diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi bisnis, tetapi juga mampu memberikan manfaat dan kontribusi nyata terhadap pendapatan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
“BUMD mendapat perhatian dari Pak Gubernur dan Wagub agar bisa memberikan manfaat serta memberikan hasil untuk Pemerintah Provinsi Sumsel,” pungkasnya.
Dengan evaluasi menyeluruh terhadap retribusi, BLUD, BUMD dan berbagai potensi kekayaan daerah, Bapenda Sumsel berharap optimalisasi PAD pada semester kedua 2026 dapat berjalan lebih efektif sehingga target pendapatan daerah yang telah ditetapkan dapat tercapai.
(Yanti)










