PALEMBANG,LamanQu.com– Berakhirnya pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang bukan berarti berakhir pula upaya TNI dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, khususnya akses terhadap air bersih.
Komitmen tersebut disampaikan Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., saat mengecek sejumlah sasaran pembangunan sekaligus kesiapan lokasi penutupan TMMD di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang, Rabu (12/8/2026).
Kolonel Erik mengatakan, program penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor akan tetap dilanjutkan secara bertahap setelah TMMD ke-129 selesai. Pembangunan tersebut akan diarahkan ke wilayah yang berdasarkan hasil pendataan dan survei memang memiliki kebutuhan mendesak terhadap sarana air bersih.
“Setiap bulan nanti ada pembuatan sumur bor. Sebelumnya juga sudah dilakukan di Sei Selincah. Ke depan kita akan melihat pondok pesantren dan lingkungan masyarakat yang memang membutuhkan,” tuturnya.
Menurut Erik, keberlanjutan pembangunan sumur bor merupakan bagian dari upaya TNI Angkatan Darat untuk membantu masyarakat memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar secara lebih layak.
Air bersih, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menunjang berbagai aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan, kegiatan keagamaan, kesehatan dan lingkungan.
“Sumur bor merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, penyediaan air yang layak bagi rakyat menjadi salah satu prioritas TNI AD,” katanya.
Ia menjelaskan, pembangunan sumur bor tidak serta-merta dilakukan berdasarkan permintaan, tetapi terlebih dahulu melalui proses pendataan dan survei di lapangan. Langkah tersebut diperlukan agar bantuan yang diberikan benar-benar menyasar masyarakat maupun fasilitas yang paling membutuhkan.
Kolonel Erik pun membuka ruang bagi masyarakat, pondok pesantren maupun fasilitas umum yang mengalami keterbatasan akses air bersih untuk menyampaikan usulan kepada Kodim 0418/Palembang.
Usulan tersebut nantinya akan menjadi bahan untuk dilakukan verifikasi dan survei sehingga dapat diketahui kondisi serta tingkat kebutuhan di masing-masing lokasi.
“Yang kita prioritaskan adalah masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kalau ada yang membutuhkan sumur bor, bisa disampaikan kepada Kodim untuk kemudian kita survei,” ujarnya.
Manfaat Sumur Bor TMMD
Penyediaan air bersih menjadi salah satu sasaran yang cukup menonjol dalam pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang.
Sejumlah sumur bor dibangun di berbagai lokasi yang membutuhkan, termasuk fasilitas keagamaan dan lingkungan masyarakat. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan warga terhadap sumber air yang terbatas sekaligus mempermudah aktivitas sehari-hari.
Salah satu fasilitas yang mendapat perhatian adalah Rumah Tahfidz Al Fatihah di Talang Jambe. Sumur bor yang dibangun melalui program TMMD menjadi penunjang bagi aktivitas para santri dan pengelola rumah tahfidz.
Selain itu, pembangunan sumur bor juga menyasar sejumlah mushola dan lingkungan masyarakat. Fasilitas tersebut dilengkapi dengan sarana pendukung seperti tower dan tandon air sehingga air dapat ditampung dan dimanfaatkan secara lebih optimal.
Bagi masyarakat, pembangunan fasilitas air bersih menjadi salah satu bentuk manfaat TMMD yang dirasakan secara langsung. Jika pembangunan jalan dan jembatan membuka akses mobilitas, maka sumur bor membantu memenuhi kebutuhan dasar yang digunakan setiap hari.
Seluruh Sasaran TMMD Tuntas
Sementara itu, pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang memasuki tahap akhir menjelang penutupan yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (13/8/2026).
Kolonel Erik memastikan seluruh sasaran yang telah ditetapkan dalam program TMMD ke-129 telah diselesaikan sesuai target atau mencapai 100 persen.
Sasaran tersebut meliputi pembangunan jalan sepanjang sekitar 750 meter, sumur bor, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), jembatan, pos kamling, rehabilitasi mushola, fasilitas umum serta sejumlah kegiatan pendukung lainnya.
Pembangunan jalan menjadi salah satu sasaran yang memberikan dampak terhadap mobilitas masyarakat. Jalan tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih mudah bagi warga sekaligus mendukung aktivitas sosial dan perekonomian di wilayah Talang Jambe.
Di sisi lain, rehabilitasi RTLH menyentuh langsung kehidupan sejumlah keluarga yang sebelumnya tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak. Rumah yang telah diperbaiki diharapkan memberikan lingkungan hunian yang lebih aman, sehat dan nyaman bagi penghuninya.
Begitu pula dengan pembangunan pos kamling dan rehabilitasi tempat ibadah yang tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga diharapkan memperkuat aktivitas sosial serta kebersamaan masyarakat.
Kolonel Erik menegaskan, seluruh pembangunan tersebut pada dasarnya diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah sasaran.
Karena itu, setelah program TMMD berakhir, tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan manfaat pembangunan tidak hanya berada di tangan pemerintah maupun TNI, tetapi juga masyarakat sebagai penerima manfaat.
“Yang paling penting setelah TMMD selesai adalah bagaimana masyarakat menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Ia berharap berbagai fasilitas yang telah dibangun melalui TMMD ke-129 dapat digunakan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan demikian, penutupan TMMD bukan menjadi tanda berakhirnya kepedulian terhadap masyarakat, melainkan menjadi momentum untuk memastikan hasil pembangunan tetap terpelihara dan kebutuhan masyarakat yang belum tersentuh dapat terus diidentifikasi untuk ditindaklanjuti.
(Yanti)










