PALEMBANG,LamanQu.com– Rumah yang telah selesai dibangun belum menjadi akhir dari pekerjaan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang.
Bagi personel Satgas, menyelesaikan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bukan semata-mata memastikan dinding berdiri, atap terpasang dan lantai sudah dapat digunakan. Ada bagian lain yang juga menjadi perhatian, yakni memastikan lingkungan di sekitar rumah dalam kondisi bersih dan tertata.
Hal itu terlihat di rumah milik Ibu Sriyanti di Jalan Nurdin Panji, Kelurahan Sukamaju, Kota Palembang, Selasa (11/8/2026).
Beberapa personel Satgas TMMD masih terlihat bekerja di sekitar rumah tersebut. Namun, kali ini mereka tidak lagi mengerjakan bagian utama bangunan. Pekerjaan yang dilakukan lebih banyak menyentuh bagian akhir, yakni membersihkan sisa material, merapikan halaman dan menata lingkungan sekitar rumah.
Sekilas, pekerjaan tersebut tampak sederhana. Tidak ada lagi aktivitas pembangunan yang membutuhkan tenaga besar. Tetapi justru dari pekerjaan kecil itulah terlihat bagaimana Satgas TMMD berupaya memastikan setiap sasaran fisik diselesaikan secara menyeluruh.
Setelah rumah selesai direhabilitasi, halaman dan lingkungan di sekitarnya tidak dibiarkan begitu saja. Sisa-sisa pekerjaan dibersihkan agar rumah yang telah dibangun dapat langsung ditempati dalam kondisi yang lebih nyaman.
Bagi Satgas TMMD, rumah yang layak tidak hanya ditentukan oleh kondisi bangunannya. Lingkungan yang bersih dan rapi juga menjadi bagian dari kenyamanan keluarga yang akan menempatinya.
Pembersihan halaman itu juga dilakukan ketika waktu pelaksanaan TMMD ke-129 tinggal menghitung hari. Penutupan program yang dilaksanakan di wilayah Kodim 0418/Palembang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 13 Agustus 2026.
Artinya, menjelang berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, personel Satgas masih memastikan sasaran-sasaran fisik yang telah dikerjakan benar-benar berada dalam kondisi terbaik.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan seluruh sasaran fisik menjadi perhatian hingga tahap akhir pelaksanaan.
“Kami ingin hasil pembangunan yang diberikan kepada masyarakat tidak hanya selesai secara pekerjaan, tetapi juga benar-benar bersih, rapi dan memberikan kenyamanan bagi penerima manfaat,” ujarnya.
Menurut Erik, tahapan finishing dan pembersihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan. Sebab, keberhasilan suatu sasaran bukan hanya diukur dari seberapa cepat pekerjaan selesai, tetapi juga dari bagaimana hasil akhirnya dapat dirasakan dan dimanfaatkan masyarakat.
Karena itu, personel Satgas tetap melakukan pengecekan dan pembenahan terhadap bagian-bagian yang dinilai masih perlu dirapikan.
“Kami berusaha memastikan setiap sasaran yang sudah dikerjakan dapat diserahkan kepada masyarakat dalam kondisi yang baik. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami terhadap apa yang sudah menjadi sasaran program TMMD,” katanya.
Rumah Ibu Sriyanti menjadi salah satu sasaran rehabilitasi yang mendapat perhatian Satgas TMMD ke-129. Sebelum direhabilitasi, kondisi tempat tinggal tersebut jauh dari kata layak. Rumah sederhana yang sebelumnya digunakan sebagai tempat tinggal itu kemudian dibenahi secara bertahap agar dapat menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.
Kini, perubahan itu mulai terlihat. Bangunan yang sebelumnya memerlukan banyak perbaikan telah berubah menjadi rumah yang lebih layak. Ruang-ruang di dalamnya telah diperbaiki, sementara bagian luar rumah juga mulai ditata.
Namun, bagi personel Satgas, pekerjaan belum benar-benar selesai sebelum lingkungan rumah tersebut ikut dibersihkan.
Sisa material yang masih berada di sekitar halaman dirapikan. Bagian halaman yang sebelumnya terlihat kurang tertata dibersihkan.
Personel Satgas juga memastikan tidak ada lagi pekerjaan yang dapat mengganggu kenyamanan keluarga saat rumah tersebut mulai ditempati.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelaksanaan TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dalam arti sempit.
Ada perhatian terhadap kebutuhan masyarakat setelah pembangunan selesai. Rumah yang telah direhabilitasi diharapkan tidak hanya terlihat baru, tetapi juga memberikan rasa nyaman bagi penghuninya.
Bagi Ibu Sriyanti dan keluarga, rumah tersebut tentu memiliki arti lebih dari sekadar salah satu sasaran fisik TMMD. Rumah itu menjadi tempat untuk melanjutkan kehidupan sehari-hari dengan kondisi yang lebih baik dibanding sebelumnya.
Setelah melalui proses pembangunan dan perbaikan, kini keluarga Ibu Sriyanti tinggal menempati rumah yang telah dibenahi tersebut.
“Semoga rumah yang telah direhabilitasi ini dapat memberikan manfaat dan menjadi tempat tinggal yang lebih layak, nyaman serta membawa kebahagiaan bagi Ibu Sriyanti dan keluarga,” kata Erik.
Pemandangan personel Satgas yang masih membersihkan halaman beberapa hari menjelang penutupan menjadi gambaran kecil dari keseluruhan semangat pelaksanaan TMMD ke-129.
Selama hampir satu bulan berada di tengah masyarakat, personel Satgas tidak hanya membangun infrastruktur dan memperbaiki rumah. Mereka juga berupaya memastikan setiap sasaran benar-benar memberikan manfaat bagi warga.
Kini, ketika pekerjaan memasuki penghujung pelaksanaan, perhatian terhadap detail menjadi bagian dari proses akhir tersebut.
Halaman yang bersih mungkin terlihat sederhana. Namun, dari sana terlihat sebuah prinsip bahwa pembangunan tidak berhenti ketika bangunan selesai didirikan.
Pembangunan baru benar-benar selesai ketika rumah tersebut siap digunakan, lingkungannya nyaman, dan hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat penerima manfaat.
Dari halaman rumah Ibu Sriyanti yang dibersihkan, pesan itu terlihat jelas: TMMD bukan sekadar membangun rumah, tetapi memastikan rumah tersebut benar-benar siap menjadi tempat tinggal yang layak bagi masyarakat.
(Yanti)










