PALEMBANG,LamanQu.com-Senyum Sriyanti tampak lebih lepas dari biasanya. Perempuan yang tinggal di Jalan Nurdin Panji, RT 08 RW 04, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Palembang, itu seperti masih berusaha meyakinkan dirinya bahwa tempat yang berdiri di hadapannya kini benar-benar rumah miliknya.
Beberapa waktu lalu, tempat itu bukanlah rumah seperti yang terlihat sekarang. Di sanalah sebuah gubuk sederhana berdiri, beratapkan daun rumbia dan berdinding seadanya. Gubuk tersebut menjadi tempat Sriyanti berteduh bersama dua anaknya selama puluhan tahun. Di samping gubuknya berdiri kandang sapi milik Sriyanti.
Kini, pemandangan itu berubah. Kandang sapi tersebut telah dibongkar dan dibangun kembali menjadi rumah layak huni melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang tahun anggaran 2026.
Bangunan sederhana yang dahulu menjadi bagian dari tempat beternak sapi itu kini memiliki atap rangka baja. Dindingnya terbuat dari bata dan telah diplester serta diplamir. Lantai rumah pun sudah dilapisi keramik.
Di dalamnya terdapat dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi. Bagi sebagian orang, rumah itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi Sriyanti, bangunan tersebut merupakan perubahan besar dalam perjalanan hidupnya.
Puluhan tahun ia menjalani kehidupan di sebuah gubuk beratap daun rumbia. Sejak 1987, tempat itu menjadi saksi bagaimana ia membesarkan kedua anaknya dengan segala keterbatasan.
“Saya tinggal di gubuk ini sudah puluhan tahun, bersama dua anak saya. Saya tinggal di sini sejak tahun 1987,” kata Sriyanti, Minggu (9/8/2026).
Kehidupan Sriyanti selama ini berjalan dalam kesederhanaan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia bekerja sebagai buruh tani dan buruh ternak sapi. Ia membantu menanam sekaligus merawat tanaman milik orang lain.
Pekerjaan itu dilakoninya dari hari ke hari. Penghasilan yang diperoleh digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Di sela pekerjaannya sebagai buruh tani, Sriyanti juga mencoba mencari tambahan penghasilan dengan menjadi buruh ternak sapi milik orang lain. Ia kemudian membuat kandang di samping gubuk tempat tinggalnya.
Kandang tersebut menjadi bagian dari kesehariannya. Namun siapa sangka, bertahun-tahun kemudian, tempat yang semula digunakan untuk memelihara sapi itu justru berubah menjadi rumah yang jauh lebih layak untuk ditinggali.
Perubahan itu terjadi setelah rumah Sriyanti menjadi salah satu sasaran rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang.
Proses pembangunan dilakukan secara bertahap. Kandang sapi dibongkar. Bagian-bagian bangunan yang sudah tidak layak diganti dengan konstruksi baru.

Sedikit demi sedikit, bentuk rumah mulai terlihat.Atap daun rumbia berganti rangka baja. Dinding seadanya berubah menjadi dinding bata yang diplester dan diplamir. Bagian dalam rumah yang sebelumnya jauh dari kata nyaman kini dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, serta kamar mandi. Lantai tanah pun berganti keramik.Bagi Sriyanti, setiap perubahan itu memiliki arti.
Ia tidak pernah menyangka akan mendapatkan bantuan pembangunan rumah. Selama bertahun-tahun, keinginan untuk memiliki hunian yang lebih layak hanya menjadi harapan yang sulit diwujudkan.
“Saya rasanya sangat senang mendapat bantuan dari TMMD Kodim 0418/Palembang,” ujarnya.
Sriyanti masih mengingat bagaimana kandang sapi miliknya dibongkar untuk kemudian dijadikan bagian dari pembangunan rumah baru.
“Kandang sapi dibongkar dan dibangun rumah baru dari program TMMD Kodim 0418/Palembang. Bangunannya sudah selesai,” katanya.
Di rumah baru itu, Sriyanti tidak hanya mendapatkan bangunan yang lebih kokoh. Ia mendapatkan ruang baru untuk menata kembali harapan bersama kedua anaknya.
“Saya ucapkan beribu terima kasih kepada bapak-bapak dari TNI Kodim 0418/Palembang yang sudah memberi bantuan pembangunan rumah ini,” ucap Sriyanti.
Senyumnya kembali merekah.
Setelah puluhan tahun hidup dalam keterbatasan, Sriyanti akhirnya memiliki tempat untuk pulang yang lebih layak. Sebuah rumah yang dahulu mungkin hanya menjadi angan, kini berdiri nyata di hadapannya.
Bagi perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dan buruh ternak itu, rumah baru tersebut bukan sekadar bangunan dengan dinding dan atap.
Rumah itu menjadi tempat bagi dirinya dan kedua anaknya untuk menjalani kehidupan dengan rasa aman dan nyaman. Tidak ada lagi kekhawatiran ketika hujan turun atau ketika angin kencang menerpa atap daun rumbia.
Ada ruang yang lebih layak untuk beristirahat. Ada kamar mandi di dalam rumah. Ada lantai keramik yang membuat hunian terasa lebih bersih.
Perubahan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa program pembangunan tidak selalu berbicara tentang jalan, jembatan, atau bangunan fasilitas umum. Di balik pembangunan fisik, ada kehidupan warga yang ikut berubah.
Bagi Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, pembangunan rumah Sriyanti menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan proses rehabilitasi RTLH terus dikawal hingga tahap akhir.
“Setiap tahapan kami perhatikan, termasuk persiapan finishing. Kami ingin hasil pembangunan rumah Ibu Sriyanti benar-benar layak, nyaman, dan memberikan manfaat bagi keluarga penerima,” ujarnya.
Kini, setelah pekerjaan pembangunan selesai, Sriyanti bisa melihat sendiri perubahan tempat tinggalnya.
Gubuk yang selama puluhan tahun menjadi tempat berteduh telah berganti menjadi rumah layak huni. Kandang sapi yang dulu berada di samping tempat tinggalnya pun telah menjadi bagian dari cerita tentang perubahan hidupnya.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan seluruh sasaran kini diarahkan menuju tahap finishing mengingat waktu pelaksanaan TMMD semakin dekat dengan penutupan.
“Sekarang seluruh sasaran kita fokuskan pada finishing. Setiap bagian yang masih perlu diperbaiki atau disempurnakan akan kita selesaikan, sehingga hasil akhirnya benar-benar baik dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Semangat gotong royong juga masih terlihat dalam pengerjaan rumah Ibu Sriyanti. Personel Satgas dan masyarakat bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan yang tersisa.
Bagi keluarga Ibu Sriyanti, perubahan rumah tersebut menjadi harapan untuk mendapatkan hunian yang lebih layak dan nyaman.
Sementara bagi Satgas, menyelesaikan rumah hingga tahap akhir menjadi bagian dari tanggung jawab pengabdian kepada masyarakat.
Menjelang penutupan TMMD ke-129 pada 13 Agustus mendatang, Satgas Kodim 0418/Palembang terus berpacu dengan waktu. Sasaran demi sasaran disempurnakan agar seluruh hasil pembangunan dapat dituntaskan dengan kualitas terbaik.
Kegiatan berjalan aman dan terkendali.
Satgas akan terus melanjutkan pekerjaan finishing hingga seluruh bagian rumah selesai dan siap dimanfaatkan oleh keluarga penerima manfaat.
(Yanti)










