Palembang,LamanQu.com – Pembangunan sumur bor melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 bukan sekadar menghadirkan sumber air bersih bagi masyarakat. Lebih dari itu, fasilitas tersebut menjadi aset bersama yang harus dirawat dan dijaga agar manfaatnya dapat terus dirasakan warga dalam jangka panjang.
Pesan itu disampaikan Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Katim Wasev) TMMD Ke-129, Kolonel Inf Andi M. Ali, saat meninjau langsung hasil pembangunan sumur bor yang menjadi salah satu sasaran fisik TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang di Kelurahan Talang Jambe, Kota Palembang.
Dalam peninjauan tersebut, Kolonel Inf Andi M. Ali didampingi Wakil Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Letkol Inf Dery Septriandi, S.T., M.M., M.Han., yang mewakili Dansatgas TMMD Ke-129 Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos.
Kolonel Andi tidak hanya melihat kondisi bangunan secara kasat mata. Ia mengecek sejumlah bagian fasilitas, mulai dari kondisi fisik sumur bor, kelancaran aliran air, hingga kesiapan sarana pendukung yang nantinya digunakan masyarakat.
Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan pekerjaan yang dilaksanakan Satgas TMMD benar-benar sesuai dengan perencanaan, memenuhi standar kualitas, sekaligus dapat segera memberikan manfaat bagi warga.
Namun, menurut Kolonel Andi, keberhasilan pembangunan tidak berhenti ketika pekerjaan selesai dan fasilitas diserahkan kepada masyarakat.
Ada tanggung jawab berikutnya yang tidak kalah penting, yakni bagaimana masyarakat ikut memiliki, merawat, dan menjaga fasilitas yang telah dibangun.
“Sumur bor ini harus dijaga dan dirawat bersama agar manfaatnya bisa terus dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” pesan Kolonel Andi.
Menurutnya, keberadaan fasilitas air bersih memiliki arti penting bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. Air tidak hanya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berkaitan erat dengan kebersihan lingkungan, kesehatan, dan peningkatan kualitas hidup warga.
Terlebih ketika memasuki musim kemarau dan ketersediaan air menjadi terbatas, keberadaan sumur bor diharapkan mampu menjadi salah satu solusi bagi masyarakat dalam memperoleh sumber air bersih yang lebih mudah dijangkau.
Karena itu, Kolonel Andi mengajak masyarakat untuk tidak memandang pembangunan sumur bor tersebut sebagai fasilitas yang hanya menjadi tanggung jawab TNI ataupun pemerintah.
Setelah pembangunan selesai, fasilitas tersebut menjadi milik bersama masyarakat sehingga keberlangsungan manfaatnya sangat bergantung pada kepedulian warga dalam menjaganya.
Ia menekankan bahwa semangat gotong royong yang terbangun selama pelaksanaan TMMD hendaknya terus dilanjutkan setelah program berakhir. Jika sebelumnya masyarakat bersama personel TNI bahu-membahu dalam proses pembangunan, kebersamaan tersebut diharapkan berlanjut dalam pemeliharaan fasilitas.
Sementara itu, Wadan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Letkol Inf Dery Septriandi, menjelaskan bahwa penyediaan akses air bersih menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan TMMD karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Pembangunan sumur bor diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan warga saat ini, tetapi juga memberikan manfaat untuk tahun-tahun mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Kolonel Andi turut memberikan apresiasi kepada seluruh personel Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang yang telah bekerja menyelesaikan pembangunan sesuai sasaran dan target yang ditetapkan.
Dedikasi para personel, menurutnya, menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program TMMD menghasilkan pembangunan yang benar-benar dapat digunakan masyarakat.
Meski demikian, ia kembali mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan TMMD bukan hanya dilihat dari seberapa banyak pembangunan fisik yang berhasil diselesaikan.
Keberhasilan sesungguhnya terlihat ketika hasil pembangunan tersebut mampu bertahan, dipelihara, serta terus memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
Karena itulah, pesan menjaga sumur bor menjadi bagian penting dalam kunjungan pengawasan tersebut. Ada harapan agar fasilitas yang dibangun melalui kerja bersama TNI dan masyarakat tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi menjadi warisan pembangunan yang dapat dinikmati secara berkelanjutan.
Melalui TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, pembangunan infrastruktur dan fasilitas masyarakat diharapkan berjalan beriringan dengan tumbuhnya rasa memiliki dan tanggung jawab bersama.
Dengan demikian, berakhirnya program TMMD bukan berarti berakhir pula kebersamaan yang telah dibangun. Justru dari fasilitas seperti sumur bor tersebut, semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat diharapkan terus hidup di tengah masyarakat.
(Yanti)










