Palembang,LamanQu.Com— Pagi baru saja dimulai di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang. Udara masih terasa sejuk ketika beberapa prajurit TNI datang membawa kuas, ember berisi cat, dan perlengkapan kerja lainnya. Di hadapan mereka berdiri sebuah rumah sederhana milik Bapak Karyo.
Dinding yang selama bertahun-tahun memudar dimakan usia perlahan berubah warna, seolah menyimpan cerita tentang harapan yang sedang dibangun kembali.
Setiap sapuan kuas bukan sekadar menempelkan warna pada tembok. Di balik pekerjaan itu, tersimpan semangat gotong royong yang menjadi ruh pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang.
Memasuki hari ke-18 pelaksanaan TMMD Tahun Anggaran 2026, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Karyo telah memasuki tahap finishing.
Sebelum pekerjaan dimulai, seluruh personel Satgas TMMD mengikuti apel pagi sebagai bagian dari pengecekan kesiapan, pembagian tugas, dan evaluasi pekerjaan agar setiap sasaran dapat diselesaikan sesuai target.
Tak lama berselang, suasana di lokasi kembali hidup. Ada yang mengaduk cat, ada yang merapikan peralatan, sementara beberapa prajurit mulai menggerakkan kuas di atas dinding rumah. Sesekali terdengar canda ringan yang memecah kesunyian pagi. Warga sekitar pun ikut membantu, menciptakan suasana kerja yang hangat dan penuh kebersamaan.
Pemandangan seperti itu bukan hal baru dalam pelaksanaan TMMD.
Program yang mempertemukan TNI dengan masyarakat di lapangan ini memang selalu menghadirkan ruang bagi lahirnya gotong royong. Prajurit dan warga bekerja tanpa sekat, saling membantu menyelesaikan pekerjaan yang manfaatnya akan dirasakan bersama.
Bagi keluarga Bapak Karyo, perubahan yang terjadi bukan semata soal tampilan rumah yang menjadi lebih indah. Rehabilitasi ini menghadirkan rasa aman dan nyaman, sekaligus menjadi simbol bahwa masih ada kepedulian yang hadir untuk mereka. Rumah yang sebelumnya memerlukan banyak perbaikan kini perlahan berubah menjadi tempat tinggal yang lebih layak untuk ditempati.
Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan bahwa rehabilitasi RTLH merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat.
Menurutnya, pembangunan yang dilakukan melalui TMMD tidak hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi juga memberikan dampak sosial yang berkelanjutan.
“TMMD hadir untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap rumah yang telah direhabilitasi dapat menjadi tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat. Semangat kebersamaan antara TNI dan warga menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan setiap sasaran pembangunan,” ujarnya.
Di balik cat yang mengering dan dinding yang tampak semakin cerah, sesungguhnya ada cerita tentang pengabdian. Ada tangan-tangan prajurit yang bekerja sejak pagi, ada warga yang turut membantu, dan ada harapan yang tumbuh bersama setiap tahapan pembangunan.
Program TMMD selama ini memang dikenal bukan hanya karena hasil pembangunan yang dapat dilihat secara kasatmata, tetapi juga karena kemampuannya merawat semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Jalan yang dibangun, sumur bor yang mengalirkan air bersih, rumah yang direnovasi, hingga fasilitas umum yang diperbaiki, semuanya menjadi bagian dari upaya menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi warga.
Menjelang rampungnya rehabilitasi rumah Bapak Karyo, warna-warna baru yang menghiasi dinding seakan menjadi penanda dimulainya lembaran baru bagi penghuninya. Sebab, sebuah rumah bukan hanya tempat berteduh dari panas dan hujan. Ia adalah ruang tempat keluarga membangun mimpi, berbagi kebahagiaan, dan menatap masa depan dengan lebih optimistis.
Di Talang Jambe, sapuan kuas para prajurit hari itu mungkin terlihat sederhana.
Namun bagi keluarga Bapak Karyo, warna baru di dinding rumah adalah warna harapan yang akan terus mereka kenang, bahkan setelah TMMD Ke-129 usai dilaksanakan.
(Yanti)










