Palembang,LamanQu.Com– Pagi Sabtu 1 Agustus 2026 baru saja menyapa Kelurahan Talang Jambe ketika suara kuas yang menyentuh dinding dan dentingan sekop mengaduk semen kembali terdengar dari rumah sederhana milik Ibu Suwarni. Di sudut teras, beberapa prajurit TNI bersama warga bergotong royong meratakan adukan semen.
Sementara itu, personel lainnya berdiri di atas tangga, menyelesaikan pengecatan bagian atas rumah yang kini mulai tampak lebih cerah.
Pemandangan itu menjadi rutinitas yang terus berlangsung selama 18 hari terakhir. Rumah yang sebelumnya dipenuhi dinding kusam dan beberapa bagian bangunan yang mulai rapuh, kini perlahan berubah menjadi tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan nyaman untuk dihuni.
Perubahan tersebut merupakan bagian dari Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang. Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Suwarni menjadi salah satu sasaran fisik yang terus dikebut penyelesaiannya menjelang berakhirnya program.
Seperti hari-hari sebelumnya, seluruh personel Satgas TMMD mengawali aktivitas dengan apel pagi. Apel bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel, pembagian tugas, hingga kelengkapan peralatan agar pekerjaan berjalan aman dan sesuai target.
Memasuki hari ke-18, pekerjaan difokuskan pada tahap penyelesaian. Dinding bagian atas rumah mulai dipoles dengan cat baru, sementara lantai teras depan dicor agar lebih kuat dan nyaman digunakan. Tahapan ini menjadi penanda bahwa rehabilitasi rumah Ibu Suwarni telah memasuki fase akhir.
Sebanyak tujuh personel Yonzipur 950 bersama dua warga sekitar bekerja tanpa mengenal sekat. Ada yang mengangkat ember berisi semen, ada yang mengecat dinding, sementara lainnya meratakan permukaan lantai. Di sela pekerjaan, canda dan obrolan ringan sesekali terdengar, menciptakan suasana akrab yang mencerminkan semangat kebersamaan.
Kehadiran warga dalam proses pembangunan menjadi bukti bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, tetapi juga ruang untuk memperkuat budaya gotong royong yang telah lama menjadi kekuatan masyarakat Indonesia. Pembangunan dilakukan bersama, hasilnya pun akan dinikmati bersama.
Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan setiap sasaran pembangunan dikerjakan dengan penuh tanggung jawab agar memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Setiap tahapan pekerjaan kami laksanakan dengan maksimal agar hasil pembangunan berkualitas dan dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Semangat kebersamaan antara TNI dan warga menjadi kunci keberhasilan program TMMD,” ujarnya.
Menurutnya, rehabilitasi rumah tidak hanya berorientasi pada penyelesaian bangunan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat. Rumah yang layak huni akan memberikan rasa aman, meningkatkan kualitas hidup, sekaligus menjadi tempat yang lebih nyaman bagi keluarga untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Bagi warga Talang Jambe, perubahan rumah Ibu Suwarni menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian dan kebersamaan mampu menghadirkan perubahan. Sedikit demi sedikit, dinding yang dulu kusam kini tampil lebih cerah, teras yang sebelumnya kurang nyaman mulai kokoh, dan seluruh bagian rumah perlahan menunjukkan wajah baru.
Program TMMD Ke-129 pun kembali membuktikan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan atau selesainya pekerjaan fisik. Lebih dari itu, TMMD menghadirkan semangat persatuan antara TNI dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih baik.
Di rumah sederhana milik Ibu Suwarni, setiap sapuan cat yang menutup dinding lama dan setiap adukan semen yang menguatkan lantai menjadi simbol harapan. Harapan bahwa melalui gotong royong, sebuah rumah dapat berubah menjadi tempat tinggal yang lebih layak, sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan akan selalu memiliki makna ketika dikerjakan bersama.
(Yanti)










