Palembang,LamanQu.Com– Jarum jam belum menunjukkan siang ketika deretan prajurit TNI mulai memenuhi lokasi pembangunan jalan di Kelurahan Talang Jambi, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Jumat (31/7/2026).
Seperti hari-hari sebelumnya, mereka mengawali aktivitas dengan apel pagi sebelum menyebar ke titik pekerjaan masing-masing.
Memasuki hari ke-17 pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang, semangat para prajurit tidak menunjukkan tanda-tanda surut. Di tengah terik matahari dan medan yang masih berlumpur, mereka tetap bekerja tanpa mengenal lelah untuk menuntaskan pembangunan jalan Rawa Jaya sepanjang 750 meter yang menjadi salah satu sasaran fisik utama program TMMD tahun ini.
Hari itu, pekerjaan difokuskan pada pemasangan cerucuk kayu gelam. Satu per satu batang kayu ditanam secara presisi ke dalam tanah sebagai pondasi agar badan jalan memiliki kekuatan yang mampu bertahan dalam jangka panjang. Pekerjaan tersebut membutuhkan tenaga, ketelitian, serta kekompakan antarpersonel.
Sebanyak 12 personel TNI dari Yon TP 950 bersama empat warga setempat bahu-membahu menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan. Tidak ada sekat di antara mereka. Prajurit dan masyarakat bekerja berdampingan, saling membantu mengangkat material hingga memastikan setiap cerucuk terpasang dengan baik.
Komandan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan personelnya bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga membangun harapan masyarakat yang selama ini mendambakan akses jalan yang lebih layak.
“Pemasangan cerucuk gelam menjadi bagian penting dalam memperkuat konstruksi jalan. Kami ingin hasil pembangunan ini benar-benar berkualitas sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat dalam waktu yang lama. Semangat personel di lapangan sangat luar biasa, terlebih mereka juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat,” ujarnya.
Menurut Erik, kebersamaan yang terjalin selama pelaksanaan TMMD menjadi bukti bahwa pembangunan akan lebih cepat terwujud ketika TNI dan rakyat berjalan dalam satu tujuan. Karena itu, seluruh personel terus didorong untuk menjaga semangat, disiplin, dan kualitas pekerjaan hingga seluruh sasaran fisik selesai tepat waktu.
Bagi para prajurit, setiap ayunan palu dan setiap batang cerucuk yang ditanam bukan hanya bagian dari pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Peluh yang menetes menjadi saksi bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tidak hanya diwujudkan melalui slogan, tetapi hadir nyata di lapangan.
Warga yang ikut bergotong royong pun mengaku bersyukur atas pembangunan tersebut. Jalan yang selama ini sulit dilalui diharapkan segera berubah menjadi akses yang lebih nyaman sehingga mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.
Di hari ke-17 TMMD ke-129, para prajurit terus bekerja dengan semangat yang sama seperti saat program dimulai. Mereka sadar, jalan yang sedang dibangun bukan sekadar menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lain, tetapi juga membuka jalan bagi tumbuhnya kesejahteraan masyarakat di masa depan.
(Yanti)










