PALEMBANG,LamanQu.Com – Deru adukan semen dan suara palu kembali terdengar di salah satu sudut Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Rabu (29/7/2026).
Memasuki hari ke-15 pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun 2026, personel Satgas TMMD Kodim 0418/Palembang terus mempercepat rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Fernando.
Pagi itu, seperti hari-hari sebelumnya, seluruh personel mengawali kegiatan dengan apel pagi. Setelah menerima pembagian tugas dan memastikan kesiapan peralatan, mereka bergerak menuju lokasi sasaran. Fokus pekerjaan kali ini adalah pembangunan dapur dan kamar mandi (WC), dua fasilitas penting yang akan melengkapi rumah agar lebih layak, sehat, dan nyaman untuk dihuni.
Bagi sebuah keluarga, rumah bukan sekadar tempat berteduh.
Kehadiran dapur yang memadai menjadi ruang bagi keluarga menyiapkan makanan setiap hari, sementara kamar mandi yang layak menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan. Karena itu, penyelesaian kedua fasilitas tersebut menjadi salah satu prioritas dalam rehabilitasi rumah Bapak Fernando.
Sebanyak tujuh personel dari Yon TP 954 bersama tiga warga setempat bekerja bahu-membahu menyelesaikan pembangunan. Tanpa memandang perbedaan tugas dan profesi, prajurit TNI dan masyarakat saling membantu mengangkat material, mencampur adukan semen, hingga memasang dinding bangunan. Kebersamaan yang terjalin selama proses pengerjaan menjadi gambaran nyata semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Suasana gotong royong terlihat begitu kuat. Warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat dalam setiap tahapan pekerjaan.
Semangat saling membantu itu membuat proses pembangunan berjalan lebih cepat sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat.
Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arhanud Erik Novianto, S.Sos., mengatakan bahwa setiap sasaran fisik dalam program TMMD dikerjakan dengan mengedepankan kualitas, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Program TMMD tidak hanya berfokus pada penyelesaian pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat. Melalui kerja sama yang baik, kami optimistis seluruh sasaran dapat diselesaikan tepat waktu dengan hasil yang berkualitas,” ujarnya.
Menurut Erik, rehabilitasi RTLH merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan rumah yang lebih layak, diharapkan penghuni dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih aman, sehat, dan nyaman.
Program TMMD Ke-129 bukan hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menumbuhkan kembali nilai-nilai kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Indonesia. Di setiap adukan semen dan setiap dinding yang berdiri, tersimpan semangat gotong royong yang menjadi fondasi utama keberhasilan pembangunan.
Memasuki hari ke-15 pelaksanaan TMMD, progres rehabilitasi rumah Bapak Fernando terus menunjukkan perkembangan positif.
Satgas bersama masyarakat optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target, sehingga keluarga Bapak Fernando segera dapat menempati rumah yang lebih layak sebagai tempat membangun harapan dan masa depan yang lebih baik.
(Yanti)










