PALEMBANG,LamanQu.Com – Matahari belum terlalu tinggi ketika puluhan personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang berbaris rapi di lokasi kegiatan, Rabu (29/7/2026). Sebelum suara alat pertukangan terdengar dan pekerjaan pembangunan dimulai, seluruh prajurit terlebih dahulu mengikuti apel pagi sebagai bagian dari rutinitas yang tidak pernah ditinggalkan.
Bagi prajurit TNI, apel pagi bukan sekadar kegiatan seremonial. Di sanalah disiplin dibangun, semangat dipupuk, sekaligus strategi kerja disusun agar seluruh sasaran pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.
Memasuki hari ke-15 pelaksanaan TMMD Ke-129, apel pagi diawali dengan pengecekan kekuatan personel, evaluasi pekerjaan hari sebelumnya, serta pembagian tugas kepada setiap anggota Satgas. Komandan lapangan juga mengingatkan seluruh personel agar tetap mengutamakan keselamatan kerja, menjaga kekompakan, dan mempertahankan kualitas hasil pembangunan.
Usai apel, suasana lokasi pembangunan Mushala Baitul Maghfurin di Kelurahan Talang Jambe pun berubah menjadi penuh aktivitas. Tanpa menunggu lama, para prajurit langsung menempati titik pekerjaan masing-masing.
Sebagian personel terlihat teliti memasang keramik lantai satu per satu agar permukaannya rata dan kokoh. Kelompok lain merapikan dinding dengan pelamiran sehingga permukaan bangunan siap memasuki tahap akhir. Sementara personel lainnya membersihkan sisa material dan menata area sekitar mushala agar lingkungan terlihat bersih dan nyaman.
Setiap pekerjaan dilakukan dengan penuh ketelitian. Para prajurit tidak hanya mengejar target penyelesaian, tetapi juga memastikan setiap bagian bangunan memiliki kualitas yang baik sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan bahwa apel pagi merupakan bagian penting dalam membangun disiplin, kesiapan, dan tanggung jawab setiap personel sebelum menjalankan tugas di lapangan.
“Apel pagi bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi momentum untuk memastikan seluruh personel siap melaksanakan tugas dengan disiplin, memahami pembagian pekerjaan, serta mengutamakan faktor keamanan selama bekerja. Dengan disiplin yang terjaga, setiap sasaran TMMD dapat dikerjakan secara maksimal dan tepat waktu,” ujar Kolonel Erik.
Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari semangat kebersamaan yang terbangun antara prajurit TNI dan masyarakat selama proses pengerjaan berlangsung.
“TMMD adalah wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. Karena itu, kami selalu mendorong seluruh personel untuk bekerja dengan tulus, menjaga kualitas hasil pekerjaan, sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat. Kehadiran warga yang ikut bergotong royong menjadi motivasi tersendiri bagi prajurit di lapangan,” katanya.
Koordinasi yang terbangun sejak apel pagi membuat pekerjaan berlangsung lebih efektif. Masing-masing personel memahami tanggung jawabnya sehingga proses pembangunan berjalan tanpa hambatan berarti.
Semangat gotong royong juga menjadi warna tersendiri dalam pelaksanaan TMMD. Sejumlah warga setempat ikut bergabung membantu pekerjaan sesuai kemampuan mereka. Kehadiran masyarakat yang bekerja berdampingan dengan prajurit TNI menciptakan suasana kebersamaan yang hangat, memperlihatkan bahwa pembangunan desa merupakan tanggung jawab bersama.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu kekuatan utama TMMD. Program ini tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui kerja sama yang dilakukan setiap hari.
Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang optimistis pembangunan Mushala Baitul Maghfurin dapat diselesaikan sesuai target. Setelah rampung, mushala ini diharapkan menjadi tempat ibadah yang lebih nyaman sekaligus menjadi pusat berbagai kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat di Kelurahan Talang Jambe.
Melalui disiplin yang dimulai dari apel pagi hingga kerja keras sepanjang hari, para prajurit membuktikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan fisik, tetapi juga oleh kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Statemen Dansatgas tersebut disusun dengan gaya kutipan berita yang natural dan selaras dengan tema kedisiplinan serta etos kerja prajurit dalam pelaksanaan TMMD.
(Yanti)










