PALEMBANG,LamanQu.Com– Pagi itu, halaman Posyandu Melati 12 di RT 22 RW 06, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang, tampak lebih ramai dari biasanya. Sejumlah ibu menggendong balita mereka, sementara anak-anak yang mulai beranjak besar berlarian kecil di sekitar lokasi. Di sudut lain, para kader Posyandu bersama tenaga kesehatan sibuk menyiapkan alat timbang, pengukur tinggi badan, hingga perlengkapan pemeriksaan kesehatan.
Di tengah kesibukan itu, beberapa personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang terlihat membantu mengatur jalannya pelayanan. Kehadiran para prajurit bukan sekadar menjaga ketertiban, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Memasuki hari ke-14 pelaksanaan TMMD Ke-129 Tahun Anggaran 2026, Selasa (28/7/2026), Satgas TMMD kembali menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan jalan, sumur bor, rumah layak huni, maupun fasilitas umum lainnya. Di balik pembangunan fisik tersebut, terdapat perhatian besar terhadap kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan nonfisik berupa pelayanan Posyandu.
Kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Talang Jambe ini dipimpin oleh dr. Virah bersama enam tenaga kesehatan.
Mereka memberikan berbagai layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan kesehatan ibu, penimbangan berat badan balita, pengukuran tinggi badan, hingga pemantauan tumbuh kembang anak.
Di lokasi tersebut, lima personel TNI turut membantu kelancaran pelayanan. Mereka mengarahkan warga, membantu proses antrean, hingga memastikan seluruh kegiatan berlangsung tertib dan nyaman.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Para ibu rela datang lebih awal agar anak-anak mereka mendapatkan pelayanan kesehatan. Bagi mereka, Posyandu bukan sekadar agenda rutin bulanan, melainkan kesempatan penting untuk memastikan buah hati mereka tumbuh sehat.

Dokter Puskesmas Talang Jambe, dr. Febriana Ayu Savira mengatakan bahwa pelayanan Posyandu memiliki peran yang sangat penting dalam mendeteksi kondisi kesehatan ibu dan anak sejak dini.
“Melalui kegiatan Posyandu ini, kami dapat melakukan pemantauan kesehatan ibu dan anak secara berkala sehingga apabila ditemukan masalah kesehatan dapat segera ditangani. Kami mengapresiasi Satgas TMMD yang telah memfasilitasi kegiatan ini sehingga pelayanan kesehatan semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pemantauan rutin terhadap berat badan dan tinggi badan balita menjadi salah satu indikator penting dalam mengetahui tumbuh kembang anak. Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara berkala, risiko gangguan gizi maupun masalah kesehatan lainnya dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganan bisa segera dilakukan.

Sementara itu, Babinsa Talang Jambe, Serma Mulyadi Zaki, mengatakan bahwa kegiatan Posyandu Melati 12 menjadi salah satu sasaran nonfisik TMMD yang mendapat respons sangat positif dari masyarakat.
“Di Posyandu Melati 12 ini terdapat lima personel TNI dan enam tenaga kesehatan yang bersama-sama memberikan pelayanan kepada masyarakat. Alhamdulillah masyarakat sangat antusias mengantar anak-anak mereka ke Posyandu untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan,” katanya.
Menurut Mulyadi, antusiasme warga menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak. Kehadiran Satgas TMMD di tengah masyarakat juga diharapkan mampu memberikan motivasi agar masyarakat semakin aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
Di sisi lain, Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., menegaskan bahwa program TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia.
Menurutnya, Posyandu merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.
“Layanan Posyandu berfokus pada kesehatan ibu, bayi, balita, dan kelompok masyarakat lainnya. Di dalamnya terdapat pemeriksaan ibu hamil, imunisasi balita, pemantauan tumbuh kembang anak, penimbangan berat badan, pemberian vitamin A, makanan tambahan, hingga pelayanan dan penyuluhan keluarga berencana bagi pasangan usia subur,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan atau mulusnya jalan yang dibangun, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat yang menikmati hasil pembangunan tersebut.
Karena itu, pelaksanaan kegiatan nonfisik seperti Posyandu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian TMMD. Melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan lahir generasi yang sehat, cerdas, dan mampu menjadi penerus pembangunan di masa depan.
Di Kelurahan Talang Jambe, pembangunan memang sedang berlangsung. Jalan-jalan diperbaiki, rumah-rumah warga direnovasi, dan sumur bor mulai menghadirkan akses air bersih. Namun, di balik semua itu, ada pembangunan yang tak kalah penting yakni menjaga kesehatan ibu dan memastikan setiap anak tumbuh dengan baik sejak usia dini.
Suara tangisan bayi yang sesekali terdengar, senyum para ibu setelah mengetahui kondisi kesehatan anaknya, serta kepedulian para prajurit yang membantu jalannya pelayanan menjadi potret bahwa TMMD bukan hanya tentang membangun desa secara fisik.Lebih dari itu, TMMD juga membangun harapan, menumbuhkan kepedulian, dan menghadirkan masa depan yang lebih sehat bagi masyarakat.
(Yanti)










