Palembang, LamanQu.Com – Terik matahari yang menyengat di Kelurahan Talang Betutu, Palembang, tidak sedikit pun mengurangi semangat personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang.
Sejak pagi, Selasa (28/7/2026), para prajurit terus berjibaku menyelesaikan pembangunan pondasi tapakan kaki toren pada sasaran sumur bor di Mushola Hidayatullah.
Memasuki hari ke-14 pelaksanaan TMMD Ke-129, pekerjaan difokuskan pada pengecoran pondasi yang akan menjadi penyangga tandon air berkapasitas besar. Meski harus bekerja di bawah terik matahari, para personel Satgas tetap menunjukkan semangat dan disiplin tinggi demi memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai target.
Berbekal peralatan sederhana, para prajurit bergantian mengangkut semen, pasir, dan kerikil, kemudian mencampurnya menjadi adonan cor sebelum dituangkan ke dalam cetakan pondasi. Setiap proses dikerjakan dengan teliti agar pondasi memiliki kekuatan yang mampu menopang beban tetmon dalam jangka panjang.
Keringat yang membasahi seragam loreng menjadi gambaran nyata pengabdian para prajurit di lapangan. Tidak ada yang mengeluh meski pekerjaan membutuhkan tenaga ekstra. Bagi mereka, setiap adukan semen yang dicor merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat.
Suasana gotong royong pun begitu terasa. Personel Satgas TMMD bekerja berdampingan dengan warga sekitar. Sebagian mengangkut material, sebagian lagi mengaduk adonan semen, sementara personel lainnya memastikan hasil pengecoran rapi dan sesuai standar konstruksi.
Kebersamaan tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menyukseskan program TMMD.
Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan seluruh personel diminta bekerja maksimal agar pembangunan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kepada seluruh personel yang bertugas saya harapkan bekerja dengan baik, penuh tanggung jawab, dan sesuai target yang telah ditetapkan. Pembangunan sumur bor ini merupakan kebutuhan masyarakat untuk memenuhi ketersediaan air bersih bagi jamaah Mushola Hidayatullah dan warga Talang Betutu,” ujarnya.
Menurut Erik, pembangunan pondasi tetmon menjadi tahapan penting karena akan menopang tandon air yang menjadi pusat distribusi air bersih dari sumur bor. Oleh sebab itu, kualitas pengerjaannya harus benar-benar diperhatikan agar fasilitas dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Keberadaan personel Satgas TMMD di lokasi tidak hanya mempercepat proses pembangunan fisik, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan. Interaksi yang terjalin selama pengerjaan menjadi bukti bahwa TNI tidak sekadar hadir sebagai pelaksana pembangunan, melainkan juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Pembangunan sumur bor di Mushola Hidayatullah merupakan salah satu sasaran fisik TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang yang diprioritaskan untuk menjawab kebutuhan air bersih warga. Setelah pondasi tetmon selesai dan mencapai tingkat kekerasan yang dibutuhkan, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pemasangan tandon air beserta jaringan perpipaannya hingga fasilitas siap digunakan.
Melalui kerja keras yang dilakukan tanpa mengenal lelah setiap hari, personel Satgas TMMD terus membuktikan bahwa pengabdian seorang prajurit tidak hanya diwujudkan dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga melalui karya nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program TMMD Ke-129 kembali menjadi bukti bahwa kehadiran TNI mampu menghadirkan solusi atas kebutuhan dasar warga sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun desa.
(Yanti)