Palembang,LamanQu.Com-Pagi belum terlalu tinggi ketika suara palu mulai terdengar dari sebuah rumah sederhana di Jalan Nurdin Panji, RT 08 RW 04, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Palembang, Kamis (23/7/2026). Di balik seragam loreng yang mereka kenakan, sejumlah prajurit TNI tampak sibuk mengangkat balok kayu, memasang kusen pintu, merakit jendela, hingga menyusun kerangka atap rumah.
Hari itu, mereka bukan sedang menjalankan latihan militer. Mereka menjadi tukang bangunan, bekerja bersama warga demi satu tujuan, menghadirkan rumah yang lebih layak bagi Ibu Sriyanti melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang.
Tak ada perbedaan antara prajurit dan masyarakat. Mereka saling mengangkat material, mengukur posisi kayu, memaku rangka atap, hingga memastikan setiap bagian rumah terpasang dengan rapi. Sesekali terdengar canda yang mencairkan suasana, namun tangan mereka tak pernah berhenti bekerja.
Sebanyak 10 personel Satgas TMMD bersama lima warga bergotong royong menyelesaikan tahapan pembangunan yang kini memasuki pemasangan kusen pintu, kusen jendela, dan kerangka atap. Tahap ini menjadi penanda bahwa rumah yang sebelumnya kurang layak mulai berubah menjadi bangunan yang kokoh.
Bagi para prajurit, pekerjaan itu bukan sekadar menyelesaikan target pembangunan. Mereka memahami bahwa setiap papan yang dipasang dan setiap paku yang dipukul merupakan bagian dari harapan sebuah keluarga untuk memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman.
Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan rehabilitasi rumah tidak layak huni menjadi salah satu wujud nyata kepedulian TNI kepada masyarakat.
“Pengerjaan RTLH terus kami kebut dengan tetap mengutamakan kualitas.
Sinergi antara personel TNI dan masyarakat menjadi kunci agar pembangunan selesai tepat waktu dan rumah ini segera dapat ditempati dengan nyaman oleh Ibu Sriyanti beserta keluarga,” ujar Kolonel Erik.
Menurutnya, TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik. Lebih dari itu, TMMD menjadi ruang bagi TNI untuk hadir di tengah masyarakat, bekerja bersama, mendengar kebutuhan warga, sekaligus menghadirkan solusi atas persoalan yang mereka hadapi.
Semangat gotong royong yang tumbuh selama pengerjaan menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan. Tidak ada pekerjaan yang terasa berat ketika dilakukan bersama. Prajurit dan warga saling berbagi tugas agar setiap tahapan dapat diselesaikan sesuai target.
Kini, setelah kusen terpasang dan rangka atap mulai berdiri, bentuk rumah Ibu Sriyanti perlahan terlihat semakin utuh. Tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan pemasangan penutup atap dan pekerjaan penyelesaian lainnya hingga rumah siap dihuni.
Program rehabilitasi RTLH merupakan salah satu sasaran fisik TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang selain pembangunan jalan, sumur bor, rumah ibadah, dan berbagai fasilitas umum lainnya. Namun, di balik setiap bangunan yang berdiri, tersimpan kisah tentang kebersamaan dan kepedulian.
Di rumah sederhana itu, para prajurit tidak hanya membangun dinding dan atap. Mereka juga sedang membangun rasa aman, menghadirkan harapan, dan membuktikan bahwa seragam loreng bukan hanya simbol pertahanan negara, tetapi juga simbol pengabdian kepada rakyat.
(Yanti)










