Palembang,LamanQu.Com-Pagi itu, hamparan lahan di RT 18 RW 05, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, tampak lebih hidup dari biasanya. Di sela aktivitas pembangunan jalan dan berbagai sasaran fisik Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0418/Palembang, secercah harapan lain ikut disemai.
Bukan dalam bentuk beton atau kayu, melainkan bibit-bibit sayuran yang kelak diharapkan menjadi sumber penghidupan bagi warga.
Sejumlah bibit cabai, terong, dan sawi diserahkan kepada Kliwon, salah seorang petani sayur di kawasan tersebut, Kamis (23/7/2026). Bantuan itu menjadi bagian dari kepedulian Satgas TMMD terhadap penguatan ketahanan pangan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di tangan seorang petani, bibit mungkin tampak sederhana. Namun, bagi keluarga yang menggantungkan hidup dari hasil kebun, bibit adalah awal dari harapan. Setiap benih yang ditanam menyimpan harapan akan panen yang baik, penghasilan yang bertambah, dan kehidupan yang lebih layak.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kapten Inf Pringgo Budi Santoso.
Ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar simbol kepedulian, tetapi menjadi langkah nyata untuk mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang dimiliki secara produktif.
Menurutnya, pembangunan melalui TMMD tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Salah satu caranya adalah dengan membantu petani memperoleh sarana produksi yang dibutuhkan.
“Pemberian bibit ini kami harapkan dapat membantu para petani meningkatkan hasil panennya. Jika produksi meningkat, tentu pendapatan mereka juga akan bertambah sehingga kesejahteraan keluarga ikut meningkat,” ujar Kapten Pringgo.
Program TMMD selama ini dikenal luas sebagai bentuk sinergi TNI bersama pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan maupun kawasan yang masih membutuhkan perhatian.
Bagi warga setempat, pertanian sayur menjadi salah satu sumber penghasilan yang cukup menjanjikan. Namun, tingginya harga bibit dan pupuk sering kali menjadi kendala bagi petani kecil untuk mengembangkan usaha mereka. Karena itu, bantuan yang diberikan Satgas TMMD menjadi angin segar yang disambut penuh syukur.
Kliwon mengaku tidak menyangka akan memperoleh bantuan tersebut. Selama ini ia terus berupaya mempertahankan usaha taninya meski harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari biaya produksi hingga perubahan cuaca yang sulit diprediksi.
Menurutnya, bibit cabai, sawi, dan terong yang diterimanya akan segera ditanam di lahan yang selama ini ia kelola. Ia berharap hasil panen nanti dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menjadi tambahan penghasilan.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga tanaman ini tumbuh subur dan hasilnya bagus. Terima kasih kepada Kodim 0418/Palembang yang sudah peduli kepada petani kecil seperti kami,” ungkapnya dengan wajah penuh syukur.
Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan bahwa pemberian bantuan bibit merupakan bagian dari komitmen TNI untuk hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan sebuah program pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat setelah program tersebut berakhir.
Ia berharap bibit yang disalurkan mampu menjadi modal awal bagi petani untuk meningkatkan produktivitas lahan yang dimiliki. Dengan demikian, hasil pertanian dapat bertambah dan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan keluarga.
“Kami berharap bantuan bibit sayuran ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Semoga dapat meningkatkan hasil pertanian dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan para petani,” ujar Kolonel Erik Novianto.
Semangat itulah yang menjadi ruh pelaksanaan TMMD Ke-129 di Talang Jambe. Kehadiran prajurit TNI tidak hanya terlihat saat mengangkat material bangunan atau membangun akses jalan, tetapi juga ketika mendampingi masyarakat menata masa depan melalui sektor pertanian.
Bibit-bibit yang dibagikan kelak hasilnya bukan hanya memenuhi kebutuhan dapur keluarga, melainkan juga menjadi simbol bahwa pembangunan sejati adalah pembangunan yang mampu menumbuhkan kemandirian masyarakat.
Di Talang Jambe, TMMD tidak hanya membangun jalan yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Program ini juga sedang membangun optimisme, menanam harapan, dan menumbuhkan masa depan dari setiap benih yang dititipkan kepada para petani. Sebab, ketika infrastruktur dibangun bersamaan dengan penguatan ekonomi warga, manfaat pembangunan akan terus dirasakan jauh setelah para prajurit kembali ke satuannya.
(Yanti)










