PALEMBANG,LamanQu.Com-Lumpur menyelimuti lokasi pembangunan jalan di Jalan Rawa Jaya, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang.
Hujan yang mengguyur sejak Rabu (22/7/2026) sore hingga malam membuat tanah rawa semakin licin dan becek.
Namun, sejak Kamis (23/7/2026)) pagi derap langkah prajurit Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang kembali terdengar, seolah cuaca tak pernah menjadi alasan untuk berhenti bekerja.
Di pundak mereka, batang-batang kayu gelam dipikul bergantian. Sesekali kaki terperosok ke dalam lumpur, tetapi tangan-tangan yang penuh semangat tetap mengangkat, memancang, lalu memastikan setiap cerucuk berdiri kokoh sebagai pondasi jalan yang tengah dibangun.
Pekerjaan itu bukan perkara mudah. Setiap batang gelam harus dipasang dengan teliti agar mampu menopang konstruksi jalan sepanjang 750 meter yang akan menghubungkan aktivitas masyarakat. Keringat bercampur lumpur menjadi pemandangan yang tak terhindarkan. Namun, tak satu pun wajah menunjukkan keluh kesah.
Bagi para prajurit, jalan yang sedang mereka bangun bukan sekadar hamparan tanah yang akan dilapisi material. Jalan itu adalah harapan warga yang selama bertahun-tahun harus berjibaku dengan akses berlumpur, terutama saat musim hujan tiba.
Di sela pekerjaan, terdengar sapaan hangat antara prajurit dan warga yang ikut membantu. Mereka saling mengangkat batang gelam, berbagi tenaga, bahkan sesekali melempar canda yang memecah lelah. Gotong royong yang terjalin membuat batas antara TNI dan masyarakat seakan melebur dalam satu tujuan yang sama.
Kasatgas Lapangan TMMD ke-129, Kapten Inf Pringgo Budi S., mengatakan tantangan cuaca merupakan bagian dari pengabdian yang harus dihadapi setiap personel di lapangan.
“Walaupun medan menjadi becek setelah hujan, semangat anggota Satgas tidak pernah surut. Kami tetap bekerja maksimal agar pembangunan jalan ini selesai tepat waktu dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat. Kebersamaan antara TNI dan warga menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan TMMD,” ujar Kapten Pringgo.
Menurutnya, semangat personel justru semakin tumbuh ketika melihat antusiasme warga yang setiap hari datang membantu pekerjaan. Kebersamaan itu menjadi energi yang membuat setiap tantangan terasa lebih ringan untuk dihadapi.
Pemasangan cerucuk gelam merupakan salah satu tahapan penting dalam pembangunan jalan di kawasan rawa. Pondasi tersebut akan memperkuat struktur jalan sehingga lebih stabil dan tahan lama saat dilintasi kendaraan maupun aktivitas masyarakat sehari-hari.
Program TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang memang tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik. Di balik seragam loreng yang dipenuhi lumpur, tersimpan tekad para prajurit untuk menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.
Sebab bagi mereka, pengabdian bukan diukur dari mudah atau sulitnya medan yang dilalui. Pengabdian adalah tentang tetap melangkah, meski hujan turun dan lumpur menghadang, demi memastikan jalan impian warga Talang Jambe benar-benar terwujud.
(Yanti)










