LamanQu.Com – Kompetisi lari jalanan Bank BJB Bandoeng 10K kini dipandang kian berevolusi menjadi ajang persaingan yang profesional dan sengit. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak lagi sekadar menjadi sarana olahraga rekreasi santai bagi komunitas pelari.
Selain itu, peningkatan mutu perlombaan pada edisi kali ini turut diamati secara mendalam oleh pihak PASI. Maka dari itu, lonjakan performa yang signifikan terlihat jelas baik dari kategori pelari utama maupun kelompok amatir.
Ketua Komisi Pemassalan PASI, Satyo Haryo Wibisono mengemukakan, “Bukan cuma di level elite saja, tapi pelari rekreasional juga makin serius. Yang finis di bawah 55 menit makin banyak, bahkan yang di bawah 60 menit juga banyak sekali,”
Selanjutnya, tren positif ini menjadi bukti nyata bahwa ekosistem olahraga atletik di tanah air kian berkembang pesat. Sebagai contoh, efisiensi waktu yang ditorehkan oleh para pelari profesional pria dinilai sangat luar biasa karena mampu menyentuh garis akhir dalam kurun waktu 26 menit.
Satyo menambahkan, “Tidak sampai setengah jam pelari elite pria sudah finis. Itu menunjukkan kualitas kompetisinya makin baik,”
Sementara itu, persaingan sengit di sektor putri antara andalan nasional melawan rival internasional asal Kenya juga menarik perhatian besar. Satyo berujar, “Persaingannya sangat ketat. Selisih waktunya tipis dan itu menunjukkan level kompetisinya tinggi,”
Terlebih lagi, Odekta Elvina Naibaho mengakui bahwa rute dan atmosfer di Kota Kembang menyuguhkan tantangan yang sangat unik. Odekta mengutarakan, “Bandung punya tantangan tersendiri. Tahun ini lebih menantang karena ada pelari-pelari dari Kenya juga,”
Oleh sebab itu, kesejukan udara khas Bandung dinilai menjadi faktor pendukung utama yang menjaga kenyamanan para peserta sepanjang balapan. Ditambah lagi, antusiasme warga lokal yang bersorak di pinggir jalan memberikan pasokan energi tambahan yang luar biasa bagi para pelari.
Odekta pun mengibaratkan pergelaran tahunan ini sebagai sebuah perayaan besar bagi seluruh lapisan masyarakat setempat. Odekta berharap, “Saya berharap jalurnya semakin steril dan semua orang bisa berpesta di situ. Ini hajatan Bandung,”
Kemudian, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memandang masifnya agenda olahraga ini sebagai pelecut untuk terus membenahi infrastruktur tata ruang. Dengan demikian, standarisasi jalan raya yang ideal ke depan harus mampu mengakomodasi hak bagi para pejalan kaki, pesepeda, hingga kaum difabel.
Farhan menegaskan, “Jalan terbaik itu ketika ramah untuk pejalan kaki dan penggemar olahraga lari atau jogging,”
Selain menyajikan persaingan yang seru, aspek keselamatan dalam event akbar ini dilaporkan terkendali dengan sangat kondusif. Hal ini karena dari puluhan peserta yang sempat mendapatkan penanganan medis, tidak ditemukan adanya kasus cedera fatal, dengan tingkat keberhasilan finis mencapai 97 persen.




