LamanQu.Com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan ke Perguruan Islam Pondok Tremas, Pacitan. Selain itu, Wapres Gibran memantau langsung pelaksanaan pelatihan kecerdasan buatan (AI) bagi para santri.
Wapres Gibran menilai penguatan literasi digital sangat penting bagi generasi muda saat ini. Selanjutnya, Gibran ingin santri memiliki kesiapan penuh dalam menghadapi transformasi teknologi.
“Karena penting sekali nanti ke depan untuk menghadapi tantangan zaman yang serba digital. Ini semua harus belajar dan santri-santri tidak boleh ketinggalan ya,” kata Gibran Rakabuming Raka.
Wapres Gibran melihat langsung hasil pembelajaran serta berdialog dengan para peserta pelatihan. Di samping itu, Gibran menekankan pentingnya penguasaan coding untuk mengasah berpikir kritis.
Wapres mengingatkan bahwa belajar robotik dan AI bertujuan agar santri tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta teknologi. Oleh karena itu, penguasaan teknologi menjadi kunci kemandirian bangsa.
Gibran Rakabuming Raka juga merespons kegelisahan santri mengenai ancaman robot terhadap lapangan kerja. Terlebih lagi, Wapres Gibran menegaskan bahwa kendali utama teknologi tetap berada di tangan manusia.
“Robot yang bikin siapa? Itu manusianya kan? Itu AI bikin prompting, yang ngetik prompting-nya masih manusia kan? Justru sekarang akan banyak pekerjaan-pekerjaan baru,” ujar Wapres Gibran.
Gibran Rakabuming Raka meyakini bahwa peningkatan kapasitas diri adalah solusi menghadapi disrupsi. Selain itu, Wapres Gibran mengajak santri untuk terus beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Saya yakin nanti ke depan bisa berguna, terutama kalau mereka nanti terjun ke dunia kerja… Makanya kita harus selalu meng-upgrade diri,” kata Wapres Gibran.
Pengasuh Pondok Tremas K.H. Luqman Harist Dhimyathi mengapresiasi kehadiran program pelatihan teknologi tersebut. Selanjutnya, K.H. Luqman Harist Dhimyathi berharap kegiatan ini dapat berjalan secara berkelanjutan.
Pelatihan selama dua hari ini melibatkan 30 santri dengan fokus pada kurikulum robotik berbasis computational thinking. Akhirnya, penggunaan robot Whalesbot diharapkan mampu menguatkan logika dan kemampuan memecahkan masalah para santri.




