PALEMBANG. Lamanqu. Com
Menghadapi tren global transisi energi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Musi Banyuasin, Herryandi Sinulingga AP, melontarkan gagasan krusial dalam Forum Dialog “Memperkuat Inisiatif dan Kebijakan Transisi Energi Berkeadilan di Sumatera Selatan” .
Ia menekankan perlunya peta jalan (roadmap) yang konkret untuk menyelamatkan nasib ribuan pekerja di sektor Migas dan Batubara agar siap beralih ke sektor energi terbarukan (Green Energy) dimasa depan.
Herryandi Sinulingga, AP menegaskan bahwa transisi energi tidak boleh hanya dilihat dari sisi teknis lingkungan, tetapi harus menyentuh sisi kemanusiaan, terutama perlindungan tenaga kerja dari ancaman PHK massal akibat penutupan atau penurunan skala industri fosil di masa depan.
Strategi Reskilling dan Upgrading Skill
Dalam forum tersebut, Kadisnaketrans Muba ini mengusulkan agar pemerintah pusat , Pemerintah Provinsi dan dan tentunya Pemerintah daerah dan para pelaku industri dimasa depan dapat segera bersinergi merumuskan kurikulum pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri hijau.
“Kita tidak boleh terlambat. Transisi energi sudah di depan mata. Saya mengusulkan agar kita segera menyusun peta jalan bagi pekerja di sektor Migas dan Batubara. Kita harus memikirkan bagaimana melakukan upgrade skill dan reskilling bagi Pekerja kita Kedepannya. Tujuannya jelas: agar pekerja kita tetap berdaya dan mumpuni di industri Green Energy masa depan, bukan justru menjadi penonton dan korban PHK,” tegas Sinulingga.
Kolaborasi Pemerintah dan Industri
Lebih lanjut, Kadisnakertrans Muba ini menyoroti bahwa kesuksesan transisi energi berkeadilan sangat bergantung pada seberapa kuat pemerintah mengatur regulasi yang mewajibkan perusahaan melakukan transfer pengetahuan dan pelatihan keterampilan hijau bagi pekerjanya.
“ Pemerintah pusat dan daerah harus hadir bersama-sama untuk mengatur ini. Kita butuh standar kompetensi baru yang diakui industri. Dengan begitu, ketika industri hijau benar-benar mendominasi, SDM kita di Sumsel dan Muba sudah berada di garda terdepan, memiliki keahlian yang bersertifikasi, dan siap memenuhi kebutuhan pasar kerja baru yang lebih bersih,” tambahnya.
Poin Usulan Strategis Kadisnakertrans Muba:
1. Penyusunan Roadmap Tenaga Kerja Transisi: Memetakan jumlah pekerja fosil dan mencocokkan kebutuhan skill dengan industri masa depan.
2. Pusat Pelatihan Green Energy: Mendorong terciptanya lembaga pelatihan atau balai latihan kerja yang fokus pada teknologi energi terbarukan.
3. Regulasi Kolaboratif: Memastikan ada aturan yang mengikat bagi industri untuk memberikan pelatihan berkelanjutan bagi pekerja lama agar bisa beradaptasi ke sistem energi baru.
Dengan usulan ini, Musi Banyuasin berkomitmen untuk tidak hanya menjadi lumbung energi, tetapi juga menjadi lumbung SDM unggul yang adaptif terhadap perubahan zaman, demi mewujudkan Muba Maju Lebih Cepat di masa depan tegas Sinulingga saat diwawancara media ini.
(Yanti/ril)










