Kebumen, LamanQu.Com – Di pagi yang bening, ketika embun masih setia berdiam di pucuk daun, langkah pengabdian kembali menjejak tanah Desa Somagede, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen. Di sudut desa yang tenang itu, Prajurit Kesehatan Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen, Serma Ristanto, menunaikan tugasnya dengan hati yang penuh welas asih. Dengan tangan terlatih dan jiwa yang lembut, ia memberikan pengobatan gratis kepada Ibu Pasini, seorang warga desa yang membutuhkan uluran perhatian dan sentuhan penyembuhan, Kamis (26/02/26).
Bukan sekadar obat yang diberikan, namun juga harapan yang dititipkan. Tatapan tulus sang Prajurit menjadi penawar rasa cemas, sementara senyumnya menguatkan keyakinan bahwa negara hadir hingga ke pelataran rumah rakyatnya. Di sanalah, pengabdian menjelma menjadi puisi nyata—tanpa bait tertulis, namun terasa di relung jiwa.
Komandan Kodim 0709/Kebumen Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono S.H., M.I.P., selaku penanggung jawab kegiatan TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“TMMD bukan hanya membangun jalan dan tembok, tetapi juga membangun kepedulian. Kesehatan warga adalah bagian dari kekuatan bangsa,” tuturnya penuh makna.
Sementara itu, Ibu Pasini dengan mata berkaca kaca menyampaikan rasa syukurnya.
“Saya tidak menyangka akan mendapat perhatian sebesar ini. Terima kasih kepada bapak TNI yang sudah peduli dan membantu pengobatan saya. Semoga semua kebaikan ini dibalas oleh Tuhan,” ucapnya lirih namun tulus.
Di sisi lain, Serma Ristanto menegaskan bahwa apa yang ia lakukan adalah amanah pengabdian.
“Kami hadir untuk rakyat. Melihat warga tersenyum dan merasa terbantu adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami sebagai prajurit,” ujarnya sederhana, namun sarat makna.
Di Desa Somagede, TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen tidak hanya menorehkan jejak pembangunan, tetapi juga menanam benih kemanusiaan. Sebab di balik seragam loreng, bersemayam hati yang siap mengabdi hingga sehat, hingga harapan kembali bersemi.






