• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Jumat, Oktober 16, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Serba Serbi Discovery

Topeng Monyet: Kisah Hiburan Rakyat yang Sudah Tiada

Reporter lian
22 September 2025
topeng monyet, hiburan rakyat
Bagikan ke Whatsapp

LamanQu.Com – Di pinggir jalan kota-kota besar Indonesia, dulu ada pemandangan yang tak asing. Seorang pria dengan kuda-kuda kecil dan seekor monyet dengan topeng dan pakaian berwarna-warni. Diiringi musik sederhana. Monyet akan beratraksi mengendarai sepeda. Kemudian menirukan gerakan manusia, dan mengumpulkan koin dari para penonton yang terhibur. Inilah topeng monyet, sebuah hiburan rakyat yang pernah menjadi bagian dari lanskap budaya Indonesia.

Namun, kisah pertunjukan ini tidak berakhir dengan tepuk tangan. Seiring waktu, pandangan masyarakat berubah, dan hiburan ini akhirnya ditertibkan karena alasan yang mendasar.

Era Kejayaan: Dari Tahun ke Tahun Hingga Akhir Abad ke-20

Popularitas topeng monyet sebagai hiburan jalanan berlangsung selama beberapa dekade. Sejak pertengahan abad ke-20, praktik ini telah tersebar luas, terutama di perkotaan dan area padat penduduk. Bagi banyak orang, topeng monyet adalah bentuk hiburan yang mudah diakses dan menghibur, sering kali menjadi bagian dari pasar malam atau acara komunitas.

Para pawang (pelatih monyet) mengandalkan keterampilan dan relasi mereka dengan hewan untuk mencari nafkah. Pertunjukan ini menjadi simbol dari interaksi unik antara manusia dan hewan, meskipun di balik tirai, banyak hal yang tidak diketahui oleh penonton.

Titik Balik: Suara Hati yang Mulai Bicara

Pada awal abad ke-21, terutama dengan semakin meningkatnya kesadaran tentang hak-hak hewan, pandangan publik terhadap topeng monyet mulai berubah secara drastis. Organisasi perlindungan hewan dan aktivis mulai mengungkap kondisi di balik layar yang mengerikan.

  • Kekerasan dalam Pelatihan: Terungkap bahwa proses melatih monyet untuk melakukan trik seringkali melibatkan paksaan dan kekerasan fisik, seperti penarikan rantai yang kuat pada leher monyet untuk memaksa mereka berdiri atau melakukan trik yang tidak alami.
  • Kondisi Hidup yang Buruk: Monyet-monyet ini sering disimpan dalam kandang kecil dan kotor, tidak mendapatkan nutrisi yang layak, dan tidak memiliki akses ke ruang gerak yang cukup atau interaksi sosial yang penting bagi primata.
  • Ancaman Penyakit: Isu kesehatan publik juga menjadi perhatian utama. Monyet yang berinteraksi langsung dengan manusia tanpa kontrol kesehatan yang ketat berpotensi menjadi pembawa penyakit (zoonosis) yang dapat menular.

Akhir Sebuah Era: Penertiban dan Pelarangan

Puncaknya, pada tahun 2013, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah pimpinan Gubernur Joko Widodo mengambil langkah tegas untuk menghentikan praktik ini. Program penertiban dan penyelamatan besar-besaran diluncurkan. Monyet-monyet disita dari para pawang dan dibawa ke pusat rehabilitasi di Taman Marga Satwa Ragunan.

Program ini tidak hanya fokus pada hewan, tetapi juga memberikan solusi bagi para pawang. Mereka diberi kompensasi dan modal usaha agar bisa beralih profesi, menunjukkan pendekatan yang manusiawi dan komprehensif.

Langkah Jakarta ini diikuti oleh beberapa kota lain, yang secara efektif mengakhiri era topeng monyet di jalanan. Kini, praktik ini dianggap ilegal di banyak tempat.

Kisah topeng monyet adalah cerminan dari evolusi kesadaran sosial kita. Apa yang dulu dianggap sebagai hiburan tak berbahaya. Kini dilihat sebagai bentuk eksploitasi dan kekejaman terhadap hewan. Berakhirnya tradisi ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap bentuk hiburan, kita memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan tidak ada makhluk hidup yang menderita.

Tags: Hiburan RakyatTopeng Monyet
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kasdim 0418/Palembang Hadiri Bakti Kesehatan HUT TNI ke-80 di Makesdam II/ Sriwijaya

Next Post

Ayam sang Penompang Peradaban yang Berakhir di Piring Makan

lian

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Atensi Kapolda, Polda Sumut Gelar Perkara Khusus Kasus Agnis Janze Zebua Didampingi Tim Hotman 911 dan Ratakan Law Firm

Polda Sumsel Tangani 17 Laporan Karhutla Kluster Korporasi, Area Konsesi 620,62 Hektare Disegel

Ratusan Insan Pers Bersatu Desak Perlindungan dan Keadilan bagi Wartawan

Cegah Limbah Industri, Dansatgas Citarum Harum Edukasi ke Pelaku Usaha

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan

Lebri Oktora Desak Kapolda Sumsel Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung dan Insan Pers

Selamatkan Sungai, Atasi Genangan: Pemkot Palembang Perkuat Revitalisasi Anak Sungai

Indonesia, Paru-paru Dunia yang Terkena ISPA: Sebuah Paradoks

Berita Populer

Kodam III Siliwangi Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gratis di Cimahi

Bakti Sosial Kesehatan Gratis
Reporter UMR
20 September 2026

Cimahi, LamanQu.Com - Dalam rangka HUT TNI ke-81, Kodam III/Siliwangi menggelar bakti sosial kesehatan bertempat di Rumah Sakit TK II...

Read more

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla

Hadapi Musim Kering, PT RHM Kelola Tata Air untuk Cegah Karhutla
Reporter YN
19 September 2026

Muba,LamanQu.Com – Menjaga ketersediaan air menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di...

Read more

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas

Greebel Gelar Lomba Mewarnai di PTC Palembang, 300 Anak Tunjukkan Kreativitas
Reporter YN
20 September 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com-Sekitar 300 anak dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD) se-Kota Palembang mengikuti...

Read more

Lebri Oktora Desak Kapolda Sumsel Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung dan Insan Pers

Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung
Reporter Editor Sumsel
14 Oktober 2026

Palembang, LamanQu.Com — Konsultan Hukum dan Aktivis Sumatera Selatan dari Yayasan Bantuan Hukum Sumsel Berkeadilan, Lebri Oktora, S.H., mendesak Kapolda...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In