• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Senin, April 27, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home Serba Serbi Discovery

Topeng Monyet: Kisah Hiburan Rakyat yang Sudah Tiada

Reporter lian
22 September 2025
topeng monyet, hiburan rakyat
Bagikan ke Whatsapp

LamanQu.Com – Di pinggir jalan kota-kota besar Indonesia, dulu ada pemandangan yang tak asing. Seorang pria dengan kuda-kuda kecil dan seekor monyet dengan topeng dan pakaian berwarna-warni. Diiringi musik sederhana. Monyet akan beratraksi mengendarai sepeda. Kemudian menirukan gerakan manusia, dan mengumpulkan koin dari para penonton yang terhibur. Inilah topeng monyet, sebuah hiburan rakyat yang pernah menjadi bagian dari lanskap budaya Indonesia.

Namun, kisah pertunjukan ini tidak berakhir dengan tepuk tangan. Seiring waktu, pandangan masyarakat berubah, dan hiburan ini akhirnya ditertibkan karena alasan yang mendasar.

Era Kejayaan: Dari Tahun ke Tahun Hingga Akhir Abad ke-20

Popularitas topeng monyet sebagai hiburan jalanan berlangsung selama beberapa dekade. Sejak pertengahan abad ke-20, praktik ini telah tersebar luas, terutama di perkotaan dan area padat penduduk. Bagi banyak orang, topeng monyet adalah bentuk hiburan yang mudah diakses dan menghibur, sering kali menjadi bagian dari pasar malam atau acara komunitas.

Para pawang (pelatih monyet) mengandalkan keterampilan dan relasi mereka dengan hewan untuk mencari nafkah. Pertunjukan ini menjadi simbol dari interaksi unik antara manusia dan hewan, meskipun di balik tirai, banyak hal yang tidak diketahui oleh penonton.

Titik Balik: Suara Hati yang Mulai Bicara

Pada awal abad ke-21, terutama dengan semakin meningkatnya kesadaran tentang hak-hak hewan, pandangan publik terhadap topeng monyet mulai berubah secara drastis. Organisasi perlindungan hewan dan aktivis mulai mengungkap kondisi di balik layar yang mengerikan.

  • Kekerasan dalam Pelatihan: Terungkap bahwa proses melatih monyet untuk melakukan trik seringkali melibatkan paksaan dan kekerasan fisik, seperti penarikan rantai yang kuat pada leher monyet untuk memaksa mereka berdiri atau melakukan trik yang tidak alami.
  • Kondisi Hidup yang Buruk: Monyet-monyet ini sering disimpan dalam kandang kecil dan kotor, tidak mendapatkan nutrisi yang layak, dan tidak memiliki akses ke ruang gerak yang cukup atau interaksi sosial yang penting bagi primata.
  • Ancaman Penyakit: Isu kesehatan publik juga menjadi perhatian utama. Monyet yang berinteraksi langsung dengan manusia tanpa kontrol kesehatan yang ketat berpotensi menjadi pembawa penyakit (zoonosis) yang dapat menular.

Akhir Sebuah Era: Penertiban dan Pelarangan

Puncaknya, pada tahun 2013, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah pimpinan Gubernur Joko Widodo mengambil langkah tegas untuk menghentikan praktik ini. Program penertiban dan penyelamatan besar-besaran diluncurkan. Monyet-monyet disita dari para pawang dan dibawa ke pusat rehabilitasi di Taman Marga Satwa Ragunan.

Program ini tidak hanya fokus pada hewan, tetapi juga memberikan solusi bagi para pawang. Mereka diberi kompensasi dan modal usaha agar bisa beralih profesi, menunjukkan pendekatan yang manusiawi dan komprehensif.

Langkah Jakarta ini diikuti oleh beberapa kota lain, yang secara efektif mengakhiri era topeng monyet di jalanan. Kini, praktik ini dianggap ilegal di banyak tempat.

Kisah topeng monyet adalah cerminan dari evolusi kesadaran sosial kita. Apa yang dulu dianggap sebagai hiburan tak berbahaya. Kini dilihat sebagai bentuk eksploitasi dan kekejaman terhadap hewan. Berakhirnya tradisi ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap bentuk hiburan, kita memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan tidak ada makhluk hidup yang menderita.

Tags: Hiburan RakyatTopeng Monyet
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kasdim 0418/Palembang Hadiri Bakti Kesehatan HUT TNI ke-80 di Makesdam II/ Sriwijaya

Next Post

Ayam sang Penompang Peradaban yang Berakhir di Piring Makan

lian

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

DPRD Palembang Dapil II Geram Saat Sidak Bangunan Diduga Tak Berizin di Jalan Balayudha

Diduga Picu Banjir, DPRD Palembang Dapil II Tegur Manajemen Mitra 10

Sinergi TNI, Polri, Pemda dan Warga Percepat TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen di Desa Puro Kecamatan Karangmalang

Dari Palembang untuk Indonesia, The Robin Optimis Lagu “Kehangatan Pria Lain” Digemari Pecinta Musik Tanah Air

Dari Palembang untuk Indonesia, The Robin Optimistis Lagu “Kehangatan Pria Lain” Digemari Pecinta Musik Tanah Air

Disnakertrans Muba Mengeluarkan Teguran Tertulis PT. Muba Global Lestari dan PT.Guthrie Pecconina Indonesia

Reses DPRD Palembang Dapil VI di BPN Palembang Soroti Terkait Sengketa dan Validasi Tanah

Jejak Mayjen TNI Kosasih dari Marbot Masjid, Kini Jadi Pangdam III Siliwangi

Reses Dapil II DPRD Palembang: Mie Gacoan Dinilai Bantu Kurangi Pengangguran di Alang-Alang Lebar

Berita Populer

IKA KSMA Ada Dibeberapa Daerah Di Indonesia, Berikut Beberapa Pesan Disampaikan

IKA KSMA Ada Dibeberapa Daerah Di Indonesia, Berikut Beberapa Pesan Disampaikan
Reporter YN
19 April 2026

Palembang. Lamanqu. Com Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, S.H., M.M...

Read more

Chairul S Matdiah : Gubernur adalah Wajah Provinsi, Fasilitas Sesuai Kebutuhan Tugas

Chairul S Matdiah : Gubernur adalah Wajah Provinsi, Fasilitas Sesuai Kebutuhan Tugas
Reporter YN
19 April 2026

Palembang. Lamanqu. Com Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Chairul S Matdiah, angkat bicara terkait dinamika rencana pengadaan mobil dinas senilai...

Read more

Gubernur Herman Deru Ajak Mahasiswa Gunakan AI Secara Bijak

Lomba Video AI
Reporter YN
19 April 2026

Palembang, LamanQu.Com - Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, mengajak para mahasiswa untuk menggunakan Artificial Intelligence (AI) secara bijak....

Read more

Enam Kandidat Ketua DPC PKB Palembang Siap Jalani Uji Kelayakan

Enam Kandidat Ketua DPC PKB Palembang Siap Jalani Uji Kelayakan
Reporter YN
19 April 2026

Palembang. Lamanqu. Com Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Palembang yang digelar pada Sabtu malam (18/4/2026) menghadirkan terobosan...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In