• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
kpid sumsel HUR RI Ke-81, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Sinergi Kilang Pertamina Plaju Bersama Stakeholder dan Masyarakat Perkuat Gerakan Lawan Illegal Fishing di Banyuasin, Dorong Kelestarian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan

Reporter YN
19 September 2025
Gerakan Lawan Illegal Fishing
Bagikan ke Whatsapp

Banyuasin, LamanQu.Com – Di tengah hamparan perairan Banyuasin yang menjadi tumpuan hidup ribuan nelayan, semangat menjaga kelestarian sungai dan laut terus digelorakan.

Melalui kegiatan Sosialisasi Pelarangan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Illegal Fishing), Kilang Pertamina Plaju bersama multipihak yang terdiri dari pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat hadir bergandeng tangan memperkuat pengawasan perikanan, demi memastikan sumber daya tetap lestari untuk generasi mendatang.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banyuasin, Ir. Septi Fitri, MM, menegaskan bahwa upaya menjaga kelestarian sumber daya perikanan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi berbagai pihak.

Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Pertamina yang telah banyak membantu, mulai dari program konservasi ikan Belida, pemasangan plang larangan ilegal fishing, restocking ikan, hingga pengembangan Kawasan Perikanan Terintegrasi Desa Sungai Gerong yang dilengkapi teknologi baru pengasapan ikan.

Menurut Septi, salah satu strategi utama pemerintah daerah adalah dengan membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) di seluruh wilayah perairan Banyuasin, dengan Kecamatan Banyuasin I dijadikan percontohan.

Septi juga menekankan pentingnya keterlibatan aparat penegak hukum dalam memberantas illegal fishing, yang masih marak terjadi di perairan Banyuasin. Meski peraturan sudah jelas mengatur ancaman pidana denda Rp1,2 miliar dan kurungan 2,5 tahun, praktik illegal fishing masih kerap dianggap sepele.

“Selama ini illegal fishing sulit diberantas karena adanya toleransi terhadap pelaku yang dianggap hanya masyarakat kecil pencari nafkah. Padahal, jika ini dibiarkan, akan berdampak pada kerusakan ekosistem dan keberlanjutan perikanan kita. Karena itu, kami sangat berharap Satker Pengawas KKP dan Polairud dapat menindaklanjuti setiap laporan dari Pokmaswas,” tegasnya saat momen Sosialisasi Larangan Illegal Fishing di Kelurahan Mariana Ilir, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, Jumat (19/9/2025).

Koordinator Satuan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Palembang, Hafid AlFajri, S.Stpi, M.H, menjelaskan bahwa praktik illegal fishing di perairan Sumatera Selatan masih marak dengan berbagai modus.

Aktivitas ini meliputi penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, praktik penyetruman ikan, hingga masuknya kapal tanpa izin. Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya merugikan nelayan yang taat aturan, tetapi juga berdampak serius pada keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan.

Hafid mengungkapkan bahwa pelaku illegal fishing kerap berasal dari masyarakat sekitar, bahkan ada yang di siang hari berprofesi sebagai petani namun pada malam hari melakukan penangkapan ikan secara ilegal dengan perahu pribadi.

Ia menekankan perlunya sosialisasi berkelanjutan hingga tingkat desa, serta penguatan peran Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) agar kesadaran masyarakat tumbuh bersama.

“Jika semangat masyarakat sudah sama untuk menjaga kelestarian perikanan, melalui sosialisasi dan pemberdayaan Pokmaswas, maka upaya memberantas illegal fishing akan lebih efektif,” tegasnya.

Peran Penting Pokmaswas

Plt. Kabid Penataan Ruang Laut, Perairan Umum Daratan, dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Selatan, Helen Filiani, S.Sos., M.Si, menegaskan pentingnya peran Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) dalam menjaga kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan di Banyuasin.

Ia menilai kegiatan pembinaan seperti ini sangat bermanfaat untuk memotivasi Pokmaswas sebagai mitra strategis pemerintah di lapangan. Helen juga mendorong adanya perbanyakan Pokmaswas, penguatan kolaborasi dengan aparat setempat untuk memberantas praktik illegal fishing di Sumsel, serta dukungan regulasi melalui peraturan desa (Perdes) agar kelembagaan Pokmaswas semakin kokoh.

“Ke depan, kita akan mulai menegakkan pengawasan melalui Pokmaswas, karena merekalah garda terdepan dalam memastikan sumber daya kelautan dan perikanan kita bisa terus berkelanjutan,” ujarnya.

Ketua Pokmaswas Pulai Salah Nama, Kelurahan Mariana Ilir, Kecamatan Banyuasin I, Sahrul, mengungkapkan kondisi yang dihadapi kelompoknya dalam menjaga sumber daya perikanan di wilayah tersebut.

Saat ini terdapat tujuh kelompok yang aktif, namun hasil tangkapan ikan terus menurun akibat maraknya praktik illegal fishing. Menurutnya, meskipun Pokmaswas kerap menegur pelaku, sering kali upaya tersebut mendapat perlawanan.

Ia juga menyoroti berkurangnya tangkapan nelayan tradisional yang berbanding terbalik dengan semakin leluasanya pelaku illegal fishing, yang dikhawatirkan menimbulkan rasa kecemburuan di masyarakat.

“Kami berharap desa-desa lain juga bisa ikut terlibat membentuk Pokmaswas, agar pengawasan lebih merata dan kelestarian perikanan benar-benar bisa terjaga,” ujarnya.

Dukungan Pertamina Pada Kelestarian Sumber Daya Perikanan

Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU III Plaju Siti Rachmi Indahsari menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pelestarian sumber daya perikanan, khususnya konservasi ikan Belida yang merupakan ikon kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan.

Salah satu jenisnya, Ikan Belida (Chitala lopis), bahkan telah dinyatakan punah secara internasional. Sebagai bentuk tanggung jawab, Kilang Pertamina Plaju telah melakukan advokasi dan penyusunan policy brief bersama Dinas Perikanan Kabupaten Banyuasin dan telah berkolaborasi merumuskan langkah strategis yang dituangkan dalam SK No. 72/KPTS/DISKAN Tahun 2024 tentang Pelarangan Penangkapan Ikan Secara Ilegal Menggunakan Alat Tangkap Tidak Ramah Lingkungan dan Pelestarian Ikan Belida.

Berbagai inisiatif pun dilakukan, mulai dari pembentukan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) se-Kecamatan Banyuasin I, pemasangan plang larangan illegal fishing di seluruh Kecamatan Banyuasin I, restocking 43.000 ekor ikan ke sungai, hingga kegiatan sosialisasi dan patroli oleh Pokmaswas.

Sejak tahun 2019, perusahaan juga menginisiasi program Belida Musi Lestari, yang tahun 2022 bekerja sama dengan BRIN dan Universitas PGRI Palembang berhasil menghasilkan keturunan 62 ekor G1 (benih, remaja, dan calon induk). Pada tahun yang sama, berhasil pula ditemukan spesies Chitala hypselonotus (Belida Sumatera Selatan) yang terakhir tercatat pada 2006.

Tidak hanya itu, Kilang Pertamina Plaju bersama BRIN juga berperan dalam mendorong dan mengadvokasi terbitnya Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 83 Tahun 2024 tentang perubahan status perlindungan Ikan Belida Jawa (Putak) dari Perlindungan Penuh menjadi Perlindungan Terbatas. Perusahaan kemudian mengembangkan pilot project domestikasi ikan Belida Jawa (Putak) pertama di Pokdakan Tunas Makmur Desa Sungai Gerong.

“Melalui berbagai langkah ini, kami ingin menjadi inspirator dalam upaya penyelamatan sumber daya perikanan di Sumatera Selatan, sejalan dengan visi inovasi sosial kami yaitu Hidup Berdampingan dengan Sungai Musi,” tegas Rachmi.

Turut hadir dalam kegiatan itu Danramil Kapten (Arm) Muhammad Ridwan, unsur kepolisian dari Polsek Mariana, pemerintah desa & kelurahan di Banyuasin I, serta masyarakat yang terdiri dari kelompok nelayan, kelompok pembudidaya ikan, serta kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas).

Sejalan Dengan SDGs & ESG

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen seluruh pihak dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-14 Life Below Water dan tujuan ke-17 Partnership for the Goals.

Selain itu, langkah-langkah kolaboratif ini sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), di mana pelestarian sumber daya ikan menjadi bagian penting dari tanggung jawab lingkungan, pemberdayaan masyarakat merupakan wujud tanggung jawab sosial, dan penguatan regulasi serta penegakan hukum mencerminkan tata kelola yang baik.

Tags: Gerakan Lawan Illegal FishingSumber Daya Kelautan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jenis Kuda Pacu yang Sering Unjuk Gigi di Arena Pacu

Next Post

Ketua Reses Dapil IV Ruspanda Karibullah: Reses di PT Indocement Bahas Terkait CSR, Tenaga Kerja Lokal dan Pemeriksaan Kesehatan Untuk Warga Sekitar Perusahaan

YN

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Perkuat Sinergi PAKEM, Kakanwil Kemenag Sumsel Dorong Kearifan Lokal Jaga Predikat Zero Conflict

Kuasa Hukum Irza Prasetya Minta Hakim Vonis Bebas: Unsur Penggelapan Dinilai Tidak Terbukti

Tak Sekadar Berpenampilan Menarik, Putra Putri SMANTA 2026 Dituntut Cerdas dan Berkarakter

Kasus Narkotika dalam Vape Melonjak, BNN Rekomendasikan Pelarangan Total

Golkar Sumsel Peringati HUT ke-62, Kenang Jasa Pahlawan dan Tebar Kepedulian

SETINGGI APA PUN JABATANMU, JANGAN LUPAKAN SEJARAH PERJALANANMU

Mondyaboni: Ketua OSIS Harus Jadi Teladan dalam Mencegah Bullying dan Narkoba

Alhamdulillah, Nabung Sampah Ditukar dengan Beras

Ketua DPRD Sumsel Berjanji Temui Kapolda, Dorong Kasus Penganiayaan Dua Jurnalis Diusut Tuntas

Berita Populer

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap

Bagikan Seribu Bingkisan Vitamin, Madu, Air Mineral, dan Masker FOKAL IMM Bergerak Bersama Peduli Kabut Asap
Reporter YN
14 Oktober 2026

Palembang,LamanQu.Com-Forum Komunikasi Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Sumatera Selatan terlihat melakukan kegiatan sosial membagikan seribu bingkisan berupa vitamin, madu,...

Read more

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan

Bersama Masyarakat, Polda Sumsel Berantas Premanisme demi Keamanan dan Kelancaran Pembangunan
Reporter YN
14 Oktober 2026

PALEMBANG,LamanQu.Com— Polda Sumatera Selatan memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penindakan terhadap aksi premanisme di seluruh wilayah...

Read more

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan

Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi Menjadi Pilot Projek Penanaman Perdana GSMP, Ini Yang Disampaikan
Reporter YN
17 Oktober 2026

Banyuasin,LamanQu.Com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin (Pemkab) dalam ini Bupati Banyuasin...

Read more

Lebri Oktora Desak Kapolda Sumsel Usut Tuntas Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung dan Insan Pers

Pengeroyokan Mahasiswa Cipayung
Reporter Editor Sumsel
14 Oktober 2026

Palembang, LamanQu.Com — Konsultan Hukum dan Aktivis Sumatera Selatan dari Yayasan Bantuan Hukum Sumsel Berkeadilan, Lebri Oktora, S.H., mendesak Kapolda...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In