• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Rabu, Mei 27, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Gelar Kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan

Reporter YN
14 November 2023
Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com – Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan bertempat di Aula SMKN 3 Palembang, Selasa (14/11/2023).

Hadir Nelson Manurung,SE, M.Pd (Ketua Pokja Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi BBPPMPV BBL), Dra. Elfrida Nababan, M.Pd (Ketua Kelompok Kerja Kerjasama dan Mitras DUDI) Yovani Rahmita Simatupang, S.Sos, M.Pd (Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda), Yossy Widya Purnama, S.I.Kom (Analis Data dan Informasi), Amalia Nurul, S.I.Kom (Analis Data dan Informasi), Tiermin Sibarani, SE (Analis Data dan Informasi) serta Kepala SMKN 3 Palembang beserta jajarannya. Peserta yang terdiri dari waka kesiswaan dan guru BK.

Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Mondyaboni,S.E.,S.Kom.,M.Si mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada BBPPMPV Medan yang sudah menginisiasi kegiatan ini sehingga bisa terlaksana di Provinsi Sumatera Selatan dan juga ucapan terima kasih juga kami kepada Kepala SMKN 3 Palembang beserta jajarannya yang sudah mempersiapkan segala sesuatunya sehingga acara ini berjalan dengan lancar.

“Maraknya terjadi kasus kekerasan terhadap anak baik itu berupa fisik, seksual, penganiayaan emosional, atau penelantaran terhadap anak menyebabkan banyak pihak menyerukan Anti Kekerasan Terhadap Anak. Kekerasan terhadap anak sebagian besar terjadi di rumah, lingkungan sekolah, dan tempat anak berinteraksi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Permendikbud Nomor 46 Tahun 2023 terkait pencegahan dan penanganan kekerasan. mengatur berbagai aspek penting. Sekolah diwajibkan membentuk budaya sekolah yang ramah dan aman. Untuk itu dalam upaya untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman dan nyaman di Satuan Pendidikan tanpa adanya kekerasan dalam berbagai bentuknya,Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan sudah berkolaborasi dengan OPD lain seperti Dinas Perlindungan Anak, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan lain lain untuk membentuk Satgas Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) Provinsi Sumatera Selatan yang masih berproses, serta membuat surat edaran untuk menghimbau satuan Pendidikan untuk membentuk tim TPPK di satuan Pendidikan masing-masing. Ini menindaklanjuti Peluncuran program Merdeka Belajar Episode ke 25 tentang Pencegahan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan.

“Kegiatan sosialisasi ini bertujuan agar peserta dapat memahami tentang kekerasan di lingkungan satuan pendidikan baik itu jenis nya, penyebab dan Upaya pencegahan dan segera untuk membentuk tim pencegahan dan penanganan kekerasan (TPPK) di satuan Pendidikan utk di upload. Saya berharap peserta kegiatan ini yang terdiri dari waka kesiswaan dan guru BK dapat mengimplementasikan apa yang di dapat materi dari narasumber hari ini dan berbagi praktik baik dengan rekan-reka di wilayah masing-masing karena Bapak/Ibu adalah garda terdepan dalam pencegahan kekerasan di satuan Pendidikan. Dengan Kerjasama semua pihak tidak ada lagi kekerasan di satuan Pendidikan dan anak-anak bisa aman dan nyaman belajar di sekolah,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Awaluddin, S.Pd menuturkan, pentingnya peran aktif semua pihak, termasuk guru, siswa, orang tua, dan tenaga pendidik lainnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Dalam acara tersebut, dia menyampaikan strategi pencegahan, identifikasi tanda-tanda kekerasan, serta langkah-langkah konkret dalam menangani kasus-kasus kekerasan.

“Terkait pemberitaan tentang adanya tindakan kekerasan di satuan Pendidikan yang tidak sepenuhnya benar dan masih diperlukan pendalaman serta komunikasi di lapangan,” katanya.

“Sangat disayangkan bila benar terjadi kekerasan di satuan pendidikan yang seharusnya tidak boleh terjadi dalam bentuk apapun oleh siapapun, sesuai rilis dari Kemendikbudristek bahwa terdapat 3 dosa besar dalam dunia pendidikan Indonesia yakni perundungan, kekerasan dan intoleransi,” tambahnya.

Dia menjelaskan, Satuan Pendidikan harus bertanggung jawab penuh sebagai garda terdepan satuan Pendidikan agar hal-hal tersebut tidak terjadi, dengan segala pendekatan yang akan dilakukan diantara upgrading kemampuan guru salah satunya Guru BP agar mendapat pengetahuan baru tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan Pendidikan.

“Perlu dipahami pula bahwa peserta didik tidak sepenuhnya berada di lingkungan sekolah, melainkan juga tumbuh berkembang di lingkungan masing-masing yang merupakan variable yang mempunyai pengaruh terhadap kemungkinan terjadinya kekerasan oleh peserta didik,” ucapnya.

Ketika ditanya mengenai bantuan hukum untuk guru, dia menjelaskan, apabila terdapat kasus yang sudah masuk ranah hukum maka Dinas Pendidikan memiliki Biro Hukum di bawah naungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang akan menghormati proses hukum yang berjalan serta membantu menyelesaikan masalah hukum tersebut.

Awaluddin mengungkapkan, kepada para siswa didik harus tahu bahwa guru adalah sosok yang bertanggung jawab terhadap masa depan yang telah mencurahkan segenap tenaga pikiran dan ilmu kepada siswa.

” Tidak semestinya siswa memperlakukan guru secara tidak baik bahkan sampai terjadi kekerasan terhadap guru. Bila terjadi suatu masalah, sebaiknya diselesaikan dengan cara komunikatif bukan dengan cara kekerasan,” katanya.

“Untuk kepala sekolah perlu diingatkan bahwa salah satu kemampuan guru dan kepala sekolah adalah kemampuan soft skill yaitu kemampuan berkomunikasi dengan berbagai pihak guna memecahkan masalah tanpa adanya tindak kekerasan. Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada seluruh pihak terkait tentang peran mereka dalam menciptakan budaya sekolah yang positif dan mendukung pertumbuhan anak-anak,” tandasnya.

Tags: Anti Kekerasan Terhadap Anakkasus kekerasan terhadap anakPenanganan Kekerasan
ADVERTISEMENT
Previous Post

PJ Gubernur Sumsel Tinjau Fly Over Simpang Sekip, Dijadwalkan Februari 2024 Sudah Beroperasional

Next Post

Unsri Kukuhkan 2 Guru Besar Fakultas Pertanian

YN

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Prof Sri Rahayu: Jambore Sumsel Harus Berlanjut dan Masuk Agenda Wisata Tahunan Sumsel

Sering Salah Sasaran, Chairul S Matdiah Jelaskan Mengapa Gubernur Tak Bisa Perbaiki Semua Jalan Rusak

PWNU Sumsel dan DPW PKB Gelar Mancing Bersama, Perkuat Sinergi untuk Umat

Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie Titip Pesan Persatuan untuk AMKI Sumsel

PLN Sampaikan Progres Pemulihan Kelistrikan di Sumatra, Pulih bertahap, Lebih dari 8,3 juta Pelanggan Telah Menikmati Kembali Pasokan Listrik

Fakar Indonesia Dorong Pembentukan Akademik Khusus Cetak Guru Profesional

Targetkan Generasi Muda, Acara LIKE IT 2026 Resmi Diluncurkan di Yogyakarta

Laga Persib vs Persijap, KAI Bandung Imbau Penumpang Tak Pakai Atribut Bola

Program MBG Lindungi ASI Eksklusif, Kepala BGN Luruskan Aturan Makan Bergizi Gratis

Berita Populer

Program MBG Lindungi ASI Eksklusif, Kepala BGN Luruskan Aturan Makan Bergizi Gratis

Program MBG, ASI Eksklusif
Reporter lian
23 Mei 2026

LamanQu.Com - Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana meluruskan kabar miring soal Program Makan Bergizi Gratis. Oleh karena itu, pihaknya...

Read more

SPMB Ramah 2026 Sumsel Diluncurkan, Penerimaan Siswa Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan dan Tanpa Diskriminasi

SPMB Ramah 2026 Sumsel Diluncurkan, Penerimaan Siswa Objektif, Transparan, Akuntabel, Berkeadilan dan Tanpa Diskriminasi
Reporter YN
23 Mei 2026

Palembang,LamanQu. Com-Peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah Tahun 2026 Provinsi Sumatera Selatan resmi digelar di Aula SMA Negeri 1...

Read more

Wakil Ketua DPRD Sumsel Nopianto Hadiri Peluncuran SPMB 2026 Sumsel, Siap Awasi SPMP Secara Menyeluruh

Wakil Ketua DPRD Sumsel Nopianto Hadiri Peluncuran SPMB 2026 Sumsel, Siap Awasi SPMP Secara Menyeluruh
Reporter YN
23 Mei 2026

Palembang, LamanQu.Com - Peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah Tahun 2026 Provinsi Sumatera Selatan resmi digelar di Aula SMA...

Read more

Gandeng Green Diplomacy Network, Wapres Gibran Pacu Kualitas SDM Muda di Kancah Global

Green Diplomacy Network
Reporter lian
21 Mei 2026

LamanQu.Com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima kunjungan kehormatan dari perwakilan Green Diplomacy Network (GDN) di Istana Wakil Presiden,...

Read more

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2026 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In