• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News

Cek Molek, Mengobati Korban Ditengah Perang

Reporter Editor Sumsel
6 Januari 2022
cek molek, pertempuran lima hari lima malam
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com – Peringatan pertempuran lima hari lima malam di Palembang dari tanggal 1 sampai 5 Januari 1976, Panitia Bersama Peringatan Perang 5 Hari 5 Malam pada hari kelima menggelar kunjungan ke seorang wanita pejuang yang membantu korban yang terluka dalam perang lima hari lima malam . Dia adalah seorang anggota Palang Merah Indonesia (PMI) bernama Nyayu Khadijah (Cek Molek) kini berusia 97 tahun.

Cek Molek kini kondisinya tidak dapat duduk dan berjalan hanya terbaring di tempat tidurnya saja di kediamannya di Jalan Kemas Umar RT 8, Kelurahan 19 Ilir Palembang , Rabu (5/1/2022).

Hadir dalam kunjungan tersebut Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R M Fauwaz Diradja SH Mkn, Ketua DPW PKB Sumsel Ramlan Holdan, Ketua Panitia Bersama Peringatan Perang 5 Hari 5 Malam, Vebri Al Lintani dan rombongan.

Dalam kesempatan tersebut Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R M Fauwaz Diradja SH Mkn dan Ketua DPW PKB Sumsel Ramlan Holdan memberikan santunan dan Panitia Bersama Peringatan Perang 5 Hari 5 Malam memberikan paket sembako.

Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R M Fauwaz Diradja SH Mkn mengatakan, masih ada saksi saksi hidup perang lima hari lima malam. Seharusnya diperhatikan juga bukan hanya dari kesultanan Palembang tapi pemerintah juga harusnya memperhatikan para pejuang yang tersisa hanya tinggal beberapa orang lagi.

“Harusnya mereka ini diberikan reward atau penghargaan karena jasa-jasa mereka yang membantu memempertahankan dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, kedepan yang membantu bukan hanya kami tapi peran serta pemerintah untuk mendata dan memberikan semacam hadiah tiap tahun atau bulan , kalau bisa diberikan penghargaan tiap bulannya kepada para pejuang ini,” katanya.

Ketua DPW PKB Sumsel Ramlan Holdan mengatakan, kegiatan ini adalah satu wujud kepedulian pihaknya dengan pejuang pejuang yang telah memerdekakan bangsa Indonesia.

“Cek Molek ini adalah saksi hidup berjuang dalam mempertahankan kota Palembang dan Sumatera Selatan ini adalah apresiasi kita generasi muda kepada pejuang kita”, katanya.

Sedangkan Anak nomor 13 dari Nyayu Khadijah (Cek Molek), Cek Tatik, kalau kini ibunya mengalami sakit komplikasi seperti darah tinggi, kencing manis dan lain-lain.

“Tapi kuping masih denger, matanya masih awas, baco Quran masih biso, ibu idak biso lagi duduk dan baru 1 Januari 2022, pas tahun baru, dirayoke ulang tahun ibu, motong nasi tumpeng bae anak bae, anak beranak,” katanya sembari mengatakan, kalau ibunya ini memiliki 20 anak.

Selain itu menurut Cek Tatik, ayahnya (Cek Malik) meninggal dunia 6 tahun lalu dalam umur 97 tahun.

Menurutnya, waktu perang lima hari lima malam di tahun 1947, ibunya berumur 20 tahun.

“Beliau berjuang tahun 1945 umurnya masih 18 tahun jadi Palang Merah, tukang angkut-angkut tentara , dio yang nolong, mikul-mikul peralatan berobat , kantor palang merahnya di lantai bawah rumah panggung kami ini, karena bapak ibu ini , H Toha ini kepala kampung sini,” bebernya.

Dalam menolong , ibunya ini tidak memandang pasien, baik musuh maupun pejuang atau TNI di tolong semua.
“Uwong bertempur ibu idak gentar, idak takut terus berjalan cari pasien. Habis kemerdekaan ibu nikah dengan misan dewek, namanya Cek Malik,” katanya.

Sedangkan anak dari Nyanyu Khadijah (Cek Molek) nomor 7 , Mirza (60) mengaku, ibunya ini dulu waktu masih sehat ibunya aktif di gedung veteran (LVRI) di Jalan Merdeka bersama sesama pejuang lainnya seperti ibu Bambang Utoyo, ibu Lukita, ibu Rusmin dan ibu Benten mereka selalu berempat.

“Dulu rumah ini adalah markas PMI waktu terjadi peperangan tempat mengobati para pejuang yang terluka”, kata Mirza.

Menurutnya rumah ini berbentuk limas (rumah bertiang/panggung) yang besar, dibawah rumah dijadikan tempat balai pengobatan para pejuang yang terluka dan sekaligus tempat persembunyian para pejuang.

Sekarang kondisi rumah tersebut menurutnya masih terawat dan kokoh walau telah berusia 117 tahun karena terbuat dari kayu unglen jati dan tembesu asli.

Tags: Anggota Palang Merah Indonesiacek molekmembantu korban yang terlukamemberikan paket sembako
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gelar Sosialisasi Penyusunan Sasaran dan Penilaian Kinerja Pegawai di Muba

Next Post

Palembang Diharapkan Menjadi Contoh Kota Dengan Moda Transportasi Terlengkap

Editor Sumsel

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Dukung UMKM Naik Kelas, 1.000 Pelaku Ekraf Bali Lakukan Akad Massal KUR

Jejak TMMD di Sekolah Tinggalkan Senyum dan Semangat Baru

500 Pohon Buah Ditanam TMMD Kodim 0725/Sragen untuk Masa Depan Desa

Resmi Dilantik, 64 Penilai Kekayaan Intelektual Siap Bantu UMKM Ekraf Akses Kredit Bank

Terima ASITA Bali, Wapres Gibran Tegaskan Pariwisata Sebagai Motor Ekonomi Nasional

Selamatkan Rp10 Triliun dan 2,3 Juta Hektar Lahan, Prabowo: Ini Bukti Nyata, Bukan Seremoni!

Kementerian Investasi Hubungkan Tol Trans Sumatera ke Pelabuhan Tanjung Carat, Bidik Efisiensi Biaya

Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil Bersinergi Genjot PNBP dan Swasembada Energi

Dukung Generasi Sehat Sejak Dini, Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Gelar Edukasi Gizi bagi Ibu dan Balita

Berita Populer

Erick Thohir Ajak Menteri Olahraga Se-Asia Tenggara Reformasi Tata Kelola SEA Games

Tata Kelola SEA Games
Reporter lian
5 Mei 2026

LamanQu.Com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendorong transformasi besar-besaran dalam penyelenggaraan SEA Games. Selain itu, ia menegaskan...

Read more

Dari Senam hingga Komedi, Disdik Sumsel Peringati Hardiknas dengan Nuansa Kebersamaan

Dari Senam hingga Komedi, Disdik Sumsel Peringati Hardiknas dengan Nuansa Kebersamaan
Reporter YN
5 Mei 2026

Palembang. Lamanqu. Com Suasana Aula Handayani Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan pada Senin, 4 Mei 2026, tampak berbeda dari biasanya....

Read more

Resmi Disepakati, Deklarasi Bali Jadi Tonggak Baru Kolaborasi Olahraga Asia Tenggara

Kolaborasi Olahraga Asia Tenggara
Reporter lian
5 Mei 2026

LamanQu.Com - Pertemuan tingkat tinggi bertajuk SEA Ministerial Meeting On Youth and Sports 2026 di The Meru Hotel, Bali, resmi...

Read more

Probabilitas Resesi Indonesia di Bawah 5%, Pemerintah Perkuat Satgas Debottlenecking

Probabilitas Resesi Indonesia di Bawah 5%, Pemerintah Perkuat Satgas Debottlenecking
Reporter lian
13 Mei 2026

LamanQu.Com - Pemerintah terus memperkuat langkah strategis guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian....

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In