• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Jumat, Januari 9, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News Pendidikan

Kisah Pemuda Hasan, Tinggalkan Pekerjaan Bergaji Besar Demi Dirikan Kampung Pendidikan

Reporter Editor Sumsel
30 Oktober 2018
Kisah Pemuda Hasan, Tinggalkan Pekerjaan Bergaji Besar Demi Dirikan Kampung Pendidikan
Bagikan ke Whatsapp

Polewali Mandar, lamanqu.com – Sebuah kisah inspiratif datang dari seorang pemuda bernama Hasan. Ia rela meninggalkan profesinya sebagai pegawai di Bappenas Jakarta demi membangun dan memajukan kampung halamanya sendiri.

Tak ada biaya dan fasilitas tak membuat langkahnya terhenti. Warga Dusun Lemo Baru, Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Sulbar, ini menyulap rumah dan jalan-jalan di desanya menjadi sebuah tempat belajar yang nyaman dan santai bagi anak-anak warga sekitar yang ia namakan “Kampung Pendidikan”.

Kampungnya yang dulunya sepi dan tak bergeliat kini menjadi ramai dan menjadi buah bibir setelah ia dikenal luas. Setiap hari, di kampung pendidikan, anak-anak diberi pelajaran dan keterampilan multitalenta seperti bahasa Inggris, komputer, menari, agama, mengaji, ceramah, dan pelajaran lainnya.

Mulanya pesertanya hanya sektar 30 anak-anak, namun dalam tempo hampir setahun berjalan, kehadiran kampung pendidikan perannya makin dirasakan warga. Tak heran jika kini jumlah peserta didiknya mencapai 150 orang anak.

“Mulai sore hingga malam hari, kemudian kalau hari minggu kami tambah ekstra menari dan seni,” tuturnya.

Berangkat dari kegelisahan

Hasan, sang inisiator mengatakan, awalnya kampung pendidikan dirintis bulan Juli tahun 2017 lalu, namun baru berjalan efektif bulan April 2018 lalu.

Ide mendirikan Kampung Pendidikan ini muncul dari kegelisahan Hasan melihat banyak anak di kampung halamannya putus sekolah.

Hasan lalu berpikir, seluruh potensi ilmu dan pengetahuan yang ia dapatkan selama duduk di bangku kuliah mungkin bisa memberi kontribusi positif untuk membangun desanya.

Hasan menilai bahwa ternyata sumber dari pendidikan adalah pengetahuan. Kenapa banyak anak-anak di daerah jarang mendapatkan kesempatan sekolah diluar atau yang lebih baik, karena memang pengetahuan mereka di bawah rata-rata.

Proses pendidikan formal dari kecil itu hanya didapat di sekolah yang formal, tanpa ada bimbingan di sekolah non formal untuk mengembagkan minat, bakat dan pengetahuan mereka lebih luas.

“Akhirnya saya kepikiran, bagaimana anak yang putus sekolah mereka ditambah pengetahuannya sejak usia dini. Karena nantinya ke depan mereka bisa bersaing dengan yang lain. Karena banyak sekali beasiswa, tapi yang dapat adalah orang-orang yang memang pintar,” akunya.

Sarjana lulusan Univeristas Negeri Makassar (UNM) Fakultas Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi ini pada tahun 2009 hingga 2013 pernah mendapatkan beasiswa LPDP dari Kementerian Keuangan RI untuk melanjutkan kuliahnya di Universitas Negeri Jakarta, Fakultas Pendidikan Olahraga tahun 2015 dan lulus S2 pada tahun 2017.

Lulusan S2 Universitas Negeri Jakarta ini sempat berkarir di Bappenas dan menikmati gaji yang cukup lumayan. Gaji lumayan dan tempat kerja yang cukup bergengsi ternyata bukan itu yang membuatnya bangga sebagai sarjana.

Berangkat dari keperihatinan melihat kondisi pendidian dna pengetahuan anak-anak desanya yang masih terbelakang, ia pun memutuskan untuk meninggalkan Jakarta demi membangun kampungnya.

“Kalau bicara finansial, secara materi saya sudah dapatkan di Jakarta. Saya sempat bekerja di Bappenas dengan gaji yang sangat lumayan. Namun karena prihatin, saat melihat kondisi kampung halaman, saya lalu memutuskan kembali mengabdi ke kampung,” ungkapnya.

Tiba di kampung halaman, Hasan kemudian meminta izin masyarakat dan pemerintah setempat. Ia juga mengajak potensi anak-anak muda setempat untuk ikut bersama-sama membangun kampung halamannya.

Bidang pendidikan dan kebudayaan pun ia pilih

“Sengaja saya memilih nama Kampung Pendidikan, karena cakupannya lebih luas, konsepnya menghadirkan suasana kampung dan lebih cepat diterima masyarakat,” tambahnya.

Untuk mendapatkan stok buku demi mewujudkan impiannya itu, ia mengajukan permintaan buku ke Perpustakaan Nasional RI. Hasan juga berkeliling Jabodetabek untuk menggalang donatur untuk mendapatkan buku.

Stok buku yang ia kumpulkan dari berbagai donatur atau dermawan kemudian ia kirim ke kampung halamannya, memanfaatkan program “Pustaka Bergerak Indonesia”, yakni fasilitas pengirimanan buku gratis di kantor pos.

Hasan pun memberi apresiasi positif terhadap program “Pustaka Bergerak Indonesia” yang canangkan pemerintah. Menurut Hasan, biaya pengiriman buku dari Jakarta ke Polewali via pos selama ini totalnya sudah lebih dari Rp 90 juta.

Raih penghargaan

Kerja kerasnya menggairahkan pendidikan di kampung halamannya sosok dan kehadiran Hasan kini mulai mendapat simpati luas masyarakat dan pemerintah.

Hasan tak hanya kini jadi sosok pemuda wirausaha yang menginspirasi warga dan lingkungan sekitarnya. Atas atensi dan apresiasinya, Hasan kini dinobatkan sebagai tokoh pemuda pelopor berprestasi di bidang pendidikan tingkat nasional, yang digelar oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada tanggal 18 Oktober lalu di Jakarta.

Sebelumnya, Kampung Pendidikan berhasil masuk ke nominasi setelah melalui seleksi tingkat kabupaten dan provinsi. Ada lima kategori lomba yang digelar, yakni bidang pendidikan; agama, sosial dan budaya; sumber daya alam lingkungan dan pariwisata; pangan dan; inovasi Teknologi.

Setelah masuk provinsi, dipilih tiga peserta yang mewakili Sulawesi Barat. Ketiganya adalah peserta dari Basseang di bidang pangan, yakni pembuatan makanan khas golla kambu, dan Wonomulyo dengan kategori budaya, yakni rumah banua. Lalu kampung pendididikan dari Lemo Tua. (kompas)

Tags: Kampung Pendidikankisah inspiratifpemuda HasanPolewali Mandar
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ternyata Roger Danuarta Sudah Menjadi Mualaf Sejak Dua Bulan Lalu

Next Post

DPW MUI Sumsel Silahturahmi Dengan Pemkab Muara Enim

Editor Sumsel

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Perkuat Budaya Kerja Unggul, Kilang Pertamina Plaju Konsisten Bangun Mindset Keselamatan

Kejati Sumsel Selamatkan Keuangan Negara Rp 616 Milyar Dalam Perkara Dugaan Tipikor Fasilitas Pinjaman Kredit di Salah Satu Bank Pemerintah Kepada PT. BSS dan PT. SAL

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Launching Penerimaan Mahasiswa Baru dan RPL Tahun 2026

Meriahkan HAB ke-80, Kemenag Sumsel Gelar Bazar Kerukunan

Dibalik Toga Hitam Chairul S Matdiah Pernah Gugat Presiden Megawati Soekarnoputri

Bintang Sumsel Bersinar Nasional, Daeng Supriyanto Pimpin Urusan Umum KSMI

Marciano Norman Apresiasi Kegiatan KSMI, Arahkan Perbaikan Roda Organisasi untuk Keberlanjutan Sepak Bola Mini

DPRD Palembang Gelar Rapat Paripurna ke-6 Masa Persidangan I Tahun 2026, Laporkan Aspirasi Warga dari Enam Dapil

Di Bawah Kepemimpinan RDPS, Satpol PP Palembang Jadikan Evaluasi 2025 Fondasi Penegakan Ketertiban 2026

Berita Populer

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Launching Penerimaan Mahasiswa Baru dan RPL Tahun 2026

UIN Raden Fatah Palembang
Reporter YN
7 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang secara resmi melaunching Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dan Rekognisi Pembelajaran...

Read more

Meriahkan HAB ke-80, Kemenag Sumsel Gelar Bazar Kerukunan

HAB ke-80
Reporter YN
7 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sumsel menggelar kegiatan Bazar Kerukunan dalam rangka memeriahkan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80...

Read more

Matinya Nyali Garuda : Menagih Wibawa Indonesia di Tengah Terorisme Global Washington

Terorisme Global Washington
Reporter YN
4 Januari 2026

​Oleh: Ki Edi Susilo Sekretaris Jenderal Himpunan Keluarga Tamansiswa Indonesia (HIMPKA Tamansiswa) Palembang, LamanQu.Com - ​Dunia mengawali tahun 2026 dengan...

Read more

Dibalik Toga Hitam Chairul S Matdiah Pernah Gugat Presiden Megawati Soekarnoputri

Toga Hitam Chairul S Matdiah
Reporter YN
7 Januari 2026

Palembang, LamanQu.Com - Sosok advokat senior sekaligus legislator, Chairul S Matdiah, SH, MHKes, bersiap meluncurkan karya literatur terbarunya yang bertajuk...

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In