• Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
lamanqu.com
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi
No Result
View All Result
lamanqu.com
No Result
View All Result
danau ranau, oku selatan banner pemkab muba
ADVERTISEMENT
Home News Kesehatan

Wow, Tabir Surya Picu Infertilitas

Reporter Editor Sumsel
14 Oktober 2018
Wow, Tabir Surya Picu Infertilitas
Bagikan ke Whatsapp

Palembang, lamanqu.com — Bahaya paparan sinar ultraviolet sudah bukan rahasia lagi. Tak cuma membuat kulit rusak, paparan sinar ultraviolet berlebih juga bisa meningkatkan risiko kanker kulit.

Untuk menangkalnya, banyak orang menggunakan tabir surya yang disebut-sebut ampuh melindungi kulit dari sederet bahaya yang mengintai. Sejumlah tabir surya bahkan mudah ditemukan di berbagai swalayan dan apotek di Indonesia.

Pada sebuah penelitian anyar menemukan bahwa bahan kimia yang terkandung dalam tabir surya justru menimbulkan bahaya bagi kesehatan, terlebih pada tingkat kesuburan.

Penelitian yang dilakukan oleh Baptist University, Hong Kong ini menemukan sejumlah bahan kimia itu dalam perairan Hong Kong. Ketujuhnya juga ditemukan dalam tubuh ikan, udang, dan kerang.

“Dampak dari kontaminasi membayakan rantai makanan. Selanjutnya, hal itu juga bisa berdampak pada kesuburan jangka panjang,” ujar pemimpin studi, dr Kelvin Leung.
Para peneliti melakukan tes pada ikan zebra. Ikan itu dikenal memiliki struktur genetik yang sama dengan manusia.

Hasilnya, air yang tercemar oleh bahan kimia itu menyebabkan kelainan pada ikan zebra. Selain itu, pencemaran air juga berujung pada tingkat kematian yang lebih tinggi pada embrio ikan. Artinya, pencemaran air oleh bahan kimia itu berisiko meningkatkan infertilitas.

Para peneliti mengklaim bahwa studi tersebut merupakan yang pertama di dunia dalam mengidentifikasi bahaya bahan kimia tabir surya.

Kendati demikian, universitas menyebut bahwa pihaknya bakal melakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui dampak bahan kimia tabir surya pada tubuh manusia.
Beberapa zat kimia yang diteliti di antaranya octocrylene (OC), benzophenone (BP-3), dan ethylhexyl methoxycinnamate (EHMC). Ketiganya umum ditemukan dalam tabir surya.

Leung mengatakan, bahan kimia BP-3 dapat terakumulasi dalam tubuh manusia dan tidak dapat dilarutkan dengan hanya mengonsumsi air mineral.

Kini, dunia tengah memberikan perhatiannya terhadap bahaya tabir surya. European Union’s International Chemical Secretariat sendiri telah mengimbau produsen tabir surya untuk mengganti BP-3 dengan zat kimia lain yang lebih aman.

Selain itu, Pemerintah Hawaii juga sebelumnya menandatangani sebuah nota. Nota itu melarang melarang pengunaan tabir surya yang mengandung oxybenzone dan octinoxate, dua bahan kimia penyebab rusaknya terumbu karang. Akibatnya, sejumlah pihak khawatir pelarangan itu membuat konsumen enggan menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit mereka.

Atas hal tersebut, Leung meminta dihadirkannya peraturan-peraturan anyar yang mengatur penggunaan bahan kimia dalam produk tabir surya.

Leung juga merekomendasikan konsumen untuk menggunakan tabir surya berbasis mineral seperti titanium dioxide dan zinc dioxide.
Sebelumnya, laporan yang dirilis oleh Environmental Working Group (EWG) juga mencatat bahaya penggunaan tabir surya.

Laporan itu menyebut bahwa bahan kimia yang ada dalam tabir surya merupakan ‘penghancur’ endokrin dan estrogen. Selain itu, bahan kimia tersebut juga bisa mengganggu tiroid dan hormon lainnya dalam tubuh.

Center for Disease Control and Prevention juga menemukan kandungan benzophenone dianggap sebagai pengganggu endokrin yang mampu mengurangi jumlah sperma pada pria dan berkontribusi dalam pembentukan kista endometriosis pada wanita.

Tags: embrioinfertilitassinar ultraviolettabir surya
ADVERTISEMENT
Previous Post

Alasan Terunik Wanita Saat Tak Mau Lagi PDKT Dengan Pria

Next Post

Tak Percaya Diri, Penyebab Timnas Jerman Takluk dari Belanda

Editor Sumsel

Info Terkait

No Content Available

Berita Terbaru

Dukung UMKM Naik Kelas, 1.000 Pelaku Ekraf Bali Lakukan Akad Massal KUR

Jejak TMMD di Sekolah Tinggalkan Senyum dan Semangat Baru

500 Pohon Buah Ditanam TMMD Kodim 0725/Sragen untuk Masa Depan Desa

Resmi Dilantik, 64 Penilai Kekayaan Intelektual Siap Bantu UMKM Ekraf Akses Kredit Bank

Terima ASITA Bali, Wapres Gibran Tegaskan Pariwisata Sebagai Motor Ekonomi Nasional

Selamatkan Rp10 Triliun dan 2,3 Juta Hektar Lahan, Prabowo: Ini Bukti Nyata, Bukan Seremoni!

Kementerian Investasi Hubungkan Tol Trans Sumatera ke Pelabuhan Tanjung Carat, Bidik Efisiensi Biaya

Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil Bersinergi Genjot PNBP dan Swasembada Energi

Dukung Generasi Sehat Sejak Dini, Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Gelar Edukasi Gizi bagi Ibu dan Balita

Berita Populer

Erick Thohir Ajak Menteri Olahraga Se-Asia Tenggara Reformasi Tata Kelola SEA Games

Tata Kelola SEA Games
Reporter lian
5 Mei 2026

LamanQu.Com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendorong transformasi besar-besaran dalam penyelenggaraan SEA Games. Selain itu, ia menegaskan...

Read more

Dari Senam hingga Komedi, Disdik Sumsel Peringati Hardiknas dengan Nuansa Kebersamaan

Dari Senam hingga Komedi, Disdik Sumsel Peringati Hardiknas dengan Nuansa Kebersamaan
Reporter YN
5 Mei 2026

Palembang. Lamanqu. Com Suasana Aula Handayani Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan pada Senin, 4 Mei 2026, tampak berbeda dari biasanya....

Read more

Resmi Disepakati, Deklarasi Bali Jadi Tonggak Baru Kolaborasi Olahraga Asia Tenggara

Kolaborasi Olahraga Asia Tenggara
Reporter lian
5 Mei 2026

LamanQu.Com - Pertemuan tingkat tinggi bertajuk SEA Ministerial Meeting On Youth and Sports 2026 di The Meru Hotel, Bali, resmi...

Read more

Probabilitas Resesi Indonesia di Bawah 5%, Pemerintah Perkuat Satgas Debottlenecking

Probabilitas Resesi Indonesia di Bawah 5%, Pemerintah Perkuat Satgas Debottlenecking
Reporter lian
13 Mei 2026

LamanQu.Com - Pemerintah terus memperkuat langkah strategis guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian....

Read more

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

  • Indeks
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Hubungi-kami
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Lainnya
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Fashion
    • Treveling
    • Health
    • Komunitas
    • Opini
    • Tokoh
    • Religi

© 2025 DIgital Media Sriwijaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In