Semarang,LamanQu.Com-Menjaga keberlanjutan di lingkungan kilang bukan hanya tentang memenuhi standar, tetapi juga tentang bagaimana setiap tantangan di lapangan dapat diubah menjadi peluang untuk menghadirkan solusi yang lebih baik. Semangat tersebut terus dikembangkan PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju melalui berbagai inovasi yang mengedepankan aspek lingkungan, efisiensi energi, perlindungan ekosistem, hingga pengurangan emisi.
Upaya tersebut kembali mendapat apresiasi melalui Eco-Tech Pioneer and Sustainability Award (EPSA) 2026 yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro. Dalam ajang yang diikuti berbagai perusahaan dari seluruh Indonesia ini, RU Plaju berhasil meraih enam penghargaan dari enam kategori inovasi. Penghargaan tersebut diterima di Kota Semarang pada Kamis (27/8/2026).
Enam penghargaan yang diraih RU Plaju terdiri atas Gold untuk kategori Eco-Hazard Innovation melalui inovasi Spare Line Injection Hexane Polypropylene (SPLINT-PRO), Gold pada kategori Ecosystem Protection melalui Penerapan Teknologi Kriopreservasi pada Semen Ikan Belida Lopis (Chitala lopis) dan Belida Jawa (Notopterus notopterus), serta Gold pada kategori Green Power Innovation melalui Program Gas Burner Redesign Tipe TCM-ML-25 Sebagai Upaya Efisiensi Energi Furnace CDU III (GREEN).
Sementara itu, dua inovasi lainnya berhasil meraih Silver, masing-masing pada kategori Hydro Smart Innovation melalui Pond Water Treatment: Inovasi Water Reuse untuk Menurunkan Penggunaan Air Baku pada Budidaya Perikanan Masyarakat dan kategori Low Carbon Innovation melalui Implementasi Reflow Hidrokarbon dan Re-Utilisasi Heating Oil untuk Pengurangan Emisi Gas Buang saat Penggantian Katalis Unit Polimerisasi. Adapun kategori Eco-Cycle Innovation diraih dengan predikat Bronze melalui Pemanfaatan Sampah Eichhornia Crassipes Menjadi Air Freshener Fiber Block melalui Metode Blending dan Mesin Press (Eco-Scents Block).
Executive General Manager PT PPN RU Plaju, Khabibullah Khanafie, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi di RU Plaju terus tumbuh dari berbagai tantangan yang ditemui dalam operasional maupun lingkungan sekitar kilang.
“Bagi kami, penghargaan ini bukan hanya tentang enam trofi yang berhasil dibawa pulang, tetapi tentang bagaimana ide dan kepedulian para perwira dapat diterjemahkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat. Setiap inovasi berangkat dari persoalan yang nyata, kemudian dicari solusinya secara bersama-sama agar dapat memberikan dampak yang lebih baik bagi operasional, lingkungan, maupun masyarakat,” ujar Khanafie.
Menurutnya, keberagaman kategori yang diraih juga menunjukkan bahwa upaya keberlanjutan di RU Plaju dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari pengelolaan limbah dan pengurangan potensi bahaya, perlindungan keanekaragaman hayati, efisiensi energi dan air, hingga upaya menekan emisi karbon, seluruhnya menjadi bagian dari perjalanan RU Plaju dalam membangun operasional yang semakin bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Capaian ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk tidak berhenti berinovasi. Justru, penghargaan ini menjadi pengingat bahwa masih banyak hal yang bisa kita perbaiki dan kembangkan. Kami berharap semangat tersebut terus tumbuh di setiap lini, sehingga inovasi tidak berhenti sebagai sebuah program, tetapi menjadi bagian dari keseharian para perwira dalam bekerja,” lanjut Khanafie.
Berbagai inovasi tersebut lahir dari kolaborasi Tim PROPER RU Plaju bersama para perwira dari berbagai fungsi, yang bersama-sama mengubah tantangan di lapangan menjadi solusi yang memberikan nilai tambah bagi operasional, lingkungan, dan masyarakat. Semangat kolaborasi dan inovasi ini sejalan dengan komitmen penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), di mana setiap perbaikan yang dilakukan tidak hanya diarahkan untuk menciptakan operasional yang lebih efisien dan ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitar kilang.
(Yanti)










