Palembang,LamanQu.Com-Gangguan saluran cerna masih menjadi salah satu kondisi yang sering dijumpai dalam praktik klinis sehari-hari. Berbagai keluhan seperti nyeri perut, diare,
konstipasi, hingga kembung dapat menunjukkan gejala yang serupa, meskipun penyebab yang mendasarinya dapat berbeda. Kondisi tersebut membuat pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai kesehatan saluran cerna menjadi penting, termasuk melalui dukungan pemeriksaan laboratorium yang dapat membantu dokter memperoleh informasi tambahan dalam proses
pengambilan keputusan klinis.
Sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan kompetensi tenaga medis, Prodia
menyelenggarakan Seminar Nasional Dokter bertajuk “Integrating Innovative Gut Health Testing into
Daily Practice” pada Sabtu, 22 Agustus 2026 di Hotel Aston Palembang, Jalan Jenderal Basuki
Rahmat No. 189, Palembang.
Seminar ini membahas perkembangan pemeriksaan kesehatan saluran cerna serta pemanfaatan hasil pemeriksaan tersebut untuk mendukung praktik klinis sehari-hari.
Melalui seminar ini, peserta mendapatkan pembahasan dari berbagai perspektif mengenai
kesehatan saluran cerna. Seminar ini menghadirkan dr. Vidi Orba Busro, SpPD-KGEH, FINASIM; dr.
Monika Anastasia Kurniawan, M.Gz., SpGK; serta Amadea Risanggita Kinanthi, S.Si., M.Farm.Klin
sebagai narasumber yang berbagi wawasan mengenai perkembangan kesehatan dan pemeriksaan
saluran cerna dalam mendukung praktik klinis.
Dalam praktik klinis, pemahaman mengenai kondisi saluran cerna tidak hanya berkaitan dengan gejala yang dirasakan pasien, tetapi juga berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesehatan usus,termasuk pola makan, kondisi metabolik, serta perubahan biologis di dalam saluran cerna.
Perkembangan pemeriksaan laboratorium memungkinkan tenaga medis memperoleh informasi
tambahan yang dapat digunakan bersama dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan
penunjang lainnya dalam menyusun pendekatan yang lebih sesuai dengan kondisi pasien.
“Keluhan saluran cerna dapat memiliki manifestasi yang serupa, sementara penyebabnya dapat berbeda pada setiap pasien. Karena itu, dokter membutuhkan informasi yang komprehensif untuk membantu memahami kondisi pasien secara lebih menyeluruh. Pemanfaatan pemeriksaan laboratorium yang tepat dapat menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung proses
pengambilan keputusan klinis yang lebih terarah dan berbasis bukti,” ujar dr. Vidi Orba Busro, SpPD-
KGEH, FINASIM.
Dari sisi nutrisi, dr. Monika Anastasia Kurniawan, M.Gz., SpGK menyoroti keterkaitan antara asupan
nutrisi, kondisi metabolik, dan kesehatan saluran cerna. Pola makan dan status nutrisi dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan, termasuk keseimbangan lingkungan saluran cerna.
Oleh karena itu, pemahaman terhadap aspek nutrisi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pendekatan kesehatan saluran cerna yang lebih komprehensif.
Sementara itu, Amadea Risanggita Kinanthi, S.Si., M.Farm.Klin membahas pemanfaatan pemeriksaan laboratorium dalam mendukung evaluasi kesehatan saluran cerna. Pemeriksaan berbasis biomarker dapat memberikan informasi tambahan mengenai kondisi biologis tertentu yang tidak selalu dapat diketahui hanya melalui gejala. Informasi tersebut dapat menjadi bagian dari pertimbangan dokter dalam menentukan pemeriksaan lanjutan maupun pemantauan kondisi pasien sesuai kebutuhan klinis.
“Perkembangan teknologi diagnostik memberikan peluang bagi tenaga medis untuk memperoleh
informasi kesehatan yang semakin spesifik. Dengan memahami hasil pemeriksaan secara tepat dan
mengintegrasikannya dengan kondisi klinis pasien, pemeriksaan laboratorium dapat memberikan
nilai tambah dalam mendukung pendekatan yang lebih personal dan sesuai kebutuhan setiap pasien,”
ujar Amadea Risanggita Kinanthi, S.Si., M.Farm.Klin.
Seminar Nasional Dokter bertajuk “Integrating Innovative Gut Health Testing into Daily Practice” di
Palembang ini menjadi bagian dari upaya Prodia dalam memperluas akses terhadap edukasi medis
dan perkembangan inovasi diagnostik bagi tenaga kesehatan. Melalui kegiatan ilmiah seperti ini,Prodia terus mendukung kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antara laboratorium dan komunitas medis agar perkembangan teknologi pemeriksaan dapat semakin dipahami dan dimanfaatkan secara tepat dalam praktik klinis sehari-hari.
Melalui seminar ini, Prodia berharap para tenaga medis dapat memperoleh wawasan yang relevan mengenai perkembangan gut health testing, sehingga pemanfaatan pemeriksaan laboratorium dapat semakin terintegrasi dalam praktik klinis dan memberikan dukungan terhadap pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif, berbasis bukti, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
(Ril)










