PALEMBANGamanQu.com – Berakhirnya pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang bukan berarti manfaat dari program tersebut ikut berakhir. Sejumlah fasilitas yang dibangun dan diperbaiki selama pelaksanaan TMMD diharapkan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan terus memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Salah satunya adalah Mushola Baitul Maghfurin yang menjadi salah satu sasaran fisik TMMD ke-129 di wilayah Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang.
Sehari menjelang penutupan TMMD, Rabu (12/8/2026), aktivitas personel Satgas di mushola tersebut masih terlihat. Meski sebagian besar pekerjaan telah rampung, sejumlah sentuhan akhir tetap dilakukan untuk memastikan bangunan dan lingkungan di sekitarnya berada dalam kondisi yang baik sebelum program secara resmi berakhir.
Pekerjaan finishing dilakukan melalui pengecatan pada sejumlah bagian bangunan, penyempurnaan bagian-bagian yang masih membutuhkan perhatian, hingga pembersihan kawasan sekitar mushola.
Personel Satgas juga memastikan area di sekitar bangunan tertata dengan baik. Saluran air dan sejumlah fasilitas pendukung diperiksa agar tidak menimbulkan persoalan ketika mushola mulai digunakan secara rutin oleh masyarakat.
Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya Satgas untuk tidak sekadar menyelesaikan pembangunan secara fisik, tetapi juga memastikan hasil pekerjaan dapat langsung memberikan kenyamanan bagi warga.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan setiap sasaran fisik TMMD harus dikerjakan secara maksimal hingga tahapan akhir.
“Kita ingin mushola ini nantinya benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat dengan nyaman. Karena itu, finishing dan pembersihan terus kita lakukan menjelang penutupan,” katanya.
Menurutnya, penyelesaian pekerjaan hingga bagian-bagian kecil merupakan bentuk tanggung jawab Satgas terhadap sasaran yang telah dikerjakan bersama antara TNI dan masyarakat.
Ia menegaskan, TMMD bukan hanya mengenai pembangunan selama program berlangsung, tetapi juga bagaimana hasil pembangunan tersebut dapat dirasakan dan dipelihara oleh masyarakat setelah kegiatan selesai.
Mushola Baitul Maghfurin menjadi salah satu gambaran dari proses tersebut. Dari tahapan pengerjaan hingga penyempurnaan, personel Satgas bersama masyarakat berupaya memastikan fasilitas ibadah tersebut memiliki kondisi yang layak dan nyaman untuk digunakan.
Keberadaan mushola juga diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi dapat menjadi ruang berkumpul dan mempererat hubungan antarwarga.
Bagi masyarakat sekitar, fasilitas seperti mushola memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Selain menjadi tempat beribadah, mushola dapat menjadi ruang untuk kegiatan keagamaan, pembinaan generasi muda, hingga berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.
Karena itu, penyelesaian Mushola Baitul Maghfurin menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian akhir pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang.
H-1 penutupan menjadi momentum bagi Satgas untuk memastikan tidak ada pekerjaan yang terlewat. Setiap bagian yang masih membutuhkan penyempurnaan ditangani, sementara lingkungan sekitar dibersihkan dan ditata.
Setelah seluruh rangkaian TMMD resmi berakhir, tugas berikutnya berada di tangan masyarakat untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan tersebut.
Satgas berharap Mushola Baitul Maghfurin dapat terus digunakan, dirawat, dan memberikan manfaat bagi warga dalam jangka panjang.
Dengan demikian, ketika personel Satgas meninggalkan lokasi dan TMMD ke-129 resmi ditutup, yang tertinggal bukan sekadar bangunan yang telah selesai dikerjakan. Ada fasilitas yang diharapkan terus hidup bersama masyarakat dan menjadi salah satu jejak nyata semangat gotong royong selama pelaksanaan TMMD.
(Yanti)










