PALEMBANG,LamanQu.com – Aktivitas Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang kini tidak hanya dapat disaksikan secara langsung oleh masyarakat di lokasi kegiatan. Berbagai cerita tentang kerja keras prajurit, gotong royong bersama warga, hingga perkembangan pembangunan juga dibawa ke ruang digital melalui kolaborasi dengan konten kreator Paski Palembang.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan informasi mengenai pelaksanaan TMMD ke-129, khususnya kepada masyarakat yang sehari-hari aktif menggunakan media sosial.
Melalui konten digital, berbagai aktivitas Satgas yang berlangsung di tengah masyarakat dapat dikemas dalam bentuk cerita yang lebih ringan, menarik, informatif, dan mudah dipahami oleh publik.
Tidak hanya menampilkan hasil pembangunan, konten yang dibuat juga dapat menggambarkan proses di balik pembangunan tersebut.
Mulai dari personel Satgas yang bekerja di lapangan, warga yang ikut bergotong royong, hingga interaksi antara prajurit dan masyarakat selama pelaksanaan TMMD.
Ketua Paski Palembang, Budi Cahyadi Ahmad atau yang dikenal dengan nama BudiKeker, mengatakan pihaknya menyambut baik kolaborasi tersebut.
“Kami ingin ikut membantu menyebarkan informasi dan cerita tentang kegiatan TMMD kepada masyarakat,” ujar Budi.
Menurutnya, media sosial saat ini memiliki kekuatan besar dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Sebuah aktivitas yang berlangsung di satu lokasi dapat diketahui masyarakat yang berada di tempat lain dalam waktu relatif singkat.
Karena itu, keberadaan konten kreator dinilai dapat menjadi salah satu jembatan untuk memperkenalkan berbagai kegiatan TMMD kepada kalangan masyarakat yang lebih luas.
“Kami melihat sendiri bagaimana anggota Satgas bekerja dan berbaur dengan masyarakat. Ini menjadi sesuatu yang menarik untuk disampaikan kepada publik,” katanya.
Budi menuturkan, TMMD bukan hanya berbicara mengenai pembangunan sarana dan prasarana. Di balik pembangunan jalan, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan fasilitas umum, sumur bor maupun sasaran fisik lainnya, terdapat cerita tentang kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
Cerita-cerita tersebut, menurutnya, justru menjadi bagian penting yang perlu diketahui publik.
Sebab, masyarakat tidak hanya perlu mengetahui bahwa sebuah pembangunan telah selesai, tetapi juga dapat melihat bagaimana prosesnya dilakukan dan siapa saja yang terlibat di dalamnya.
“Yang menarik bukan hanya hasil akhirnya, tetapi juga prosesnya. Ada prajurit yang bekerja, ada masyarakat yang ikut membantu dan ada kebersamaan yang terbangun selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Ia menilai semangat gotong royong yang terlihat selama pelaksanaan TMMD memiliki nilai yang sangat relevan untuk disampaikan kepada generasi muda.
Terlebih, generasi muda saat ini sangat dekat dengan berbagai platform media sosial. Pesan mengenai kepedulian terhadap lingkungan, membantu sesama, kebersamaan dan semangat membangun daerah dapat disampaikan melalui bahasa visual yang lebih dekat dengan keseharian mereka.
Dengan pendekatan tersebut, informasi mengenai TMMD tidak hanya menjadi berita pembangunan, tetapi juga dapat menjadi cerita yang menginspirasi.
Di sisi lain, kehadiran konten kreator di lokasi TMMD juga memberikan perspektif berbeda dalam melihat aktivitas Satgas.
Jika selama ini masyarakat lebih banyak melihat hasil pembangunan, melalui konten digital masyarakat dapat mengikuti berbagai tahapan pekerjaan yang dilakukan personel Satgas bersama warga.
Mulai dari aktivitas sejak pagi, pengerjaan sasaran fisik, proses penyelesaian pekerjaan, hingga kebersamaan sederhana antara prajurit dan masyarakat menjadi bagian dari cerita yang dapat dibagikan melalui media sosial.
Kolaborasi ini sekaligus menunjukkan bahwa penyebarluasan informasi mengenai TMMD tidak hanya menjadi tanggung jawab media konvensional. Ruang digital memiliki peran yang semakin besar dalam menjangkau masyarakat, terutama kelompok usia muda.
Melalui konten yang dikemas secara kreatif, informasi mengenai kegiatan TMMD dapat menjangkau audiens yang mungkin tidak memiliki kesempatan datang langsung ke lokasi pelaksanaan.
Dengan demikian, masyarakat di luar wilayah sasaran TMMD pun dapat mengetahui bagaimana program tersebut berjalan dan merasakan cerita yang muncul dari tengah-tengah masyarakat.
Bagi Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, publikasi melalui media sosial juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan nilai-nilai yang terkandung dalam program tersebut.
Sebab, keberhasilan TMMD bukan hanya diukur dari berapa banyak sasaran fisik yang berhasil dibangun, tetapi juga dari hubungan sosial yang terjalin antara TNI dan masyarakat selama program berlangsung.
Semangat bekerja bersama, saling membantu dan bergotong royong menjadi cerita yang tidak kalah penting dari hasil pembangunan secara fisik.
Menjelang penutupan TMMD ke-129 yang dijadwalkan pada 13 Agustus 2026, berbagai kegiatan Satgas kini memasuki tahap akhir. Sejumlah sasaran fisik masih mendapatkan perhatian melalui pekerjaan finishing dan penataan lingkungan agar hasil pembangunan benar-benar siap dimanfaatkan masyarakat.
Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk kembali mengabadikan perjalanan TMMD dari sisi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Bukan hanya tentang bagaimana sebuah rumah diperbaiki, jalan dibangun atau fasilitas umum diselesaikan, tetapi juga tentang bagaimana prajurit hadir, bekerja dan berinteraksi dengan masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan konten kreator Paski Palembang, cerita tersebut kemudian dibawa dari lapangan menuju ruang digital.
Harapannya, semakin banyak masyarakat yang mengetahui bahwa di balik setiap pembangunan terdapat kerja keras, kepedulian dan kebersamaan.
Ruang digital pun tidak hanya menjadi tempat berbagi informasi, tetapi dapat menjadi sarana untuk menularkan semangat gotong royong dari lokasi TMMD kepada masyarakat yang lebih luas.
Dari lapangan ke media sosial, setiap cerita yang dibagikan menjadi bagian dari perjalanan TMMD ke-129 dalam mendekatkan TNI dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan semangat membangun bersama kepada generasi yang lebih luas.
(Yanti)










