PALEMBANG,LamanQu.com– Wajah lega terlihat dari santri di Rumah Tahfidz Al Fatihah, Perumahan Puri Sejahtera 9, RT 19 RW 05, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang.
Setelah berbulan-bulan menghadapi pasokan air yang tidak menentu, ratusan santri kini dapat menikmati air bersih dari sumur bor yang dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang.
Pembangunan sumur bor tersebut kini telah rampung 100 persen. Selain pengeboran, instalasi penunjang berupa toren atau tangki penampungan air juga telah terpasang. Air yang sebelumnya sulit diperoleh secara rutin kini mulai mengalir dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bagi pengelola Rumah Tahfidz Al Fatihah, keberadaan sumur bor tersebut bukan sekadar tambahan fasilitas. Air bersih menjadi kebutuhan mendasar bagi hampir 400 santri yang setiap hari beraktivitas di tempat tersebut.
Kepala Rumah Tahfidz Al Fatihah Talang Jambe, Ustad Ardian Mustaqim, S.Hum., mengatakan, dirinya bersyukur karena air yang dihasilkan dari sumur bor kini sudah jernih dan tidak lagi berbau.
“Alhamdulillah, sekarang air bersih sudah mengalir. Sebelumnya kami harus menunggu dua sampai lima hari karena air yang keluar masih keruh dan berbau,” ujar Ardian, Senin (10/8/2026).
Menurut Ardian, pada awal penggunaan sumur bor, air yang keluar masih membutuhkan waktu untuk menjadi jernih. Selama masa tersebut, air yang belum dapat digunakan untuk kebutuhan utama tidak langsung dibuang.
Air dimanfaatkan untuk menyiram tanaman dan sayuran yang tumbuh di sekitar lingkungan rumah tahfidz. Setelah proses pengeboran dan instalasi selesai, kualitas air berangsur membaik hingga akhirnya dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.
“Alhamdulillah, akhirnya air bersih benar-benar keluar dari sumur bor. Airnya tidak berbau. Toren juga sudah terpasang,” katanya.
Ardian menuturkan, persoalan air bersih sebelumnya menjadi salah satu kendala yang cukup dirasakan di Rumah Tahfidz Al Fatihah. Meski bangunan tersebut telah terhubung dengan jaringan PDAM sejak mulai beroperasi pada Agustus 2025, pasokan air belum mengalir secara normal.
Kondisi itu membuat berbagai aktivitas santri, termasuk berwudu, mandi, mencuci, dan kebutuhan sehari-hari lainnya, kerap mengalami hambatan.
Ardian menjelaskan, persoalan tersebut tidak semata-mata karena belum tersedianya jaringan air.
Rumah tahfidz sebenarnya telah masuk dalam jaringan PDAM, tetapi belum memiliki fasilitas penampungan yang memadai. Di sisi lain, aliran air yang tidak menentu membuat pengelola kesulitan memenuhi kebutuhan air dalam jumlah besar.
“Kita mulai beroperasional Agustus 2025. Sudah masuk jaringan PAM, tetapi belum memiliki penampungan air yang memadai. Ditambah lagi air sering tidak hidup, sehingga aktivitas santri sering terganggu,” ujar Ardian.
Dengan jumlah santri yang hampir mencapai 400 orang, kebutuhan air setiap hari tentu tidak sedikit.
Karena itu, keberadaan sumur bor menjadi solusi yang sangat berarti bagi pengelola maupun para santri.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena Rumah Tahfidz Al Fatihah mendapatkan program sumur bor dari Kodim 0418/Palembang. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Santri di sini jumlahnya hampir 400 orang,” katanya.
Manfaat sumur bor tersebut tidak hanya dirasakan oleh para santri dan pengelola rumah tahfidz. Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi juga dapat memanfaatkan sumber air tersebut.
Menurut Ardian, keterbukaan akses air membuat manfaat program TMMD menjadi lebih luas. Sumur bor yang dibangun untuk mendukung aktivitas rumah tahfidz sekaligus menjadi fasilitas yang dapat digunakan masyarakat sekitar.
“Santri kami sudah bisa menikmati air bersih dari sumur bor program TMMD Kodim 0418/Palembang. Sumur bor ini memiliki banyak manfaat, bukan hanya bagi santri, tetapi juga masyarakat sekitar,” ujarnya.
Bagi Ardian, bantuan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu berbentuk jalan, bangunan, atau fasilitas fisik lainnya. Penyediaan air bersih juga memiliki arti penting karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Air bersih dibutuhkan setiap hari. Karena itu, keberadaan sumur bor diharapkan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang, selama fasilitas tersebut dirawat dan digunakan secara bersama-sama.
“Alhamdulillah, kemanfaatan sumur bor ini sangat kami rasakan. Air sumur bor ini juga dapat dimanfaatkan warga sekitar sini,” kata Ardian.
Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kolonel Arh Erik Novianto, S.Sos., mengatakan, pembangunan sumur bor merupakan bagian dari upaya TMMD menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat di wilayah sasaran.
Menurut dia, penyediaan sarana air bersih menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Setelah pembangunan selesai, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal sekaligus menjaga keberlangsungannya.
“Semoga air bersih ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh santri Rumah Tahfidz Al Fatihah dan warga di sekitarnya,” ujar Erik.
Kini, suara air yang mengalir dari sumur bor menjadi bagian baru dari aktivitas di Rumah Tahfidz Al Fatihah. Para santri tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasokan air yang sebelumnya kerap datang tidak menentu.
Dari persoalan air yang keruh, berbau, dan harus ditunggu hingga beberapa hari, kini tersedia sumber air yang dapat digunakan untuk menunjang aktivitas mereka sehari-hari.
Bagi para santri dan pengelola Rumah Tahfidz Al Fatihah, sumur bor tersebut pada akhirnya bukan sekadar hasil pembangunan dalam program TMMD ke-129. Lebih dari itu, fasilitas tersebut menjadi sumber air yang menopang aktivitas belajar, beribadah, dan kehidupan sehari-hari ratusan santri sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
(Yanti)










