Palembang,LamanQu.Com-Matahari bahkan belum sepenuhnya meninggi ketika barisan prajurit TNI mulai membentuk saf yang rapi di lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang, Senin (27/7/2026). Bagi mereka, Senin pelaksanaan TMMD bukan sekadar lanjutan pekerjaan, melainkan kembali memulai amanah yang sama yakni menghadirkan perubahan bagi masyarakat.
Apel pagi menjadi awal dari seluruh aktivitas. Satu per satu personel berdiri tegap, mendengarkan arahan yang akan menentukan ritme pekerjaan sepanjang hari. Di balik suasana yang sederhana, apel itu menjadi penanda bahwa setiap prajurit telah siap meninggalkan rasa lelah demi menyelesaikan sasaran pembangunan yang tersebar di Kelurahan Talang Jambe.
Tak lama setelah apel selesai, barisan segera terpecah menuju lokasi tugas masing-masing. Ada yang membawa cangkul, sekop, dan peralatan bangunan. Sebagian lainnya menuju pembangunan jalan, rehabilitasi rumah warga, mushala, hingga pengerjaan sumur bor. Langkah mereka cepat, seolah waktu menjadi sesuatu yang tak boleh terbuang.
Bagi para personel Satgas, setiap hari memiliki tantangan yang berbeda. Cuaca yang berubah-ubah, medan yang cukup berat, hingga pekerjaan fisik yang menguras tenaga sudah menjadi bagian dari keseharian. Namun semua itu seakan terbayar ketika melihat antusiasme warga yang ikut bergotong royong bersama mereka.
Danki Satgas TMMD ke-129 Kodim 0418/Palembang, Kapten Inf Pringgo BS, mengatakan bahwa apel pagi bukan hanya agenda rutin sebelum bekerja. Menurutnya, momen tersebut menjadi kesempatan untuk memastikan seluruh personel berada dalam kondisi siap, baik secara fisik maupun mental.
“Melalui apel pagi kami memastikan seluruh personel siap melaksanakan tugas. Pembagian pekerjaan dilakukan sejak awal agar setiap sasaran berjalan sesuai rencana. Yang paling penting adalah seluruh anggota tetap mengutamakan keselamatan selama bekerja di lapangan,” ujarnya.
Arahan itu menjadi bekal sebelum personel menyebar ke berbagai titik pembangunan. Tidak ada pekerjaan yang dianggap ringan. Semua dilakukan dengan semangat yang sama karena setiap sasaran memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat.
TMMD bukan hanya tentang membangun jalan, rumah, atau fasilitas umum. Di balik setiap ayunan cangkul dan setiap adukan semen, ada dedikasi para prajurit yang bekerja tanpa banyak sorotan. Mereka hadir bukan hanya sebagai pelaksana pembangunan, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang ikut merasakan suka dan duka selama proses berlangsung.
Memasuki hari ke-13, semangat personel Satgas TMMD tetap terjaga. Disiplin yang dimulai dari apel pagi menjadi fondasi agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu. Harapannya sederhana, seluruh sasaran rampung sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat Talang Jambe.
Bagi para prajurit, keberhasilan TMMD bukan diukur dari berapa banyak bangunan yang selesai. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika masyarakat dapat menikmati hasil pembangunan itu dengan senyum dan kehidupan yang lebih baik.
(Yanti)










